Saat malam kelam berselimut langit yang bagaikan tudung saji
kita berada didalamnya selayaknya sebuah sajian
sajian kehidupan yang isinya beragam-ragam warna
bisakah aku mengatakan warna pink untuk kebahagiaan?
padahal kuning lebih menarik..
Hari ini aku bertekad untuk lebih banyak diam
karena ucapan tiada lagi berarti
karena jeritan tiada lagi bergema
karena renungan lebih mendamaikan
Aku banyak-banyak menyesal
mengapa jalan hidup harus begini terjal?
mengapa tidak kita temui langsung kebahagiaan?
mengapa harus seringkali gagal?
mengapa jadinya salah paham?
mengapa membenci begitu mudahnya dilakukan?
mengapa untuk menyayangi saja harus merasa berdosa?
Lalu dipersimpangan jalan kita akan saling bertemu
setelah saling menyakiti dalam diam
setelah saling asing dalam keakraban
setelah saling menyalahkan
setelah beribu-ribu penyesalan
bertemupun hanya untuk bertukar senyuman masam
asing selamanya asing
merasa memiliki sesuatu tapi nothing!
Tapi betapa manisnya hidup ini
meski saling acuh dalam perhatian
dusta dalam kebenaran,
ingkar dalam perjanjian,
elakan dalam kesanggupan,
selalu ada syukur atas setiap jerit kesakitan
selalu ada senyum dalam duka mencekik jiwa
ada juga ketulusan yang membayar kebengisan
kesabaran yang bertubi-tubi
dan yang semestinya selalu diingat
ada do'a yang sama-sama terucap
untuk kebaikan bersama
satu sama lain
itulah persahabatan sekaligus permusuhan
tidak ada itu cinta
itu karangan penyair belaka
itu omong kosong
November 20, 2012
Oktober 26, 2012
PHP
Seluruh isi kehidupan ini kebanyakan adalah mengenai Harapan. Tidak hanya harus menumpang bus Harapan Jaya saat ingin bepergian ke luar kota, namun apapun itu disetiap sudut-sudut kehidupan pasti menyembunyikan harapan. Wuahhh.. aku berharaap jadi milyarderrr, aku berharap bisa pergi ke bulan, aku berharap dan berharap bahwa setiap harapan akan terkabul.
Ada harapan, berarti ada pengharap dan pengabul. Kita-kita ini adalah pengharap dan Allah adalah pengabul. Meskipun Allah itu maha baikkkk.. tapi tidak berarti semua harapan yang kita inginkan akan selalu dikabulkan. Allahlah yang tahu mana yang baik dan buruk bagi kita, jadi saat harapan kita tidak terkabul jangan langsung men-judge bahwa Ia adalah Pemberi Harapan Palsu (PHP). Selain itu mengharap saja juga tidak cukup, perlu ada usaha nyata yang menunjukkan bahwa harapanmu sangat besar. Harapan yang besar lebih diutamakan untuk dikabulkan.
Perlu dicatat pula bahwasanya setiap hal baik yang kita harapkan dan kemudian tidak terwujud, jangan langsung menilai bahwa ini pertanda bahwa menurut Allah itu bukanlah hal yang baik sehingga tidak dikabulkan dan membuat kita langsung menyerah dan tersungkur diatas meja. Ada jenis harapan yang butuh melewati proses percobaan berkali-kali karena Allah tahu kesuksesan instan itu gak baik bagi kita. Saat Allah memutuskan untuk 'menunda' pengabulan atas harapan besar kita berarti Ia sedang menyiapkan sesuatu yang WOW buat kita. Lalu mengapa harus ditunda?. Itu agar kita belajar. Belajar untuk lebih dapat memaknai kehidupan, belajar untuk bekerja keras, belajar untuk menjadi lebih baik, belajar untuk mencapai kesempurnaan, belajar untuk menjauhi kesombongan yang dibenci Allah. Ya karena tabiat manusia itu tidak jauh dari kesombongan begitu di beri kemudahan. Jadi waspadalah, jangan sampai penyakit menjijikkan itu menghinggapi kita.
Thomas Alva Edison bahkan telah melewati 100 kali masa percobaan sebelum pada akhirnya menelurkan sebuah karya besar berbentuk bohlam lampu. Bohlam lampu itupun hingga kini mampu menghantarkan peradaban dunia menjadi secanggih ini. Ini bermakna bahwa upaya yang keras akan menghasilkan sesuatu yang lebih fenomenal dan lebih bermanfaat. Jadi sudah gak relevan dong apabila kita menyerah hanya karena gagal sekali, duakali, tigakali, empatkali, limakali, dst :D. Tetap semangat meraih harapan dan cita untuk masa depan yang lebih baik. Karena setiap langkah yang kita tempuh, meskipun belum menemui keberhasilan namun faktanya semakin meningkatkan kapabilitas kita. Allah tidak pernah berdusta, Allah tidak pernah lupa untuk memberi imbalan pada setiap upaya yang diniatkan oleh niat yang mulia, Allah bukanlah PHP. So, tetaplah berkarya: Strong Hope, Real Action!
Agustus 15, 2012
I Do Friendship
HAKIKAT PERSAHABATAN: Why we have to do friendship??
Segala jenis hubungan yang ada dalam kehidupan manusia hendaknya didasari dengan ikatan persahabatan. Karena persahabatan itu sendiri mengandung berbagai macam esensi yang baik seperti contohnya togetherness, careness, understood, trusty, e.t.c. Siapa manusia di bumi ini yang tidak memiliki sahabat?, alangkah mengenaskan hidupnya. Bahkan Hitler pun memiliki sahabat. Karena sahabat adalah unsur terpenting dalam keberlangsungan manusia, sebagaimana yang tertera dalam kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow dalam ilmu kedokteran diantaranya adalah: (1) Kebutuhan fisiologis, (2) Kebutuhan rasa aman dan perlindungan, (3) Kebutuhan akan rasa kasih sayang dan rasa memiliki, (4) Kebutuhan akan harga diri, (5) Kebutuhan aktualisasi diri. Dari kelima kebutuhan dasar manusia ini, kita dapat memenuhi semuanya (keculai fisiologis kayaknya yaaa :D) dari sebuah relasi yang dinamakan persahabatan. Bagaimana sahabat mampu memberikan rasa aman da perlindungan, kasih sayang dan rasa memiliki, kemudian meninggikan harga dirimu serta membantumu dalam mengaktualisasikan diri. Dari sini telah jelas bahwa persahabatan bukanlah pilihan alternatif dalam kehidupan manusia, namun merupakan sebuah kebutuhan. Oleh karena itu hargai persahabatan yang kau miliki saat ini, jangan biarkan apapun juga merebutnya. Jangan ber-stigma negatif terhadap persahabatan, tidak ada yang salah dengan persahabatan kecuali cara yang digunakan orang-orang dalam membina persahabatan itu sendiri.
TENTANG SAHABAT: Menemukan dan Membina Persahabatan
Secara sederhana type kepribadian manusia dalam berelasi terbagi atas dua macam. Type pertama adalah mereka yang mudah sekali menemukan teman sehingga memiliki banyak teman dan type kedua adalah mereka yang sulit sekali menemukan teman. Type pertama cenderung berteman dengan tingkat relasi yang cukup hanya dalam taraf 'kenalan' saja. Mereka punya banyak teman, namun jarang atau tak ada yang berteman secara erat/ karib, sebab type ini cenderung fleksibel dan mudah bosan dalam menjalin relasi sosial yang stagnan. Type kedua adalah kebalikannya, ia sulit menemukan kenalan yang dapat dijadikan teman namun begitu berteman ia biasanya akan sangat erat dan akrab. Hal ini dimunculkan oleh tingkan intensitas pertemuan yang tinggi dan juga kesamaan pikiran, selera dan senses. So, tergolong dalam type manakah dirimu??
Saya tidak menyatakan bahwa yang memiliki sahabat adalah mereka yang tergolong pada type kedua, sedangkan type pertama tidak. Banyak kasus sebenarnya yang menunjukkan bahwa persabatan tidak jaranag terjalin antara mereka yang berbeda type. Hal ini dikarenakan oleh hakikat persahabatan itu sendiri yang tidak pilih kasih. Namun tetap saja terdapat perbedaan yang kentara, seperti contohnya bahwa type kedua lebih pandai dalam membina persabatan mereka. Karena dia sulit menemukan teman yang cocok maka dia akan dengan sangat berhati-hati dalam membina persahabatan yang telah ada. Apabila persahabatan yang terjadi antar type, yakni type pertama dan kedua menjalin persahabatan, maka yang terjadi biasanya adalah ketimpangan hubungan sebab si type kedua akan banyak berkorban sedangkan type kedua tidak begitu memberatkan persahabatan tersebut, atau bahkan yang lebih buruk lagi mereka tidak merasa sedang menjalin persahabatan.
Membina persahabatan harus dimulai dengan perwujudan dari esensi-esensi yang mendasarinya. Sebagaimana sebelumnya telah disebutkan bahwa bersahabat itu adalah saling mengerti. Ini merupakan salah satu unsur utama. Sebab pengertian adalah hakikat dari persabatan itu sendiri, apabila tidak terjadi sikap pengertian antar sesama teman, maka hubungan tersebut belum dapat dikategorikan sebagai persahabatan. Bagaimanakah yang disebut pengertian itu. Pengertian itu bukan berarti kita harus tahu seluruh rahasia sahabat kita. Bukan!, bukan itu yang dinamakan persahabatan itu. Persahabatan merupakan suatu relasi yang menghargai apa yang namanya rahasia pribadi manusia, karena persahabatan yang baik adalah persahabatan yang menegakkan HAM :). yAA.. Kita tidak perlu tahu banyak, tapi kita perlu banyak mengerti. Ingat yaa, perbedaan antara tahu dan mengerti itu tipis seperti fotamorgana, namun perbedaan maknanya besar sekali. Tahu itu terkadang bersifat menghakimi: aku tahu maka aku paling benar. Sedangkan mengerti bersifat memahami: aku mengerti maka aku berhati-hati. Tolong resapi dulu sebelum membacaa lebih jauh.
Di dalam pengertian terdapat kepedulian. Ibaratnya makan sepiring berdua
lah, kepedulian itu tanpa pamrih loh yaaa. Bahkan kadang saking tanpa
pamrihnya kita lupa berharap untuk mendapat pahala dari sikap peduli
kita terhadap sahabat. Tapi jangan salah langkah dalam mengartikan
kepedulian, peduli bukan berarti kita harus melakukan apapun yang sama
dengan sahabat kita, menyanggupi apapun yang dikatakan mereka, juga
membantu segala urusan teman kita. Terkadang ada kondisi dimana kita
harus mengambil jalan tengah demi kebaikan bersama. Kita sebagai sahabat
juga perlu bersikap aware dan senantiasa mengingatkan apabila
sahabat kita 'lupa daratan' :P. Juga kita juga membantu sahabat kita
untuk mandiri, karena dengan mereka bergantu kepada kepedulian kita yang
bertubi-tubi bisa jadi itu malah akan berdampak buruk baginya. Selain
kepedulian ada nihh yang juga amat penting sekali yakni kepercayaan.
Konon mengapa seluruh dynasti yang kuat dimuka bumi ini hancur?, hal itu
tak lain karena lunturnya kepercayaan. Permusuhan antar sahabat karib
akan berdampak lebih sistemik dibandingkan dengan yang bukan sahabat
atau yang memang jelas berstatus musuh. Perang saudara mungkin masih
umum yaa, namun akan menjadi sangat mengerikan apabila itu perang
sahabat (perang sahabat rebutan pacar, pleaseee... -.-"). Percaya juga
bukan bermakna siap menerima segala doktrin yang diberikan oleh sahabat,
awas bahaya laten kafir kalau terlalu percaya dengan sahabat ;D.
Percaya terhadap sahabat berarti sanggup memahami segala situasi yang
menyulitkan mereka, percaya terhadap kemampuan mereka, percaya terhadap
kasih sayang mereka, percaya terhadap niatan baik mereka, percaya
meskipun seluruh manusia di muka bumi ini tidak mempercayainya sahabat
harus tetap berada di kubu percaya terhadap para sahabat-sahabatnya (if there are some complicated problem, so let's find out the answer to all of understanding).
And finally, persabatan yang telah dibina oleh segalanya itu akan
berdampak pada kebersamaan yang indah. Dengan kebersamaanlah candi
Borobudur yang megah dapat dibangun, dengan kebersamaan lah Indonesia
dapat merdeka. dengan kebersamaanlah kita dapat membuat dunia ini
menjadi lebih baik :). Selamat membina persabatan yang manis..
PHENOMENA: Sahabat jadi Cinta??
Persahabatan tidak hanya terjadi antar sesama jenis, banyak kasus yang menunjukkan bahwa kualitas relasi antar laki-laki dan perempuan bisa mengarah pada persahabatan. Aku pikir tidak mengapa kan?, yah meskipun dalam agama tidak diperkenankan berhubungan terlalu erat dengan lawan jenis yang bukan makhrom istilahnya namun kenyataannya dalam ilmu psikologi ada lohh ikatan persaudaraan antar laki-laki dan perempuan yang tidak memiliki pertalian biologis. Ehm.. kalian boleh deh berwacana sesuai dengan jalan pikiran kalian namun aku secara pribadi dapat menerima kenyataan bahwa terdapat jenis hubungan yang pure persaudaraan pada laki-laki dan perempuan. I proved that by my self!.
Namun tak dapat ditampik pula bahwa kadang persahabatan antar jenis mengarah ke jenis hubungan lain yakni genre asmara. Yah kodrati lah apabila lawan jenis saling menyukai, namun aku rasa terdapat sedikit error system saja, atau pada akhirnya nyerah pada apa yang dinamakan takdir, urusan Illahi. Jadi penyebab sebenarnya adalah karena persabatan dan asmara itu sama-sama didasari atas kasih sayang. Namun kasih sayangnya biasanya berbeda jalur. Kasih sayang persahabatan tidak di embel-embeli dengan nafsu, murni ketulusan. Hubungan asmara yang didasari oleh kasih sayang persahabatan kadang lebih langgeng dibandingkan dengan yang asli asmara-asmaraan. Oleh karena itulah banyak mereka yang bersahabat kemudian beralih jalur membawa hubungan mereka kepada ikatan asmara. Tidak ada salahnya sihh, namun berdampak cukup buruk. Banyak kemudian yang tidak percaya akan adanya persahabatan antar jenis, orang awam yang melihat adanya persabatan itu senantiasa mengartikan bahwa status persahabatan hanya embel-embel belaka. Hal ini pulalah yang menyebabkan banyak manusia ragu untuk bersahabat, untuk saling membantu dalam kebaikan. Karena takut dosa, karena takut stigma masyarakat. Sebetulnya akar dari permasalahan ini adalah seberapa bisa dirimu me-manage jiwamu. Dan lagi, apabila kau percaya pada Tuhan, kau tentu percaya pada takdir. Dan persahabatan itu takdir, cinta bisa saja merupakan pilihan, namun tetap takdir yang menentukan. So, Mari bersahabat dan jangan ragu. Serahkan pada takdir Illahi dan bentengi dirimu dengan keimanan dan ketaqwaan :). Agustus 09, 2012
Sebuah Karya Ilmiah: Enak, Sial!!
PENDAHULUAN: Senja di Surabaya
Itulah narasi dari drama sore
yang aku tonton hari ini. Bukan drama sebenarnya, lebih kepada realitas yang
terdustakan. Kenapa harus terdustakan?, karena untuk mengakuinya agak
memalukan. Jadi once upon a time, senja
di Surabaya merupakan yang terindah dari kota-kota lainnya (kota yang kumaksud
adalah peradaban nomadenku; Jember, Banyuwangi, Kediri, Blitar, Sragen, e.t.c).
Senja saat itu sangat spesial, karena sebelum senja menapaki riwayatnya di bumi
Surabaya, aku yang dalam kondisi mengenaskan mendapat pesan singkat yang isinya
paling kusukai dari segala pesan yang telah kuterima. Apalagi kalau tidak
tentang uang.
Jadi hari itu ada rejeki tak
terduga yang tiba-tiba mampir. Nah, bertepatan dengan saat itu aku sedang
bersua dengan temanku, yang sikapnya lebih memposisikan diriku ini sebagai
emaknya dibandingkan dengan temannya. Secara otomatis dia merengek menagih
traktiran. Senja di Surabaya kita habiskan dengan menelusuri jalanan macet di
tanah Bonek ini.
Hanya berputar ke mall sejenak,
karena aku tidak mendapatkan apapun yang kumau (apa sih yang kumau?, hanya seuntai janji
manis yang tak akan ditepati – apa sih?? =.=” ). Setelah itu mendengarkan
rengekannya sepanjang jalan membuatku akhirnya menyerah. Kuturuti kemauannya,
kemanapun dia akan membawaku. Sampai kita akhirnya nyantol ke sebuah resto
fenomenal di depan stasiun gubeng lama (tidak sebut nama karena tidak terikat
kontrak dengan perusahaan bersangkutan :D). Eh, rupanya sudah di booking full oleh perusahaan X yang
mengadakan buber dengan para pegawai.
Yasudah, kita berlanjut ke mall
paling fenomenal di Surabaya untuk menemukan restoran sejenis. Sesampainya di
restoran yang berada di lantai 5 tersebut, terkejutlah kita bahwa kita harus
ngantri dulu. Sembari ngantri ngacirlah kita ke mushola untuk menunaikan ibadah
shalat maghrib. Melihat resto yang full
dan antriannya yang panjang, saya sempat heran dengan adanya fenomena kelaparan
di luar sana. “Betulkah fenomena itu?, apakah hanya tipuan?. Bagaimana bisa ada
fenomena rakyat kelaparan disaat resto mahal itu manusia dan sampek ngantri
pula, sungguh paradoks yang menggelikan”.
Akhirnya kami mendapatkan seat juga setelah menunggu amaaaaaatttt
lamaaaa sekali. Dalam masa penantian itu kami berdiskusi, melihat bagaimana
cara makan disana. “eh modelnya prasmanan ya?, sepuasnya katanya. Terus gimana
totalannya?”. “Dimana nasinya?”. “Gimana cara masaknya?”. “Kenapa dagingnya
mentah semua?”. Kita benar-benar terlihat paling ndesooo disitu, padahal aku yaqiiin
bahwa tampangku gak ndeso-ndeso amat, tapi tabiat kita yang clinguk’an kayak
maling sungguh menampakkan kekatrok’an kita. Aku sadar hal itu, tapi aku
bertekad untuk Be My Self, whatever they
thought.
ISI: Great Adventure
Saat pramusaji menyiapkan seat kita, iseng-iseng teman saya sebut
saja Han Hyo Joo (eh, lak seneng areke disebut gitu), yang bulan ini baru saja
berkepala dua, mewawancarai si pramusaji itu. “Mbak, gimana ya caranya agar
kita tahu harganya”. “paketan mbak, each
adult seharga 125 ribu”. Okeee, aku sudah mendengarnya dan tetap calm down berlagak elegan. Kita sudah
makan takjil puding dan es campur yang luar biasa enak rasanya, mau apalagi
teruuss???. Begitu si pramusaji pergi, aku berujar pada si Han hyo Joo: “Eh,
ada pintu keluar lain gak selain di tempat kasir itu?”. “Sorii Ha Ji Won (aku
maksudnya :P), kayaknya gak ada deh” jawabnya lugu. “Kalau pintu ajaib doraemon?”.
“Gak ada juga” jawabnya sambil nyengir. “Oke kalau begitu yang bisa kita
lakukan sekarang adalah membuat mereka bangkrut, kita rampok resto ini”. HAHAHAHAHA..
akhirnya kita siapkan kostum topeng mata satu kita bak perompak (ngiiikkk..)
Alhasil kita mengambil segala
macam dises seperti orang kesurupan.
Buanyaaaaaaaaaaak bangett, sampai kita gak tau bagaimana cara menghabiskannya.
Cara makannya saja kita gak tau pleaseeee... Kita udah mengambil segala menu yang
ada dan di depan kita ada panci mendidih dan tempat panggang. “Terus gimana
cara masukinnya ke situ?” tanya Han Hyo Joo kepadaku yang sama tololnya. “Yah
ini ada sumpit kan?”. Oke aksi kita mulai lancarrr. Kita menikmati saat-saat
itu (atau tepatnya memaksakan diri untuk menikmati karena gimana lagi, ibarat
pepatah jawa wes kadong teles yo nylulup
pisan :D, translate sendiri yooo??).
Begitu mencicipinya, sekali gigit
komenku untuk yang pertama kali adalah “enak, sial!”. Ucapan itu berkali-kali
kita ucapkan sudah kayak yel-yel. Yel-yel ini berkhasiat banget sebagai pelipur
lara hati kita yang harus bangkrut begitu melewati pintu keluar itu :P. Karena
bagaimanapun juga di lubuk hati kita yang paling dalam nyesek juga menghabiskan
jatah makan seminggu dalam semalam, tidak! sejam lebih tepatnya karena kita
juga harus keburu pulang. Oleh karena itu timbullah ide katrok nan bego kita.
Yaitu menyembunyikan beberapa makanan ke dalam tas untuk dibawa pulang
(ngakzzzz!!).
Jadi kita mengambil beberapa fried
ebi yang satu persatunya kita balut dengan tisu dengan cara yang amat
hati-hati (selayaknya siswa yang sedang mencontek saat ujian). Si Han Hyo Joo
yang beraksi, aku hanya bertugas mengkondusifkan TKP, sungguh duo bandit kita
ini. Entah kenapa saat kita beraksi para pramusaji lalu lalang mendatangi
tempat kita. Betapa sensasinya membuat kita hampir terserang stroke.
Jadi intinya kita itu ketahuan
oleh managernya. Tuhan menunjukkan kepada kita bahwa itu adalah jalan yang
bukan terlalu buruk tapi tetap saja tidak baik. Kita gak mau mengakui bahwa
kita nyuri, tentu saja, disanapun tidak ada peringatan bahwa dilarang membawa
makanan pulang, namun karena hal itu tidak umum maka kita gengsi untuk secara
resmi membawa makanan pulang, jadi ini bisa dikatakan merupakan unofficial ways (bahasa kerennya, tapi
tetap saja istilahnya semi-maling :D). Please ya jangan nuduh kita nyuri, kita
bayar tunia pleaseee.. dengan angpao lebaran yang terpaksa melayang di senja
bolonggggg...
Jadi ditengah aksi itu api
panggang kita tiba-tiba menyala sedikit over-reacted
dan mengundang banyak pramusaji untuk menangani masalah itu. Aku rasa pramusaji
tersebut menangkap basah kita, karena setelah itu kemudian managernya (gak tau
deh manager atau apa, dia yang kelihatan paling sok dan berseragam resmi). Si
manager mendatangi kita dan bertanya: “Apa ada yang bisa kita bantu?”. Aku
menjawab: “We’re fine thank you J”.
Yah, dia melihat pada pojok dimana transaksi itu berjalan, aku rasa kita telah
tertangkap. Aku berfikir mungkin kita ditegur, dampak paling mengerikan
orang-orang disekitar akan tahu aksi kita dan kita bakaaaalll amat malu sekali.
Namun aku tahu dia baik, dan dia mengerti sekali bahwa kita adalah mahasiswa
miskin yang mencoba untuk hidup di ‘Lala
land’ barang sesaat.
KONKLUSI: Hikmahnya adalah...
Meskipun begitu kita pulang
dengan hati yang amat puas. Bahkan kita berencana untuk mengulanginya lagi
(mampir ke resto itu maksudnya, bukan mengulangi tindakan kriminil itu :D). Dannnnnn...
yah demi mengobati rasa penasaran kita selama ini terhada fenomenalitas resto
itu, biaya yang kita keluarkan pantas kok. Next
kita sepakat untuk mampir ke warung ice
cream yang juga fenomenal, ada dinamika apalagi disana?, tunggu saja
tanggal mainnya. FIGHTING!!
Juli 30, 2012
a Piece of Reality
Gubuk ini hampir roboh, satu persatu penghuninya telah meninggalkan tempat ini. Namun aku tetap berada di sudut ruangan, mencoba mengobrak-abrik isi otak yang aku sadari tidaklah berisi hal-hal kreatif. Jadi jangan paksa aku untuk menemukan ide brilian, aku hanyalah manusia yang berdiri dengan segenap sense, yang memandang apapun menggunakan sense, persetan dengan segala ide jeniusmu yang kau simpan rapat-rapat namun tak kau gunakan untuk mengubah dunia agar menjadi lebih baik. Hanya bermodalkan sense, aku yakin sesuatu yang berguna dapat aku lakukan. Karena aku serupa plato dalam segenap indera perasa.
--> Hidup ini tidak selalu harus adil, kemanakah harus mencari keadilan?
Kadang muncul sebuah siluet pada senja hari, dimana memandangi langit diatas genteng tetangga merupakan aktivitas yang sangat meyenangkan bagiku. Kemudian aku mendengar jeritan, salah satu diantara jeritan yang pernah aku dengar selama aku hidup. Jeritan dari seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun yang turun dari motor sambil menggendong adiknya yang berusia 3 tahun, yang telah tak bernyawa. Dia menjerit, jeritannya sanngup memecah belah segala kedustaan mengenai kehidupan ini. Beberapa jam yang lalu ibunya dirundung kegalauan yang akali ini berupa kegalauan seorang ibu yang bingung untuk mencari cara menyelamatkan anaknya yang sudah mulai kesulitan bernafas karena buah rambutan yang tersangkut di tenggorokannya. Akhirnya dengan mengandalkan sense keibuannya beliau memasukkan jarinya untuk menarik rambutan tersebut dari tenggorokan sang anak. Sampai beberapa lama jarinya keluar bersimbah darah, darah yang berasal dari tenggorokan itu. Sang ibu mulai menangis, amat ketakutan, merasa bersalah, tidak berdaya. Sementara itu sang bapak yang sedang berlarian kerumah tetangga untuk mencari pinjaman uang agar bisa membawa sang anak ke rumah sakit pun tidak kunjung kembali. Matahari telah hampir meredup, akhrinya ia kembali. Anak sulung dari keluarga tersebut, seorang bocah laki-laki yang menjadi punggung keluarga, dengan pekerjaan serabutannya sebagai pegawai bengkel montor, sembari mendirikan tambal ban di rumahnya, kuli bangunan, pekerja sawah, pengecat dinding, dan musuhku karena senantiasa jahil dan selalu mengolokku sebagai 'perawan tua'.
Dia dan bapaknya berangkat ke rumah sakit terdekat dengan membawa adiknya yang sudah tidak sadarkan diri dipangkuannya. Aku hanya merasa heran, saat tak sampai sejam kemudian aku mendengar jeritan itu. Dia membopong adiknya kedalam rumah sambil kemudian berlutut sambil merintih. Tangisannya membuyarkan semua impian, impian para manusia desa yang ingin menjadikan dunia ini seadil-adilnya bagi rakyat yang terpinggir karena materi. Dia berteriak-teriak bahwa dia tahu adiknya telah mati dalam perjalanan, adiknya merengkuh lenggannya dan mencoba memandangnya dengan mata yang melotot-lotot saat sang malaikat nyawa menghampirinya. Dia tahu adiknya ketakutan, adiknya ingin dia menemaninya, adiknya ingin dia menyelamatkannya. Namun ia tidak sanggup. Aku bisa merasakan sedalam apa penyesalannya, akan sampai berapa lama ia akan mengutuk dirinya. Ini sedalam-dalamnya luka, siapakah penyembuhnya???
Beberapa hari setelah hari naas itu ia secara rutin mengunjungi rumahku, ia memberikan sandal adiknya kepada keponakanku, juga beberapa mainan yang biasanya dimainkan oleh adiknya dan keponakanku. Juga setiap pagi dia datang kembali untuk memberikan uang yang disebutnya 'jatah uang jajan' adiknya. Dia suka memeluk keponakanku seolah sedang memeluk adiknya. Satu atau dua bulan kemudian dia datang agak lama, dia membelikan keponakanku sebuah mainan replika truk yang dikatakannya sebagai salah satu yang paling diinginkan oleh adiknya. Ya, sekaligus dia pamit untuk merantau ke luar negeri sebagai TKI dan bertekad akan membawa sekarung uang agar bisa menuruti segala keinginan adiknya yang belum terwujud. Berkali-kali ia bergumam lirih, "andai aku kaya waktu itu, aku akan sampai rumah sakit lebih awal sehingga adikku dapat diselamatkan". Nobody knows boy, 'cause there's Allah who decides everything...
Juli 19, 2012
Sebuah Harapan (Palsu)
Bismillahirahmanirrahim..
Karya sastra ini saya tulis
dengan penuh penghayatan. Apalagi setelah dimulai dengan bismillah ba’da tahmid
didalam hati, semoga ini bermanfaat. Tidak, ini tidak seserius itu seolah aku
mau menuliskan wasiat sebelum kematian. Aku hanya sedang mencoba mengelupas
sisi kehidupanku yang terdalam. Sebagaimana remaja pada umumnya (saya agak malu
mengatakan bahwa saya remaja: dalam bahasa inggris teenagers, padahal diri saya sudah tidak berusia ‘teen’ lagi tapi ‘tweenties’ jadi saya mengkonfirmasi dulu sebelum nantinya ada yang
menuduh saya telah melakukan penipuan besar – OUCH! ) saya mencoba menemukan
jati diri saya; WHO AM I??
Nama saya terdiri dari 14 huruf
(nama asli, Boo-SS terus terang palsu: sepalsu diri saya yang sebenarnya :D).
Saya perempuan, tentu saja. Meskipun saya akui bahwa kelahiran saya sempat
membuat bapak saya frustasi. Beliau amat sangat mendambakan kehadiran anak
laki-laki disaat sudah memiliki 3 anak perempuan. Dari sisi inilah saya merasa
memiliki kemiripan dengan keluarga Bennet dalam novel favorit saya sepanjang
masa yakni Pride and Prejudice.
Kekecewaan bapak saya cukup beralasan, beliau menginginkan seorang penerus yang
bisa menjadi seniman kenamaan yang meneruskan karir bapak saya yang terhenti
akibat penyakit yang dideritanya. Kambing yang telah dibelinya semasa saya
berada dalam kandungan, yang diharapkannya akan digembala oleh saya saat saya
(yang diharapkan sebagai seorang anak laki-laki yang ganteng, ehem!) lahir,
kemudian disembelih dengan dalih syukuran. Padahal itu merupakan perwujudan
dari yang namanya desperate. Keluarga
saya memang so sweet, kami adalah
manusia yang bisa mensiasati kehidupan; akan dengan mudah merubah kekecewaan
menjadi rasa syukur sehingga kekalahan menjadi kemenangan yang tertunda.
Itulah sebenarnya yang mendasari
benih-benih feminis dalam diri saya. Memangnya mengapa jika saya tidak terlahir
sebagai laki-laki??. Sangat tersengat rasanya saat membaca artikel yang mengutip
pernyataan seorang tokoh dunia (entah siapa itu, saya sering lupa dengan nama
orang dan tahun) yang menyatakan bahwa Wanita adalah manusia yang gagal menjadi
laki-laki. Lalu saya jawab dalam hati (gerundel); Laki-laki adalah manusia yang
tidak sanggup menjadi wanita. Bahkan filsuf jaman kuno entah itu Plato atau
siapa mengatakan bahwa wanita adalah makhluk yang tidak memiliki jiwa. Lalu apa
yang kau lihat selama ini??, zombie???!. Yah sudahlah, Biarkan Mereka
Berkembang. Hanya saja, mengapa mereka tidak dapat memahami bahwa wanita adalah
wanita dan laki-laki adalah laki-laki, ini yang disebut harmoni, balance, yin-yang e.t.c. Laki-laki bisa
disebut laki-laki karena ada jenis lainnya yakni perempuan, begitupun
sebaliknya.
Well, untuk itu kemudian aku membuktikan kepada bapakku bahwasanya
meskipun perempuan aku bisa mewujudkan segala cita-citanya yang terhenti. Bapak
ingin anak yang pandai melukis, oke aku bisa. Bertahun-tahun aku memaksakan
diri untuk menyukai mata pelajaran seni rupa disekolah meskipun menurutku
sangat membosankan. Kemudian bapak menyadarkanku bahwasanya aku telah gagal
total dalam bidang ini; “kok dari jaman TK sampai mau SMA gambaranmu tetep
itu-itu saja. Gunung, sawah, jalan raya dan tiang listrik, memang dunia ini
sesempit itu ya?”. (=.=”)
Harapan kedua bapak yakni ingin
penerus yang bisa melestarikan kesenian wayang kulit pakem Jawa. Aku menerima
usulan bapak untuk mengkarantinakan diriku di sanggar seni milik saudaraku yang
khusus melatih generasi-generasi berbudaya. Berbagai posisi telah dicobakan
untukku. Sebagai sinden aku sudah divonis tidak cocok karena suaraku tidak
feminin, malah saat kucoba bersuara sefeminin mungkin aku malah diolok dengan
amat sangat menyakitkan; “kamu kalau ngomong begitu kayak banci habis minum
baygon”, Sakiiiittt!!. Begitupun saat mencoba posisi sebagai ‘panjak’ (kru musik dalam pertunjukan
wayang) aku kemudian di judge sebagai
manusia yang tidak memiliki sense of
melody sama sekali, what?, are you
**ck*** kidding me??. Harapan terakhir, aku gabung dengan grup penari ‘remong’,
beberapa jam saja berlatih aku sudah di komen oleh salah seorang penonton
latihan; “mbak punya penyakit tulang, encok atau asam urat begituan ya?, kaku
banget gerakannya”. Baiklah aku menyerah, dunia ini serasa tak adil sekali
bagiku. (back sound; Dewiq “Dunia
sedang tak bersahabat, ingin kubawa hancur bersamaku.. Hoooo”).
Klimaksnya aku pulang menghadap
ayahanda dengan wajah yang tertunduk, sama sekali tak punya keberanian untuk
menegakkan kepala (gak gitu-gitu amat kalee). Akan tetapi kepulanganku dari summer camp di Asrama seni itu memang
sebuah pukulan yang amat keras bagiku, aku telah merasa menjadi orang paling
gagal di bumi ini dengan bentuk kegagalan yang paling hina: gagal menjadi anak.
T.T
Namun bapakku yang wise kemudian berkata; “gak pa pa nak,
bapak tetap bangga kepadamu. Meskipun kau bukan anak laki-laki sehingga tidak
dapat mewarisi kegantengan bapakmu ini, ditambah lagi meskipun perempuan kau
juga tidak cantik” (back sound:
Krieeeekkkk!!!). “Lalu apa yang ananda bisa lakukan untuk menebus dosa tidak
cantik dan tidak ganteng ini ayahanda?”. “tidak ada, kau sungguh mematikan
seluruh harapan manusia di bumi ini”. “Tapi, apakah ayahanda tidak memiliki
harapan lagi?”. “ada sih sebenarnya, elo pengen tau??”. “iya ayahanda, katakan
saja. Kali ini akan ananda kabulkan”. “Karena aku ingin anak yang tampan maka
sekaligus aku senantiasa mendambakan menantu yang cantik”. Anak dari bapak gila
ini langsung speechless kemudian
membeku (dilanjutkan dengan kerudungan kresek lalu turun panggung).
*Cerita ini diilhami oleh kisah
nyata, namun agar menarik banyak diselingi dengan dramatisir yang berlebihan.
Berharap ada yang tertarik memasangkan iklannya di blog yang diakui oleh
pemilik sebagai blog yang useless dan
amat sepi pengunjung kecuali mereka yang amat kurang kerjaan bisa sampai
membaca pesan terakhir ini. Sekali lagi terima kasih telah meluangkan waktu
anda yang berharga untuk membaca kegilaan ini. Efek samping setelah membaca ini
(misal langsung muntah atau alergi gatal-gatal) tidak ditanggung oleh penulis
maupun blogspot. Wassalamualaikum WR. WB ^.^ CAO!!
Juni 17, 2012
Time to Change
"Dari Syadad bin Aus r.a., dari Rasulullah saw., bahwa beliau berkata,
‘Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri
serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang
lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan
terhadap Allah swt. (HR. Imam Turmudzi, ia berkata, ‘Hadits ini adalah
hadits hasan’)"
Aku dilahirkan menjadi orang yang mandiri. Semuanya kukerjakan sendiri, kupikirkan sendiri dan bisa dikatakan hidup menyendiri. Orang tua tidaklah terlalu berperan banyak dalam perkembangan karakterku. Jadi sama sekali tidak ada yang dapat disalahkan dari mereka ketika telah dewasa seperti ini aku menemukan kenyataan bahwa aku tumbuh dengan karakter yang semakin 'mengerikan' dalam bertambahnya usia. Seberapa mengerikannyakah watakku?, kita akan memilahnya satu per satu namun sebelumnya aku ingin menyisipkan satu cerita klasik.
Suatu hari, ketika Boo-SS berusia 5 tahun pada moment rekreasi TK Dharmawanita kota X dia merasa sangat takut sekali saat melongok ke kolam renang yang telah dikosongkan tanpa air. Dia berfikir bahwa inilah neraka, mengerikan sekali karena sangat dalam lebih dalam dibandingkan sumur, sangat luas dan kelihatan menakutkan (gak tau apanya yang mengerikan =.="). Lama sekali ia mengamati kolam itu, sampai-sampai ketinggalan rombongan (bukan kali pertama dan terakhirnya nyasar seorang diri). Pada kesempatan itulah titik dimana ia menemukan 'kesaktiannya'. Apa yang ia lakukan seorang diri (diri yang masih balita) di taman rekreasi yang luas???. OOOpppss anda salah! dia tidak menangis sama sekali tidak. Bahkan ia tidak berminat untuk mencari rombongannya. Ia mengikuti seorang pedagang mainan gelembung sabun yang ditiup (entah apa itu namanya??) sampai orangnya merasa risih dan kemudian memberinya satu botol gelembung dan menyuruhnya mencari orang tuanya.
Pada kesempatan itu pula ia mendengar namanya disebut-sebut di pengumuman anak hilang. Namun sayangnya ia sama sekali tidak berminat untuk kembali ke 'jalan yang benar'. Ada hal yang lebih menarik untuk diamatinya. Kebetulan sekali ada sesosok disney yang amat besar, melambai-lambai di tengah jalan namun lambaiannya ini entah mengapa malah membuat banyak anak kecil menjerit-jerit ketakutan. Ia berdiri tepat didepan mascot tempat wisata itu tanpa sedikitpun kegentaran. Kemudian datanglah serombongan keluarga yang ingin berfoto dengan sang mascot. Mereka berfoto bersama kecuali anak mereka yang kecil dan ayahmya. Anaknya menjerit-jerit ketakutan dan ayahnya bertugas menenangkan si anak (good daddy). Ahh, menyenangkan sekali karena si anak tak kunjung reda shocknya dan si ibu berinisiatif untuk menggantikan anaknya dengan bocah kecil yang mlongo di depan mascot itu. Seharusnya ini menjadi sekuel dari kisah "Putri yang tertukar", namun ia rupanya hanya 'diajak' berfoto karena kasihan.
Klimaksnya, sore hari beberapa menit menjelang maghrib rombongan akhirnya menemukan Boo-SS di kolam renang semula. Ibunya menangis seperti menang undian wisata ke Luar planet sedangkan ia berontak dari pelukan sang ibu sambil menjerit-jerit gak mau pulang. Beberapa hari setelah 'tragedi' wisata itu, sekeluarga ia melihat-lihat dokumentasi wisata TK. Dan menyedihkan sekali karena tidak ada satupun foto yang terdapat dirinya didalamnya. Yang banyak nampang adalah sang ibu dengan pose elite mother nya. Kesal sekali saat ia mendengar uforia ibunya yang merasa fotonya (yang tanpa anaknya) sangat bagus dan berniat membesarkan ukuran fotonya menjadi 10R dan memajangnya di ruang tamu. Si anak sangat kesal sekali, namun ia hanya diam saja sambil lalu. Baru saat malam menjelang ia beraksi. Ia mengambil album foto yang masih tergeletak di meja ruang keluarga, kemuadian berlari kedepan rumah dan melemparnya ke parit. Huahahahahahah.... (tawa demit). Setelah berhasil mengahnyutkannya ke parit yang dipikirnya akan hanyut ke samudera Atlantik dan ikut menjadi bagian dari bangkai Titanic, ia tersenyum puas dan mengakhiri misinya dengan mengibaskan tangannya dua kali sambil meringis hihihihihi.. (what a devil girl!).
Kisah diatas merupakan ilustrasi pembuka dari telaah karakter yang akan aku bedah. Betapa ini perlu untuk segera disembuhkan sebelum stadium akhir. Kesimpulan sementaranya adalah aku terlahir bukan untuk menjadi "Cinderella Generation". Aku menyadari hal itu, namun aku tidak berniat untuk merubah diriku menjadi Cinderella dengan keutamaan sifatnya. Apa salahnya menjadi 'Cinderella Stepsister' apabila ia lebih banyak berperan bagi perbaikan kehidupan umat ini. Sayang sekali karena I don't have enough time now untuk memilah satu persatu sifiat burukku kemudian mencari solusi untuk menjadikannya hal yang bermanfaat. Semoga pada kesempatan yang akan datang aku benar-benar dapat melakukannya!!!. See ya...
Mei 11, 2012
Wanita dan Dunia mereka.. PART 1
Belakangan muncul pembahasan yang lebih intens dibandingkan sebelumnya, tentang wanita. RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender merupakan isu terkini yang menjadi 'hot topic' bagi para aktivis wanita, yang sepertinya haus akan pembahasan mengenai dunia mereka. Saat topic ini diangkat keluar permukaan, seolah mereka mengundang para khalayak: "Mari tengok dunia kami sebentar, karena wanita itu hidup. Saksikanlah eksistensi kami di dunia yang juga kalian (laki-laki) tinggali".
Saya bukan feminis, saya tegaskan diawal karena teman-teman dekat saya yang setiap harinya mengetahui kegilaan saya mengenai topic gender banyak yang memandang saya sebagai feminis (sebuah pandangan skeptis tentunya). Saya bukan feminis apabila yang diartikan dari predikat feminis adalah kalangan wanita yang menentang segala kodrat alam dan aturan baku agama demi 'kemanjaan' dan 'egoisitas' mereka. Saya adalah feminis apabila feminis itu (yang dalam sepengertian saya) adalah mereka (baik laki-laki maupun wanita itu sendiri) yang mencoba memberikan kesempatan yang sedikit lebih longgar bagi wanita untuk ikut berkiprah dalam perkembangan zaman; perkembangan zaman menuju pada zaman yang lebih baik, dimana kesejahteraan bersama terwujud secara selaras dan kehidupan dunia jauh dari persengketaan dan selalu dinaungi oleh nuansa perdamaian.
Panjang lebar saya jelaskan tak akan mampu membuat anda sekalian mengerti, apabila dari awalpun anda sudah menaruh suatu bingkai 'sinisme' pada diri saya pribadi maupun istililah 'feminis' itu sendiri. Salahkah apabila wanita masa kini itu terbangun, menyadari bahwa mereka bisa melakukan hal yang lebih untuk kebaikan. Namun karena sekali wanita terbangun semangatnya, maka yang terlihat adalah suatu bentuk tindakan yang terlampau menggebu. Maka saat dunia mendengar wanita mengumandangkan pernyataan "kebangkitan wanita", serta merta seluruh dahi manusia didaratan ini mengkerut dan seluruh indera manusia menolak secara mentah-mentah tanpa ada secuil itikad untuk sekedar terlebih dulu memahami wanita beserta dunianya.
(TO BE CONTINUED)
April 14, 2012
My Story : Classical Part 2
Well guys.. ini adalah sesi kedua dari topik pembicaraan mengenai novel-novel klasik koleksiku. Aku terus terang tidak sanggup apabila meresensi secara gamblang, jadi seperti yang terdahulu aku hanya akan memberikan sedikit cuplikan dan komentar dari sudut pandang 'sastrawan amatir' sepertiku. Semoga tidak mengecewakan :).
Ini adalah kar
ya dari saudara penulis Wuthering Heights yakni Emily Bronte. Yah, meskipun saudara tidak berarti taste kesustraan mereka sama. Aku menilai Emily lebih berani dalam berfantasi, dia lebih terhibur untuk menghadirkan sesuatu yang tidak umum. Namun saudaranya si mbak Charlotte ini lebih menyuguhkan realitas. Begitulah sudut pandangku setelah menyimak dengan seksama masing-masing karya mereka.
Jane Eyre riwayatnya, seperti riwayatku sendiri. Aku tidak 'alay', sungguh apabila aku hidup di abad itu dan di negara yang sama, seperti itulah kehidupanku. Wataknya juga hampir sama denganku, namun rupanya saat dewasa Ms. Eyre berkembang menjadi sosok yang begitu baik, sedangkan aku masih stagnan pada taraf egoisme dan everything 'bout me and pikiran-pikiran yang berkecamuk dalam diriku sendiri. Aku sangat menghargai sebesar apa pendidikan dan agama mampu mengubah watak seorang Eyre yang terluka luar dalam. Dan tentu saja kedewasaannya saat masih kecil sangat mengagumkan. Namun hal itu memang sewajarnya bagi seseorang yang dituntut untuk memikirkan kehidupannya di pundaknya sendiri semenjak kecil.
Eyre adalah simbol wanita yang baik. Dia sederhana, seorang yang taat pada agama dan norma, pintar, namun juga kritis. Lalu entah mengapa orang-orang bertipe sebaik ini harus dihadapkan dengan sesosok seperti Mr. Rochester yang menyimpan segudang prahara kehidupan, laki-laki yang malang; yang kaya tapi tidak cukup kaya dan bertampang biasa saja dan tua (apabila dibandingkan dengan kemudaan dan energisitas Eyre). Namun rupanya lagi-lagi pepatah Jawa menunjukkan kebenarannya "Tresna jalaran saka kulina". Betapa watak yang buruk pun pada akhirnya menghadirkan cinta. Dan inilah yang membuatku merasa risih. Lagi-lagi mengapa wanita yang terkorbankan??. Bukan siapa-siapa yang 'mengorbankan' dirinya melainkan dirinya sendiri, takdir atau lebih tepat disebut kodrat.
Kembali ke kisah Eyre, lagi-lagi sebagian perasaan yang berkecamuk dalam hati Eyre sangat aku mengerti. Rasanya kisah ini menceritakan diriku sendiri di dunia lain. Andai aku pol
os, lugu, sederhana dan setelaten itu. Tapi keinginan dan ketulusan Eyre dapat aku rasakan seakan merasakan yang ada pada diriku sendiri. Pendapatnya kebanyakan aku setujui, apabila ditambah dengan sedikit prejudice sebagaimana yang dimiliki oleh Elizabeth Bennet (baca: Pride and Prejudice) maka lengkaplah aku dalam kehadiran sosok Jane Eyre.
Tapi tentu saja aku tidak mau takdir cinta sebagaimana yang dimiliki olehnya. Betapa menyakitkannya 'tertipu' oleh Mr. Rochester, dan betapa takdir selanjutnya yang membuatnya 'terusir' dari Thornfield adalah jenis takdir yang sangat tidak aku inginkan (No way!). Namun overall, kesetiaan Jane Eyre adalah yang terbaik dari semuanya (sebagaimana yang aku miliki. Ehem!). Dia masih mencintai Mr. Rochester yang telah menyakitinya, disaan kondisi laki-laki itu telah sangat tidak layak untuk 'digandrungi' - dia buta, cacat, dan semakin tua saja, Oh mann!!. red. Namun cinta tak mengenal waktu, penampilan maupun dendam. Cinta selalu mengerti, bijak dan memaafkan. (aseekkkk...)
Betapa gembiranya aku karena aku rupanya harus bertemu topik pembahasan mengenai kisah ini di salah satu mata kuliahku (kuliah jurusan politik bro!). Suatu topik pembahasan mengenai kolonialisme yang menghadirkan pemikiran seorang tokoh bernama Gayatri Spivak berbicara banyak mengenai novel ini sebagai novel yang sarat akan muatan kolonialisme (How can?). Can't wait to discuss it in the class.. :D
Semestinya aku berniat mengulas tentang Mansfield Park, namun karena aku telah merasa sedikit bosan (Hoahmmmm) dan mengingat postingan ini udah terlalu panjang, so dilanjut next season saja yahh...
AZA-AZA FIGHTING!
Jane Eyre, by. Charlotte Bronte
Ini adalah kar
ya dari saudara penulis Wuthering Heights yakni Emily Bronte. Yah, meskipun saudara tidak berarti taste kesustraan mereka sama. Aku menilai Emily lebih berani dalam berfantasi, dia lebih terhibur untuk menghadirkan sesuatu yang tidak umum. Namun saudaranya si mbak Charlotte ini lebih menyuguhkan realitas. Begitulah sudut pandangku setelah menyimak dengan seksama masing-masing karya mereka.Jane Eyre riwayatnya, seperti riwayatku sendiri. Aku tidak 'alay', sungguh apabila aku hidup di abad itu dan di negara yang sama, seperti itulah kehidupanku. Wataknya juga hampir sama denganku, namun rupanya saat dewasa Ms. Eyre berkembang menjadi sosok yang begitu baik, sedangkan aku masih stagnan pada taraf egoisme dan everything 'bout me and pikiran-pikiran yang berkecamuk dalam diriku sendiri. Aku sangat menghargai sebesar apa pendidikan dan agama mampu mengubah watak seorang Eyre yang terluka luar dalam. Dan tentu saja kedewasaannya saat masih kecil sangat mengagumkan. Namun hal itu memang sewajarnya bagi seseorang yang dituntut untuk memikirkan kehidupannya di pundaknya sendiri semenjak kecil.
Eyre adalah simbol wanita yang baik. Dia sederhana, seorang yang taat pada agama dan norma, pintar, namun juga kritis. Lalu entah mengapa orang-orang bertipe sebaik ini harus dihadapkan dengan sesosok seperti Mr. Rochester yang menyimpan segudang prahara kehidupan, laki-laki yang malang; yang kaya tapi tidak cukup kaya dan bertampang biasa saja dan tua (apabila dibandingkan dengan kemudaan dan energisitas Eyre). Namun rupanya lagi-lagi pepatah Jawa menunjukkan kebenarannya "Tresna jalaran saka kulina". Betapa watak yang buruk pun pada akhirnya menghadirkan cinta. Dan inilah yang membuatku merasa risih. Lagi-lagi mengapa wanita yang terkorbankan??. Bukan siapa-siapa yang 'mengorbankan' dirinya melainkan dirinya sendiri, takdir atau lebih tepat disebut kodrat.
Kembali ke kisah Eyre, lagi-lagi sebagian perasaan yang berkecamuk dalam hati Eyre sangat aku mengerti. Rasanya kisah ini menceritakan diriku sendiri di dunia lain. Andai aku pol
os, lugu, sederhana dan setelaten itu. Tapi keinginan dan ketulusan Eyre dapat aku rasakan seakan merasakan yang ada pada diriku sendiri. Pendapatnya kebanyakan aku setujui, apabila ditambah dengan sedikit prejudice sebagaimana yang dimiliki oleh Elizabeth Bennet (baca: Pride and Prejudice) maka lengkaplah aku dalam kehadiran sosok Jane Eyre.Tapi tentu saja aku tidak mau takdir cinta sebagaimana yang dimiliki olehnya. Betapa menyakitkannya 'tertipu' oleh Mr. Rochester, dan betapa takdir selanjutnya yang membuatnya 'terusir' dari Thornfield adalah jenis takdir yang sangat tidak aku inginkan (No way!). Namun overall, kesetiaan Jane Eyre adalah yang terbaik dari semuanya (sebagaimana yang aku miliki. Ehem!). Dia masih mencintai Mr. Rochester yang telah menyakitinya, disaan kondisi laki-laki itu telah sangat tidak layak untuk 'digandrungi' - dia buta, cacat, dan semakin tua saja, Oh mann!!. red. Namun cinta tak mengenal waktu, penampilan maupun dendam. Cinta selalu mengerti, bijak dan memaafkan. (aseekkkk...)
Betapa gembiranya aku karena aku rupanya harus bertemu topik pembahasan mengenai kisah ini di salah satu mata kuliahku (kuliah jurusan politik bro!). Suatu topik pembahasan mengenai kolonialisme yang menghadirkan pemikiran seorang tokoh bernama Gayatri Spivak berbicara banyak mengenai novel ini sebagai novel yang sarat akan muatan kolonialisme (How can?). Can't wait to discuss it in the class.. :D
Semestinya aku berniat mengulas tentang Mansfield Park, namun karena aku telah merasa sedikit bosan (Hoahmmmm) dan mengingat postingan ini udah terlalu panjang, so dilanjut next season saja yahh...
AZA-AZA FIGHTING!
Maret 29, 2012
Surabaya, Oh Surabaya.. Part 1
"Surabaya adalah kota berbalut beton dan kaca.."
Statement dari salah satu cerita pendek buatanku. Tapi setelah memikirkannya kembali, Surabaya tidak seasing itu. Nostalgia masa lama kutemukan di banyak sudut kota ini. Ya, aku mencintai kota Surabaya seakan ini adalah kota kelahiranku. Setidaknya memang benar begitu, Surabaya adalah kota kelahiranku. Lahirnya aku yang baru. Seperti apa sih aku yang baru?Awal mula aku menginjakkan kaki di tanah bonek ini seorang diri tanpa keluarga atau kawan, biasa saja sih. Tapi menurutku 'saat pertama' itu bisa kugambarkan dalam kronologi perjalananku dari Denpasar dengan tujuan daftar ulang di perguruan tinggi yang mitosnya peringkat ke-100 di dunia, WOW!. Jadi waktu itu konyol sekali. Hari yang sungguh tak kupercaya aku pernah melaluinya. Tapi pemandangan gedung pencakar langit kawasan Cito sempat membuatku bersemangat. Yeah! peradabanku telah berubah. Setelahnya isinya hanya tipuan!
Terminal Joyoboyo adalah tempat yang bisa menguras kesabaran dan segenap prasangka buruk. Aku berprasangka sedemikian buruknya terhadap kota Surabaya, karena ketiga saudaraku pernah mengadu nasib di kota ini dan ketiganya sepakat bahwa Surabaya adalah kota dengan tingkat kriminalitas dan kebejatan moral yang tinggi. Aku cukup was-was. Tapi tekadku yang bulat mampu resisten terhadap pikiran-pikiran burukku. Jadi aku melaju dengan bemo pertama yang aku naiki setelah saat ini aku sudah bereksperimen dengan segala macam bemo. T2 berwarna kuning pucat menghantarkanku menuju kawasan Mulyosari, tujuan bulatku. Betapa jauhnya dan mencemaskannya karena aku tidak tahu seperti apa tempat yang aku tuju. Dan lebih beratnya lagi aku membawa koper besar selayaknya TKW pulang kampung. Aku hanya mengandalkan petunjuk si sopir yang betapa beruntungnya aku karena dia melupakanku pada akhirnya. Singkat kata, dari Joyoboyo ke Mulyosari saja aku butuh transit hingga 3 kali naik bemo yang bertipe sama. Dam*!
Begitu sampai di tempat tujuan. Takjub sekali ya, masih tersisa kawasan yang lumayan rindang di tengah kota Surabaya yang seperti neraka dunia. Namun aku belum bisa bernafas lega, karena segala urusan baru dimulai sekarang. Aku harus memperjuangkan nasib karena aku sudah tidak menemui jalan untuk kembali. Apakah yang sesungguhnya terjadi??.................................... to be continued! ^_^
Januari 31, 2012
it's YUI's line
--> TAIYOU NO UTA

Belakangan lagu yang sedang nge-hits dalam hidupku adalah lagu-lagu YUI. Aku mengenal YUI setelah menonton film "Taiyou No Uta" (Song Of The Sun). Film ini bercerita mengenai kisah cinta seorang gadis yang memiliki bakat music yang sangat tinggi, ia mampu memainkan gitar dengan sangat baik serta menciptakan beberapa lagu yang kemudian ia tampilkan di jalan pada malam hari. Tokoh itu bernama Kaoru Amane, pengidap penyakit Xeroderma Pigmentosum yaitu sejenis penyakit kulit berbahaya dimana sinar ultraviolet adalah ancaman terbesar bagi hidupnya.
Kisah kasih manis antara dirinya dengan seorang pemuda bernama Fujishiro Koji bermula saat diam-diam dari cendela kamarnya Kaoru mengamati tingkah polah konyolnya. Kemudian sampailah pada suatu moment dimana Kaoru secara nekat mengejar Fujishiro dan memperkenalkan diri dengan sangat konyol. Ia berlari mengejar Fujishiro hingga akhirnya menabraknya sampai jatuh. Dengan sangat innocence ia memperkenalkan diri"Moshi-moshi, aku Kaoru Amane. Aku suka pisang dan aku belum punya pacar"....
Setelah perkenalan itu mereka bertemu kembali. Dan pertemuan mereka
selalu di tengah malam. Fujishiro sangat mengagumi kemampuan bermusik Kaoru. Ia bahkan mengajak Kaoru untuk Street Perform di tengah kota yang ramai. Permasalahan muncul saat Fujishiro ingin sekali menunjukkan pada Kaoru indahnya Sunrise. Kaoru tidak lagi muncul setelah tragedi Sunrise-nya. Sampai kemudian karena melihat kegelisahannya, orang tua Kaoru tiba-tiba mengundang Fujishiro untuk makan malam. Dalam kesempatan itu Fujishiro meminta Kaoru untuk mengikuti rekaman atas karya-karyanya. Ia bahkan rela bekerja sampingan untuk membiayainya.
Hahh.. semanis apapun kisah didalamnya, bagaimanapun juga Kaoru tutup usia di tengah kepopuleran lagu-lagunya. Film genre romantis di Asia itu ada dua jenis alur cerita: sengsara sampai habis namun sehat, atau bahagia tapi akan segera mati. Sepertinya, kehidupan dan cinta itu adalah hal yang berlawanan: Kalau kau menginginkan cinta maka kehidupan akan segrea berakhir bagimu. Pilih saja hidup hambar tanpa cinta tapi setidaknya hidupmu berlangsung lama. Inilah sinismeku terhadap kisah-kisah romantis Jepang dan Asia pada umumnya. Genre yang sama bisa ditemukan di film: Boku No Hatsukoi Kimi ni Sasagu (I give my first Love to you), Ichi Ritoru no Namida (One Litre Of Tears), dan many more...
--> SHORT-STORY of YUI

YUI adalah musisii berbakat yang hadir ke industri musik Jepang atas berkatnya yang memang muncul dari alam. Gadis yang lahir pada tanggal 26 Maret 1987 ini mengawali karir bermusiknya sebagai musisi jalanan (bagaimanapun juga jangan membayangkan musisi jalanan di Jepang selayaknya pengamen di sini - Beda jauh- ). Karir musik profesionalnya dimulai saat ia kemudian mengikuti suatu audisi rekaman. Setelah berhasil rekaman, lagu-lagunya yang dirilis pada waktu itu kemudian menyedot perhatian banyak orang . Lagu-lagu YUI saat debut seperti "Why Me?", "It's Happy Line", dan dan "I know" langsung mendapat sambuta yang begitu baik di peredaran. Karirnya pun Menanjak seiring bergulirnya waktu. Sekarang YUI adalah salah satu musisi bessar di Jepang. Ia telah mengeluarkan kurang lebihnya 6 album dan 24 single.
Beberapa lagunya yang menjadi Hits baik di Jepang maupun di Seantero Asia diantaranya adalah "Good Bye Days" yang menjadi salah satu soundtrack filmnya - Taiyou No Uta-, kemudian 'I remeber You' yang menurutku sangat manis baik lirik maupun musiknya, dan kemudian yang nge-hits bagi pecinta anime seluruh dunia adalah lagu "Rolling Star" dan "Life" yang menjadi soundtrack bagi anime jepang BLEACH.
(Sumber: Wikipedia)
--> MY FAVORITE SONG
Secara keseluruhan aku suk
a semua lagu YUI. Secara khusus YUI menciptakan lagui-lagu itu. Semuanya mengalun begitu indah dan dengan lirik yang benar-benar dari hati dan natural. Aku suka gaya bermusik YUI yang sederhana namun bermakna dalam. Lantunan musik YUI adalah lantunan kehidupanku. Semua lagu YUI adalah soundtrack kehidupanku, namun tentu saja aku memiliki yang favorite di antara yang paling kusukai. Beberapa diantaranya adalah;
- I Remember You
- Tokyo
- Goodbye Days
- Blue Wind
- Swing of Lie
- It's Happy Line
- I can't Say
Untuk saat ini lagu yang sering kudengar saat bangun tidur dan yang akan kudengarkan berulang-ulang sebagai pembangun mood adalah I Remember You dan Tokyo. Berikut lirik lagu I remember You yang sangat aku sukai (English Translation)...

Belakangan lagu yang sedang nge-hits dalam hidupku adalah lagu-lagu YUI. Aku mengenal YUI setelah menonton film "Taiyou No Uta" (Song Of The Sun). Film ini bercerita mengenai kisah cinta seorang gadis yang memiliki bakat music yang sangat tinggi, ia mampu memainkan gitar dengan sangat baik serta menciptakan beberapa lagu yang kemudian ia tampilkan di jalan pada malam hari. Tokoh itu bernama Kaoru Amane, pengidap penyakit Xeroderma Pigmentosum yaitu sejenis penyakit kulit berbahaya dimana sinar ultraviolet adalah ancaman terbesar bagi hidupnya.
Kisah kasih manis antara dirinya dengan seorang pemuda bernama Fujishiro Koji bermula saat diam-diam dari cendela kamarnya Kaoru mengamati tingkah polah konyolnya. Kemudian sampailah pada suatu moment dimana Kaoru secara nekat mengejar Fujishiro dan memperkenalkan diri dengan sangat konyol. Ia berlari mengejar Fujishiro hingga akhirnya menabraknya sampai jatuh. Dengan sangat innocence ia memperkenalkan diri"Moshi-moshi, aku Kaoru Amane. Aku suka pisang dan aku belum punya pacar"....
Setelah perkenalan itu mereka bertemu kembali. Dan pertemuan mereka
selalu di tengah malam. Fujishiro sangat mengagumi kemampuan bermusik Kaoru. Ia bahkan mengajak Kaoru untuk Street Perform di tengah kota yang ramai. Permasalahan muncul saat Fujishiro ingin sekali menunjukkan pada Kaoru indahnya Sunrise. Kaoru tidak lagi muncul setelah tragedi Sunrise-nya. Sampai kemudian karena melihat kegelisahannya, orang tua Kaoru tiba-tiba mengundang Fujishiro untuk makan malam. Dalam kesempatan itu Fujishiro meminta Kaoru untuk mengikuti rekaman atas karya-karyanya. Ia bahkan rela bekerja sampingan untuk membiayainya.Hahh.. semanis apapun kisah didalamnya, bagaimanapun juga Kaoru tutup usia di tengah kepopuleran lagu-lagunya. Film genre romantis di Asia itu ada dua jenis alur cerita: sengsara sampai habis namun sehat, atau bahagia tapi akan segera mati. Sepertinya, kehidupan dan cinta itu adalah hal yang berlawanan: Kalau kau menginginkan cinta maka kehidupan akan segrea berakhir bagimu. Pilih saja hidup hambar tanpa cinta tapi setidaknya hidupmu berlangsung lama. Inilah sinismeku terhadap kisah-kisah romantis Jepang dan Asia pada umumnya. Genre yang sama bisa ditemukan di film: Boku No Hatsukoi Kimi ni Sasagu (I give my first Love to you), Ichi Ritoru no Namida (One Litre Of Tears), dan many more...
--> SHORT-STORY of YUI

YUI adalah musisii berbakat yang hadir ke industri musik Jepang atas berkatnya yang memang muncul dari alam. Gadis yang lahir pada tanggal 26 Maret 1987 ini mengawali karir bermusiknya sebagai musisi jalanan (bagaimanapun juga jangan membayangkan musisi jalanan di Jepang selayaknya pengamen di sini - Beda jauh- ). Karir musik profesionalnya dimulai saat ia kemudian mengikuti suatu audisi rekaman. Setelah berhasil rekaman, lagu-lagunya yang dirilis pada waktu itu kemudian menyedot perhatian banyak orang . Lagu-lagu YUI saat debut seperti "Why Me?", "It's Happy Line", dan dan "I know" langsung mendapat sambuta yang begitu baik di peredaran. Karirnya pun Menanjak seiring bergulirnya waktu. Sekarang YUI adalah salah satu musisi bessar di Jepang. Ia telah mengeluarkan kurang lebihnya 6 album dan 24 single.
Beberapa lagunya yang menjadi Hits baik di Jepang maupun di Seantero Asia diantaranya adalah "Good Bye Days" yang menjadi salah satu soundtrack filmnya - Taiyou No Uta-, kemudian 'I remeber You' yang menurutku sangat manis baik lirik maupun musiknya, dan kemudian yang nge-hits bagi pecinta anime seluruh dunia adalah lagu "Rolling Star" dan "Life" yang menjadi soundtrack bagi anime jepang BLEACH.
(Sumber: Wikipedia)
--> MY FAVORITE SONG
Secara keseluruhan aku suk
a semua lagu YUI. Secara khusus YUI menciptakan lagui-lagu itu. Semuanya mengalun begitu indah dan dengan lirik yang benar-benar dari hati dan natural. Aku suka gaya bermusik YUI yang sederhana namun bermakna dalam. Lantunan musik YUI adalah lantunan kehidupanku. Semua lagu YUI adalah soundtrack kehidupanku, namun tentu saja aku memiliki yang favorite di antara yang paling kusukai. Beberapa diantaranya adalah;- I Remember You
- Tokyo
- Goodbye Days
- Blue Wind
- Swing of Lie
- It's Happy Line
- I can't Say
Untuk saat ini lagu yang sering kudengar saat bangun tidur dan yang akan kudengarkan berulang-ulang sebagai pembangun mood adalah I Remember You dan Tokyo. Berikut lirik lagu I remember You yang sangat aku sukai (English Translation)...

The wind on my face is so cold.
But it reminds me of the sky, when we were together.
I can still see the ocean from my house
I'm looking and waiting for you here.
The days have changed and gone by,
But our summer is still there, in my surfboard
I remember the sun then, like it was yesterday
Ne, I can still hear your voice.
You said to me "I'm not going cry, ý?
We waved each other goodbye silently.
We didn't say any words: our hands did that for us.
You melted into the sunset, but I Remember You.
Every time I hold your old, rusty guitar,
I hear our song tugging at my heart.
The days seem so cloudy now,
Passing by one after the other.
But I remember thinking:
"I know we're living for someone.ý?
Yeah, the sun told that to me.
Ne, I can still hear you.
(Lyrics: lyricsmode.com)But it reminds me of the sky, when we were together.
I can still see the ocean from my house
I'm looking and waiting for you here.
The days have changed and gone by,
But our summer is still there, in my surfboard
I remember the sun then, like it was yesterday
Ne, I can still hear your voice.
You said to me "I'm not going cry, ý?
We waved each other goodbye silently.
We didn't say any words: our hands did that for us.
You melted into the sunset, but I Remember You.
Every time I hold your old, rusty guitar,
I hear our song tugging at my heart.
The days seem so cloudy now,
Passing by one after the other.
But I remember thinking:
"I know we're living for someone.ý?
Yeah, the sun told that to me.
Ne, I can still hear you.
Januari 27, 2012
BAGPACKER-an With Boo : Trip 2 BALI
Ok BOO.. Mari kita membahas topik ringan kali ini ^_^
Jadi sebenarnya ini adalah sarana pembalasanku karena tidak dapat travelling selama liburan akhir semester T.T. Why?? because --> Bokek, --> sibuk ber-cemungku (apa itu? rahasia :D), --> Tidak ada destination, --> terlalu cinta Surabaya (antara jujur dan bohong, heheheeh). Alhasil apa yang kudapat selama liburan ini?. Bisa dikatakan cukup seru sebanding dengan petualangan bagpacker-an yang selama ini. Minggu pertama setelah sekian lama tidak merasakannya, aku jatuh sakit. Aku flu: demam tinggi di malam hari, batuk dan pilek --> penyakit gak mboizz. Kemudian dari pada itu, di tengah-tengah aktivitas yang mulai padat (cemungku-an yang kadang kurasa GEJE) aku tertimpa musibah kecil--> kecelakaan. Sungguh moment itu lagi-lagi mengingatkanku agar segera bertaubat. Man... aku berada pada posisi yang rawan, sungguh kusyukuri kenyataan kini aku masih bisa ngePost hal GEJE ini di blog GEJE-ku :P.
Ah.. sudahlah! aku malas membahas perihal liburan semesterku yang suram ini. Mari kita bahas topik yang seruuuu....!!!. So, bagpackerista yang imo0e3dts-imuetsszz, saya akan memulai tips & trick bagi kalian yang berdomisili di Surabaya dan ingin keliling Jawa. First Destination -->
Pulau Dewata Bali!!
FIRST LAP--> WELCOME TO PURABAYA
Biasanya aku paling laris apabila lagi mengangkat topik ini saat berkomplot ria bersama kawand-kawand. So, mulailah perjalananmu dari terminal Purabaya (Bungurasih.red) dan kemudian siapkan logam Rp. 200 untuk biaya peron. Bagi kalian yang amat pelit sekali (kayak aku :D) diharapkan menyiapkan uang pas, karena besar kemungkinan kalau kalian gak dapat uang kembali, kalaupun ada seringkali gak sesuai dengan yang seharusnya diterima, hahhaha.. biasa budaya bangsa yang luhur :D.
Setelah lolos dari pinti masuk, kalian berupayalah menunju tempat pemberhentian bis dengan upaya kalian sendiri, karena apa
??. Apabila kalian bertanya, besar kemungkinan kalian akan menjadi korban keganasan preman Bungurasih; e.g --> tiba-tiba tas kalian diangkat dan orangnya lari membawa 'gombalan' kalian dan harta benda didalam tas, atau kalau agak beruntung kalian akan diantar ke tempatnya tapi tetap saja ditodong fee mengantar (berkisar antara Rp. 5000 - Rp. 20.000 yang biasanya berdalih "uang rokok" (emang aku emaknya harus ngasih dia uang rokok???)
KAPING PINDHO: AWAS BAHAYA LATEN CALO DKK
Ada orang cerdas yang menimpali omonganku sampai dititik ini, orang itu bilang; " Ya tanyanya ke petugas saja tho Niethhhh???". Yak! usulan yang bagus, tapi tetap saja sama bodohnya. Karena apa??. Meskipun petugas tidak minta langsung ke kita, ia akan memintanya ke-pak pemegang karcis bis fee membawakan penumpang bagi bis mereka. Alhasil kita juga nanti yang dimintai fee tambahan oleh kru bisnya. Oh, Man!
Jadi saranku, meskipun itu kali pertama bagi kalian mendatangi terminal Purabaya yang luas dan padat, kalian harus bisa mandiri nyari plang nama kota destinasi di setiap lokasi parkir bis. Pasti ada yang menghampiri kalian, itu sudah suatu keniscayaan bagi orang yang memasang muka bego di terminal. Jadi perhjatikan tips ku --> Pasanglah wajah intelek seintelek mungkin seakan kalian sudah bergelar Prof, Dr, P.hd heheheheeheh... Tak kalah pentingnya bagi kalian untuk memasang wajah jutek nan judes (yang sudah dikodrati tampang semacam itu dari orok - kayak aku- bersyukurlah karena kalian adalah orang-orang terpilih yang akan senantiasa terjauhkan dari bahaya orang iseng, hehehehehehhe).
#3 --> SMART WAY 4 BUDGET
Setelah nemu bus, usahakan itu bus dengan merk ZENA. Bukannya aku promosi aku juga gak dikasih apa-apa oleh ZENA dalam mem-posting namanya disini (blogku soalnya gak laku-laku amat sih - bahkan nyaris gak ada yang negok kecuali teman-temanku yang aku paksa ngintip demi kepuasaan moralku, ;D). Karena apa??? karena bis ZENA itu bagus, ada kamar mandi didalam bus dan temapatnya nyaman, kita juga dapat selimut. Nah tak kalah pentingnya dari kesemua tips & trick yang pernah ada di dunia bagpacker adalah masalah budget. Begitu kalian ketemu bis kalian akan di cegat oleh kru bis yang membawa sejenis kuitansi. Kalian akan disodorkan tarif yang fantastis. Biasanya dimulai dengan angka Rp. 250.000. Apabila kalian mendengar angka itu, maka segeralah menyeringai. Itu sungguh keterlaluan! kenapa kalian gak naik pesawat saja kalau punya duwit sebanyak itu???. Tarif rata-rata bis PATAS Surabaya-Bali berkisar antara Rp 100.000 sampai 125.000. Please, lebih dari itu jangan mau!. Pergi saja dan cari alternatif lain --> cari bis jurusan Jember dan nanti transit di Jember cari bis jurusan Bali. Sebenarnya cara ini lebih ekonomis, karena perkiraan uang yang kalian keluarkan diantara kurang lebih Rp. 80.000. Tapi ya itu, kalian akan lumayan lelah karena gal bisa beristirahat dengan baik (beristirajhat dengan baik yang kumaksud adalah tidur selama kurang lebih 10 jam bermula pada saat bis jalan- sampai Porong hingga sampai Paiton biasanya aku tertidur--> hibernasi).
THE FOURTH ESTATE: "BAGPACKER @ THE RESTO???"
Jangan khawatir kelaparan, karena nanti begitu sampai Situbondo kalian akan berhenti di rumah makan yang ya begitulah... Benar-benar makan seadanya yang seringkali nasinya belum begitu matang sehingga tenggorokan kalian yang sensitif serasa sedang makan paku, Oh Man!. Tips tambahan --> Jangan biarkan barang berharga anda seperti laptop, HP, Dompet yang berisi duwit banyak atau ATM yang banyak isinya di dalam bis. Bawa saja bersama anda kemanapun anda pergi. Banyak kejadian kehilangan saat penumpang turun ke rumah makan dan meninggalkan barang berharga tersebut di dalam bis. Bahkan pacar anda yang sedang mabuk kendaraan dan gak nafsu makan, tolong tetap dibawa kemanapun kalian pergi. Antisipasi diapun akan di-maling orang lain, ehem!!
THE CLICK 5 # PRAHARA TITANIC
Nah! Setelah bis kalian memasuki kapal, untuk refreshing usahakan turun dari bis dan naik kelantai 2 maupun 3 di kapal. Jangan berdiam diri di bis, karena ada kemungkinan arus laut sedang tinggi dan lantai dasar menjadi banjir sehingga akan menyebabkan gangguan jiwa kalian karen aberfikir kapal telah menabrak gunung es (Titanic maniak.. mana ada gunung es di selat Bali???). Tapi antisipasi perlu dilakukan mengingat bisa saja kapal tenggelam dan kalain yang berada di lantai dasar kan akan tenggelam terlebih dahulu tanpa sempat dievakuasi. Tips plus-plus lagi --> jangan pernah coba-coba beli makanan di dalam kapal. Selain harganya yang setinggi langit, makanan disana juga tidak higienis. Yang paling menyenangkan dari kegiatan didalam kapal adalah berada diberanda kapal dimana kalian bisa merasakan semilir angin laut yang sejuk dan cepat menyebabkan masuk angin. Sambil aji mumpung buang sendal maupun pakaian dalam (maaf!) sebagai ritual buang sial agar perjalanan kalian sesampai di pulau dewata 100% menyenangkan dan terhindar dari berbagai bentuk kesialan (contohnya selalu mengalami kecelakaan ringan dan sedikit berat setiap berada di Bali - pengalamann pribadi.red).
SIX - A- SIX = IT'S TIME TO BE AN OSCAR WINNER!
Last but not Least, persiapkan KTP baik-baik begitu telah mendarat di Gilimanuk. Apabila KTP mati atau ketinggalan atau memang tidak punya KTP (warga illegal) sebaiknya berpura-puralah tidur dengan segenap kemampuan acting kalian. Karena besar kemungkinan kalian akan coba dipaksa bangun oleh petugas pemeriksa maupun kru bis. Tapi karen adurasi pemeriksaan yang singkat, mereka akan dengan sendirinya menyerah dengan segenap perasaan jengkel (kadang kalau sedang sangat beruntung kalian akan dapat satu syahadad orang kafir * misuh.red). Kenapa kalian patut sangat menghindari pemeriksaan KTP apabila kalian tidak ada KTP?. Karena lagi-lagi akan menyebabkan kalian merogoh kocek lumayan dalam; Rp. 50.000 Cakkk!!!. Lalu kalau kalian tidak bakat acting maupun tidak mau menanggung dosa (padahal opsi hanya ada 2: keluar uang atau berdosa! heheehehe), yah satu-satunya jalan adalah memnafaatkan intelektualitas kalian untuk mendebat petugas. Atau kalau kalian type cewek-cewek genit, sedikitlah bergenit-genit ria maka kalian akan selamat (Astaghfirullah...).
7 WONDERS: THE ISLAND OF THE GOD
Benar-benar tips terakhir nih.. Jangan memejamnkan mata kalia
n apabila ban bis sudah menyentuh tanah Dewata. Karena apa?? Pemandangannya Man!!! Fantastis. Kau akan melihat pura-pura indah, sawah terasering, hutan yang sejuk, dan nuansa mistis yang mendebarkan sekaligus romantis ^_^. Dan yang paling fenomenal bagiku adalah ketika bis melewati suatu daerah (tidak tau mana itu??) yang mana jalan rayanya deket banget sama pantai. Hanya berjarak beberapa meter saja. God! Indah banget pemandangan pantainya.. Kalian serasa sedang tour sepanjang pantai dengan mengendarai bis pariwisata. I think that's enough for this season. See u in the next destination, Muachhhhh.....
Ah.. sudahlah! aku malas membahas perihal liburan semesterku yang suram ini. Mari kita bahas topik yang seruuuu....!!!. So, bagpackerista yang imo0e3dts-imuetsszz, saya akan memulai tips & trick bagi kalian yang berdomisili di Surabaya dan ingin keliling Jawa. First Destination -->
Pulau Dewata Bali!!
FIRST LAP--> WELCOME TO PURABAYA
Biasanya aku paling laris apabila lagi mengangkat topik ini saat berkomplot ria bersama kawand-kawand. So, mulailah perjalananmu dari terminal Purabaya (Bungurasih.red) dan kemudian siapkan logam Rp. 200 untuk biaya peron. Bagi kalian yang amat pelit sekali (kayak aku :D) diharapkan menyiapkan uang pas, karena besar kemungkinan kalau kalian gak dapat uang kembali, kalaupun ada seringkali gak sesuai dengan yang seharusnya diterima, hahhaha.. biasa budaya bangsa yang luhur :D.
Setelah lolos dari pinti masuk, kalian berupayalah menunju tempat pemberhentian bis dengan upaya kalian sendiri, karena apa
??. Apabila kalian bertanya, besar kemungkinan kalian akan menjadi korban keganasan preman Bungurasih; e.g --> tiba-tiba tas kalian diangkat dan orangnya lari membawa 'gombalan' kalian dan harta benda didalam tas, atau kalau agak beruntung kalian akan diantar ke tempatnya tapi tetap saja ditodong fee mengantar (berkisar antara Rp. 5000 - Rp. 20.000 yang biasanya berdalih "uang rokok" (emang aku emaknya harus ngasih dia uang rokok???)KAPING PINDHO: AWAS BAHAYA LATEN CALO DKK
Ada orang cerdas yang menimpali omonganku sampai dititik ini, orang itu bilang; " Ya tanyanya ke petugas saja tho Niethhhh???". Yak! usulan yang bagus, tapi tetap saja sama bodohnya. Karena apa??. Meskipun petugas tidak minta langsung ke kita, ia akan memintanya ke-pak pemegang karcis bis fee membawakan penumpang bagi bis mereka. Alhasil kita juga nanti yang dimintai fee tambahan oleh kru bisnya. Oh, Man!
Jadi saranku, meskipun itu kali pertama bagi kalian mendatangi terminal Purabaya yang luas dan padat, kalian harus bisa mandiri nyari plang nama kota destinasi di setiap lokasi parkir bis. Pasti ada yang menghampiri kalian, itu sudah suatu keniscayaan bagi orang yang memasang muka bego di terminal. Jadi perhjatikan tips ku --> Pasanglah wajah intelek seintelek mungkin seakan kalian sudah bergelar Prof, Dr, P.hd heheheheeheh... Tak kalah pentingnya bagi kalian untuk memasang wajah jutek nan judes (yang sudah dikodrati tampang semacam itu dari orok - kayak aku- bersyukurlah karena kalian adalah orang-orang terpilih yang akan senantiasa terjauhkan dari bahaya orang iseng, hehehehehehhe).
#3 --> SMART WAY 4 BUDGET
Setelah nemu bus, usahakan itu bus dengan merk ZENA. Bukannya aku promosi aku juga gak dikasih apa-apa oleh ZENA dalam mem-posting namanya disini (blogku soalnya gak laku-laku amat sih - bahkan nyaris gak ada yang negok kecuali teman-temanku yang aku paksa ngintip demi kepuasaan moralku, ;D). Karena apa??? karena bis ZENA itu bagus, ada kamar mandi didalam bus dan temapatnya nyaman, kita juga dapat selimut. Nah tak kalah pentingnya dari kesemua tips & trick yang pernah ada di dunia bagpacker adalah masalah budget. Begitu kalian ketemu bis kalian akan di cegat oleh kru bis yang membawa sejenis kuitansi. Kalian akan disodorkan tarif yang fantastis. Biasanya dimulai dengan angka Rp. 250.000. Apabila kalian mendengar angka itu, maka segeralah menyeringai. Itu sungguh keterlaluan! kenapa kalian gak naik pesawat saja kalau punya duwit sebanyak itu???. Tarif rata-rata bis PATAS Surabaya-Bali berkisar antara Rp 100.000 sampai 125.000. Please, lebih dari itu jangan mau!. Pergi saja dan cari alternatif lain --> cari bis jurusan Jember dan nanti transit di Jember cari bis jurusan Bali. Sebenarnya cara ini lebih ekonomis, karena perkiraan uang yang kalian keluarkan diantara kurang lebih Rp. 80.000. Tapi ya itu, kalian akan lumayan lelah karena gal bisa beristirahat dengan baik (beristirajhat dengan baik yang kumaksud adalah tidur selama kurang lebih 10 jam bermula pada saat bis jalan- sampai Porong hingga sampai Paiton biasanya aku tertidur--> hibernasi).
THE FOURTH ESTATE: "BAGPACKER @ THE RESTO???"
Jangan khawatir kelaparan, karena nanti begitu sampai Situbondo kalian akan berhenti di rumah makan yang ya begitulah... Benar-benar makan seadanya yang seringkali nasinya belum begitu matang sehingga tenggorokan kalian yang sensitif serasa sedang makan paku, Oh Man!. Tips tambahan --> Jangan biarkan barang berharga anda seperti laptop, HP, Dompet yang berisi duwit banyak atau ATM yang banyak isinya di dalam bis. Bawa saja bersama anda kemanapun anda pergi. Banyak kejadian kehilangan saat penumpang turun ke rumah makan dan meninggalkan barang berharga tersebut di dalam bis. Bahkan pacar anda yang sedang mabuk kendaraan dan gak nafsu makan, tolong tetap dibawa kemanapun kalian pergi. Antisipasi diapun akan di-maling orang lain, ehem!!
THE CLICK 5 # PRAHARA TITANIC
Nah! Setelah bis kalian memasuki kapal, untuk refreshing usahakan turun dari bis dan naik kelantai 2 maupun 3 di kapal. Jangan berdiam diri di bis, karena ada kemungkinan arus laut sedang tinggi dan lantai dasar menjadi banjir sehingga akan menyebabkan gangguan jiwa kalian karen aberfikir kapal telah menabrak gunung es (Titanic maniak.. mana ada gunung es di selat Bali???). Tapi antisipasi perlu dilakukan mengingat bisa saja kapal tenggelam dan kalain yang berada di lantai dasar kan akan tenggelam terlebih dahulu tanpa sempat dievakuasi. Tips plus-plus lagi --> jangan pernah coba-coba beli makanan di dalam kapal. Selain harganya yang setinggi langit, makanan disana juga tidak higienis. Yang paling menyenangkan dari kegiatan didalam kapal adalah berada diberanda kapal dimana kalian bisa merasakan semilir angin laut yang sejuk dan cepat menyebabkan masuk angin. Sambil aji mumpung buang sendal maupun pakaian dalam (maaf!) sebagai ritual buang sial agar perjalanan kalian sesampai di pulau dewata 100% menyenangkan dan terhindar dari berbagai bentuk kesialan (contohnya selalu mengalami kecelakaan ringan dan sedikit berat setiap berada di Bali - pengalamann pribadi.red).
SIX - A- SIX = IT'S TIME TO BE AN OSCAR WINNER!
Last but not Least, persiapkan KTP baik-baik begitu telah mendarat di Gilimanuk. Apabila KTP mati atau ketinggalan atau memang tidak punya KTP (warga illegal) sebaiknya berpura-puralah tidur dengan segenap kemampuan acting kalian. Karena besar kemungkinan kalian akan coba dipaksa bangun oleh petugas pemeriksa maupun kru bis. Tapi karen adurasi pemeriksaan yang singkat, mereka akan dengan sendirinya menyerah dengan segenap perasaan jengkel (kadang kalau sedang sangat beruntung kalian akan dapat satu syahadad orang kafir * misuh.red). Kenapa kalian patut sangat menghindari pemeriksaan KTP apabila kalian tidak ada KTP?. Karena lagi-lagi akan menyebabkan kalian merogoh kocek lumayan dalam; Rp. 50.000 Cakkk!!!. Lalu kalau kalian tidak bakat acting maupun tidak mau menanggung dosa (padahal opsi hanya ada 2: keluar uang atau berdosa! heheehehe), yah satu-satunya jalan adalah memnafaatkan intelektualitas kalian untuk mendebat petugas. Atau kalau kalian type cewek-cewek genit, sedikitlah bergenit-genit ria maka kalian akan selamat (Astaghfirullah...).
7 WONDERS: THE ISLAND OF THE GOD
Benar-benar tips terakhir nih.. Jangan memejamnkan mata kalia
n apabila ban bis sudah menyentuh tanah Dewata. Karena apa?? Pemandangannya Man!!! Fantastis. Kau akan melihat pura-pura indah, sawah terasering, hutan yang sejuk, dan nuansa mistis yang mendebarkan sekaligus romantis ^_^. Dan yang paling fenomenal bagiku adalah ketika bis melewati suatu daerah (tidak tau mana itu??) yang mana jalan rayanya deket banget sama pantai. Hanya berjarak beberapa meter saja. God! Indah banget pemandangan pantainya.. Kalian serasa sedang tour sepanjang pantai dengan mengendarai bis pariwisata. I think that's enough for this season. See u in the next destination, Muachhhhh.....Januari 24, 2012
My Story: Classical
- WUTHERING HEIGHTS -
by. Emily Bronte
"Catherine Earnshaw, semoga jiwamu mengembara sepanjang hidupku. Hantuilah diriku! Berubahlah dalam bentuk apa pun yang kau sukai, lalu rasukilah diriku, biarkan aku jadi gila karenanya!"

Petikan di atas tertera dalam novel "Wuthering Heights" karya Emily Bronte. Novel ini dinilai sebagai sebuah novel percintaan yang 'gelap' dalam artian banyak disisipi hal-hal mistis. Namun menurutku tidak sepenuhnya begitu, Bronte rupanya hanya setengah-setengah dalam 'menggelapkan' novelnya. Hal-hal mistis hanya ditunjukkan diawal dan diakhir yang mana menurutku kurang memiliki greget. Romantisme sebuah percintaan klasik kurang ditonjolkan, sebagai pembaca awam saya sedikit menemui kebingungan seusai membaca novel ini sampai tamat; "Hal manakah yang dianggap romantis?, sebenarnya sekuat apakah cinta Heathcliff dan Catherine?". Karena memang nyaris sama sekali tidak ada moment-moment keromantisan di antara mereka dalam novel tersebut. Saya bahkan mengalami sedikit keidak yakinan akan cinta Catherine terhadap Heathcliff, karena sama sekali tidak ada bukti konkret atas eksisnya perasaan cinta tersebut, kecuali pada saat Catherine menceritakan perasaannya terhadap Heathcliff pada Mrs. Dean sebelum menerima pinangan Linton.
- Original Version -
Kemudian mengenai Heathcliff sendiri, saya rasa meskipun keseluruhan isi cerita berupaya menunjukkan kekuatan cinta dan keteguhan hati seorang Heathcliff, namun sosok Heathcliff sendiri kurang terlihat menonjol dikarenakan sama sekali dinihilkan dari berbagai keistimewaan. Pembaca tentunya tidak ad
a yang mendambakan sesosok laki-laki seperti Heathcliff sebagai pendampingnya (apalagi itu seorang single berkriteria terlalu tinggi tanpa berkaca dulu dengan b aik - seperti saya - ). Meskipun cinta Heathcliff terhadap Catherine begitu luar biasa gilanya, namun dia merupakan tokoh yang hampir membuat para pembaca begitu jengkel. Dari awal dia tidak dimodalai oleh ketegasan dalam memperjuangkan cintanya, kemudian setelah mengalami kegagalan cinta dia hidup sebagai manusia super licik yang berperangai luar biasa buruk, lalu apa yang dapat kita petik dari tingkah laku Heathcliff???. Saya yakin Bronte punya pesan yang luar biasa berharga menegnai cinta yang ia pahami, dan saya belum cukup mengerti (terlalu berat mungkin muatannya ya? maklum amatiran, heheheheheh....)
(Indonesian Version - Qanita)
- Original Version -
by. Emily Bronte
"Catherine Earnshaw, semoga jiwamu mengembara sepanjang hidupku. Hantuilah diriku! Berubahlah dalam bentuk apa pun yang kau sukai, lalu rasukilah diriku, biarkan aku jadi gila karenanya!"

Petikan di atas tertera dalam novel "Wuthering Heights" karya Emily Bronte. Novel ini dinilai sebagai sebuah novel percintaan yang 'gelap' dalam artian banyak disisipi hal-hal mistis. Namun menurutku tidak sepenuhnya begitu, Bronte rupanya hanya setengah-setengah dalam 'menggelapkan' novelnya. Hal-hal mistis hanya ditunjukkan diawal dan diakhir yang mana menurutku kurang memiliki greget. Romantisme sebuah percintaan klasik kurang ditonjolkan, sebagai pembaca awam saya sedikit menemui kebingungan seusai membaca novel ini sampai tamat; "Hal manakah yang dianggap romantis?, sebenarnya sekuat apakah cinta Heathcliff dan Catherine?". Karena memang nyaris sama sekali tidak ada moment-moment keromantisan di antara mereka dalam novel tersebut. Saya bahkan mengalami sedikit keidak yakinan akan cinta Catherine terhadap Heathcliff, karena sama sekali tidak ada bukti konkret atas eksisnya perasaan cinta tersebut, kecuali pada saat Catherine menceritakan perasaannya terhadap Heathcliff pada Mrs. Dean sebelum menerima pinangan Linton.
- Original Version -
Kemudian mengenai Heathcliff sendiri, saya rasa meskipun keseluruhan isi cerita berupaya menunjukkan kekuatan cinta dan keteguhan hati seorang Heathcliff, namun sosok Heathcliff sendiri kurang terlihat menonjol dikarenakan sama sekali dinihilkan dari berbagai keistimewaan. Pembaca tentunya tidak ad
a yang mendambakan sesosok laki-laki seperti Heathcliff sebagai pendampingnya (apalagi itu seorang single berkriteria terlalu tinggi tanpa berkaca dulu dengan b aik - seperti saya - ). Meskipun cinta Heathcliff terhadap Catherine begitu luar biasa gilanya, namun dia merupakan tokoh yang hampir membuat para pembaca begitu jengkel. Dari awal dia tidak dimodalai oleh ketegasan dalam memperjuangkan cintanya, kemudian setelah mengalami kegagalan cinta dia hidup sebagai manusia super licik yang berperangai luar biasa buruk, lalu apa yang dapat kita petik dari tingkah laku Heathcliff???. Saya yakin Bronte punya pesan yang luar biasa berharga menegnai cinta yang ia pahami, dan saya belum cukup mengerti (terlalu berat mungkin muatannya ya? maklum amatiran, heheheheheh....)(Indonesian Version - Qanita)
- PRIDE AND PREJUDICE -
by. Jane Auten
" Faktanya adalah, kau sudah lelah menerima kesopanan, kehormatan, dan perhatian yang berlebihan. Kau sudah muak dengan para wanita yang berbicara, memandang, dan berusaha keras untuk mencari persetujuan darimu. Lalu aku datang, dan kau langsung tertarik karena aku sangat berbeda dari mereka."
by. Jane Auten
" Faktanya adalah, kau sudah lelah menerima kesopanan, kehormatan, dan perhatian yang berlebihan. Kau sudah muak dengan para wanita yang berbicara, memandang, dan berusaha keras untuk mencari persetujuan darimu. Lalu aku datang, dan kau langsung tertarik karena aku sangat berbeda dari mereka."
Kata - kata ini terungkap begitu ringan dari bibir Elizabeth Bennet, putri kedua dari keluarga Bennet yang memiliki lima orang putri yang masih lajang dan mengkhawatirkan (kondisi sosial keluarga menengah kebawah dengan kelima putri lajang adalah kutukan bagi keluarga tersebut). Lizzy adalah gadis cerdas (kritis dan energik) yang tidak muluk-muluk memimpikan laki-laki tampan nan kaya sebagai pendampingnya. Prejudice yang begitu tajam terhadap segala apapun di dalam hidupnya (utamanya makhluk yang bernama laki-laki dan dia kaya lalu berstatus sosial tinggi) menjadikan dirinya terlihat lain dibandingkan siapapun termasuk Jane Bennet yang begitu cantik Jelita. Kesannya mungkin sangat angkuh, keras kepala dan pemberontak. Namun hal tersebut muncul dikarenakan upaya pengukuhannya atas Pride sebagai seorang wanita.
Darcy adalah seorang ahli waris yang tampan, tapi kesan angkuh yang luar biasa telah menguburnya hingga terlihat sebagai manusia yang 100 % sama sekali tidak menyenangkan. Belum lagi ditambah prejudice Lizzy yang tajam, image nya dimata Lizzy benar-benar telah tersungkur kedalam lembah kenistaan yang teramat dalam. Namun lagi-lagi t
akdir berbicara lain. Benang merah diam-diam terjalin di antara keruwetan hubungan mereka sehingga terhubunglah takdir-takdir manis yang menghantarkan mereka meuju ke dalam ikatan cinta yang fantastis.
Austen benar-benar mampu menggambarkan pengharapan para gadis secara gamblang, dan setelah diresapi, dari dulu hingga sekarang sensasi-sensasi yang sama masih melingkupi kehidupan para gadis di seantero jagad ini (sifatnya yang universal). Kalau boleh diberi komentar yang sedikt menggelikan lagi - Pride and Prejudice ini adalah suatu karya yang dapat menjaring para gadis kelembah kenistaan yang lebih dalam lagi, maksudnya jangan terlalu menghayati karya ini sampai merasuk ke jiwamu atau kalau tidak kamu akan dengan sendirinya berikrar menjadi perawan tua samapai menemukan ssosok Darcy dalam hidupmu :P -
Darcy adalah seorang ahli waris yang tampan, tapi kesan angkuh yang luar biasa telah menguburnya hingga terlihat sebagai manusia yang 100 % sama sekali tidak menyenangkan. Belum lagi ditambah prejudice Lizzy yang tajam, image nya dimata Lizzy benar-benar telah tersungkur kedalam lembah kenistaan yang teramat dalam. Namun lagi-lagi t
akdir berbicara lain. Benang merah diam-diam terjalin di antara keruwetan hubungan mereka sehingga terhubunglah takdir-takdir manis yang menghantarkan mereka meuju ke dalam ikatan cinta yang fantastis.Austen benar-benar mampu menggambarkan pengharapan para gadis secara gamblang, dan setelah diresapi, dari dulu hingga sekarang sensasi-sensasi yang sama masih melingkupi kehidupan para gadis di seantero jagad ini (sifatnya yang universal). Kalau boleh diberi komentar yang sedikt menggelikan lagi - Pride and Prejudice ini adalah suatu karya yang dapat menjaring para gadis kelembah kenistaan yang lebih dalam lagi, maksudnya jangan terlalu menghayati karya ini sampai merasuk ke jiwamu atau kalau tidak kamu akan dengan sendirinya berikrar menjadi perawan tua samapai menemukan ssosok Darcy dalam hidupmu :P -
- Original Version -
Langganan:
Komentar (Atom)





