RESENSI FILM:
The Miracle Of Giving (Ba;Bo)
Film ini tidak berkisah mengenai percintaan, meskipun tetap saja di bumbui dengan romansa sebagai penyedap rasa. Cha Tae Yeon adalah pemeran utamanya, lagi-lagi aku pikir ini merupakan film komedi melihat genre spesialisnya adalah komedi romantis. Rupanya disini dia agak bermain 'serius'. Membawakan karakter sesosok Sung Ryeong yang berusia 20 tahun namun bertingkah laku dan berfikiran selayaknya anak berusia 6 tahun. Hal itu disebabkan oleh sebuah kecelakaan yang menyebabkan ayahnya meninggal dan ia menderita keterbelakangan mental. Meskipun begitu ia sanggup menghidupi adiknya yang masih SMA dengan berjualan roti bakar di depan sekolah adiknya.
Sang adik yang bernama Jee In malu dengan keberadaan kakak idiotnya. Ia tidak pernah menghiraukan kakaknya disekolah, setiap harinya dirumah ia mengabaikan kakaknya meskipun sang kakak melakukan segalanya untuknya; membuatkannya sarapan, menyiapkan keperluannya bersekolah dan lain sebagainya. Sementara itu, disisi lain kehidupan kakaknya datanglah seorang teman lama yang telah lama menghilang karena harus bersekolah keluar negeri. Ha Ji Won memerankan tokoh Ji Ho yang merupakan cinta pertama dari Sung Ryong. Sung ryong adalah idiot yang sering kali lupa akan segala hal, namun ia tak pernah lupa bahwa ia mencintai Ji Ho.
Selain cinta pertama, Sung Ryong memiliki seorang sahabat laki-laki yang mengerti betul mengenai kondisi dan sifat Sung Ryong, dia bernama Sang Soo yang diperankan oleh aktor Lee Sang Hoon. Sang Soo kehidupannya amat sangat miris, ia merupakan pemilik bar yang juga menjadi 'mucikari' bagi gadis yang dicintainya.
Sung Ryong sebagai seorang idiot senantiasa berpenampilan lusuh, sepatunya adalah sepatu busuk, yang kadang dipakainya sebelah saja. Hal itu kemudian yang membuat Ji Ho merasa iba dan memberikannya sepatu. Betapa berharganya sepatu pemberian itu sampai dia tidak berhenti berjalan-jalan selama beberapa waktu. Lama kelamaan Sung Ryong dan Ji Ho mengulang kembali masa kecil mereka dengan menjadi teman sepermainan lagi.
Klimaks dari kisah ini adalah ketika Sung Ryong merasa khawatir karena dilihatnya sang adik tidak dalam kondisi yang fit saat berangkat sekolah. Ia datang terlambat ke sekolah dengan wajah pucat, sambil mendagangkan roti bakarnya, Sung Ryong memeperhatikan sang adik sampai waktu hampir gelap. Karena khawatir iapun memeriksa ke dalam sekolah. Ia menjerit ketika mendapati adiknya tergeletak di lantai tak sadarkan diri. Dengan panik ia menggendong adiknya sampai kerumah sakit. Setibanya disana ia tidak mengerti sama seklai dengan prosedur rumah sakit yang menanyainya banyak hal, ia hanya berteriak-teriak kayak King Kong bahwa "Aku Sung Ryong ini adikku Jee In, Jee In sakit, Jee In tidak boleh mati. Ibuku berpesan agar aku selalu menjaganya".
Adiknya sudah sadarkan diri namun ia tidak bersedia ditemani oelh sang kakak, maka dari itu sung ryong hanya bisa memandanginya dari lubang kunci pintu. Setelah masalah ini beres, saat jalan-jalan sung ryong menyaksikan aksi pembunuhan yang dilakukan oleh seseorang. Sung Ryong segera lari tunggang langgang saat ia mendapati bahwa pelakunya mengetahui keberadaannya. Namun keesokan harinya, seusai bermain kerumah Ji ho ia dihadang oleh para pembunuh itu yang langsung memukulkan botol kaca di kepala Sung Ryong.
Adik Sung Ryong berpakaian adat korea berwarna hitam-hitam. Foto Sung Ryong terpajang dan banyak orang memberikan penghormatan terhadap abu Sung Ryong. Dan kemudian baru adiknya dapat mengatakan "Aku Jee In, Ini Sung Ryong kakakku, dia kakakku yang selalu menjagaku". Kemudian saat pulang kerumah, Jee In masuk ke kamar Sung Ryong. Ini kali pertamanya ia masuk. Ia kemudian mencoba berbaring di tempat tidur Sung Ryong, dilihatnya diatap kamar itu, didinding penuh dengan tulisan "Bangun pukul 7 buatkan Jee In sarapan, bangunkan dia dan pastikan dia sarapan meskipun dia menolak", "Jangan sampai Jee In sakit, obatnya ada di lemari ibu", "Bekerja di kedai dan belikan Jee In hadiah". Segala tulisan itu adalah memo bagi dirinya yang pelupa berat, dan semuanya tentang Jee In. Melihatnya kemudian Jee In menjadi semakin terpukul.
Sementara itu Ji Ho, come back sebagai pianis. Dengan bekal ketulusan yang telah diajarkan oleh Sung ryong ia kembali ke dunia dengan penuh keberanian. Sang Soo membebaskan pacarnya dari jeratan om-om mata keranjang dan menutup usaha haramnya dan mencoba membuka usaha yang baik. Segalanya seolah talah mendapatkan pelajaran berharga dari ketulusan seorang idiot bernama Sung Ryong.
- Apa baiknya menjadi seorang yang jenius namun tidak bermanfaat bagi siapapun kecuali dirinya, dan hanya dapat berbuat kerusakan bagi yang lainnya? - BA;BO




0 komentar:
Posting Komentar