Labels

Tampilkan postingan dengan label Love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Love. Tampilkan semua postingan

Maret 27, 2013

Moon's Lover

"saya memang sedikit kuno. maaf saja"

Inilah yang ingin saya katakan pada seseorang diseberang sana yang tiba-tiba saja menge-chat ku di suatu "tembok ratapan". Bukan siapa-siapa, hanya seorang teman lama yang karena tingkahku kemudian dia berfikir yang out of mean/ salah duga. Aku ga perlu menceritakannya panjang lebar tapi aku merasa ingin bercerita sedikit saja karena bagaimanapun juga hal ini membuatku sadar tentang orang macam apa aku ini.
..........................
"nitaa"
"yaa"
"minta no hp nya"
"buat apa?"
"di save nit"
"memang bisa berbunga?"
1,2,3, menit kemudian (jeda yang lumayan panjang)
"disimpan nit" (dia lupa kalau aku lumayan pinter bahasa Inggris)
"iya.."
"bisa berbunga kalau no kamu banyakk"
"memang bisa nambah saldo?" (akhir-akhir ini pikiranku memang hanya berputar pada saldo rekening)
"bisa.. kalau kamu kasih q pulsa tiap bulan"
"heee"
"mana nomornya nitt."
.................
(nita has just left the chat)
 
Saya memang agak kuno karena saya selalu gampang pede. Saya merasa permintaan nomor tanpa alasan bisa berarti sesuatu yang lain. Dan sesuatu itu sangat tidak saya sukai. Memang kenapa butuh nomerku?, apa dia sudah kehabisan akal pengen pasang nomor apa di togelnya?. Padahal belum lama ini aku ingin merubah image ku yang terlanjur 'cuek' bahkan 'sombong'. Aku pengen menjadi orang yang tergambar sebagai sosok baik hati yang ramah, tapi aku masih tidak bisa memaksakan diri, biarkan aku abadi sebagai sebagai seorang yang 'congkak' dari pada harus menerima sms "gi npapz?" di malamku yang khusyuk.

Ah! aku habis nonton dorama yang kereeen banget. Tentu saja doramanya KimuTaku-kun :). Judulnya "Moon's Lover"/ "Tsuki no koibito". Pemeran utama wanitanya cool banget, lebih cool dari pada Han Yoo Joo-nya Coffee Prince. Well, dia pinter banget, aku pengen kayak dia. Emotional Management-nya sungguh luar biasa, bijaksana, gak picik, dewasa, easy going. Over all dorama itu mengajariku bahwa dalam hidup ini kita tidak perlu untuk selalu menjadi pemeran utama, kamu gak akan bisa bahagia kalau kamu menuntut penuh dirimu untuk jadi center from the center. Dan, suatu proses itu manis, saat kamu sukses kamu biasanya tidak sempat merasakan hal-hal kecil disekitarmu. Kamu bahkan lupa bahwa senyummu manis :) (makasih). Jadi untuk apa kamu 'murung' dimasa proses ini? kamu memiliki meskipun tidak semua yang kau inginkan ada, setidaknya kamu memiliki dirimu sendiri, jati dirimu masih utuh, dan sukseslah tanpa meninggalkan jati diri itu..

Selain itu juga apakah aku memang seperti ini, maksudnya seberapa tipis perbedaan antara  konsisten dan keras kepala?. Aku mempelajari feminisme buakan karena apa, bukan karena aku mencari perhatian, atau karena aku ingin tampil beda. Aku hanya menyukainya karena aku baru tahu bahwa ada hal baru (dalam pikiranku) mengenai itu. Bahwa rupanya hal yang kita pikir baik-baik saja dan sudah semestinya begitu rupanya tidak demikian. Bahwa rupanya didunia ini banyak hal yang masih tercover, kita patut menelanjanginya agar kita tahu apa sebenarnya yang terjadi, dan agar dunia ini berkembang. Baru pertama kali aku memiliki sesuatu ketertarikan yang rasanya sudah serasa keluarga, kami berteman akrab, aku dan feminisme, kami memiliki moment tersendiri dalam hidup kami. Itu saja.

Dan bagaimana jadinya aku dengan feminisme ini?, entahlah. Tapi aku yakin pengharapan feminis tentang kesetaraan dan kontestasi yang diimpikan akan terwujud. Tapi aku sadar sekali bahwa ada beberapa hal yang gak akan pernah berubah. Bahwa perempuan akan senantiasa mengerti, bersabar dan menanti. Bukanlah salah kaum laki-laki yang membuat para perempuan dalam kondisi seperti itu, hanya saja Tuhan amat menyayangi perempuan sehingga Ia memberikan kelebihan itu. Salam hangat bagi seluruh perempuan di seluruh dunia, atau yang sedang tamasya di luar angkasa. Bersyukurlah karena Tuhan menganugerahimu kelembutan hati :).

November 20, 2012

Prosa ... (hanya prosa)

Saat malam kelam berselimut langit yang bagaikan tudung saji
kita berada didalamnya selayaknya sebuah sajian
sajian kehidupan yang isinya beragam-ragam warna
bisakah aku mengatakan warna pink untuk kebahagiaan?
padahal kuning lebih menarik..

Hari ini aku bertekad untuk lebih banyak diam
karena ucapan tiada lagi berarti 
karena jeritan tiada lagi bergema
karena renungan lebih mendamaikan

Aku banyak-banyak menyesal
mengapa jalan hidup harus begini terjal?
mengapa tidak kita temui langsung kebahagiaan?
mengapa harus seringkali gagal?
mengapa jadinya salah paham?
mengapa membenci begitu mudahnya dilakukan?
mengapa untuk menyayangi saja harus merasa berdosa?

Lalu dipersimpangan jalan kita akan saling bertemu
setelah saling menyakiti dalam diam
setelah saling asing dalam keakraban
setelah saling menyalahkan 
setelah beribu-ribu penyesalan
bertemupun hanya untuk bertukar senyuman masam
asing selamanya asing
merasa memiliki sesuatu tapi nothing!

Tapi betapa manisnya hidup ini
meski saling acuh dalam perhatian
dusta dalam kebenaran,
ingkar dalam perjanjian,
elakan dalam kesanggupan,
selalu ada syukur atas setiap jerit kesakitan
selalu ada senyum dalam duka mencekik jiwa
ada juga ketulusan yang membayar kebengisan
kesabaran yang bertubi-tubi
dan yang semestinya selalu diingat
ada do'a yang sama-sama terucap
untuk kebaikan bersama
satu sama lain
itulah persahabatan sekaligus permusuhan
tidak ada itu cinta
itu karangan penyair belaka
itu omong kosong





Agustus 15, 2012

I Do Friendship

HAKIKAT PERSAHABATAN: Why we have to do friendship??

Segala jenis hubungan yang ada dalam kehidupan manusia hendaknya didasari dengan ikatan persahabatan. Karena persahabatan itu sendiri mengandung berbagai macam esensi yang baik seperti contohnya togetherness, careness, understood, trusty, e.t.c. Siapa manusia di bumi ini yang tidak memiliki sahabat?, alangkah mengenaskan hidupnya. Bahkan Hitler pun memiliki sahabat. Karena sahabat adalah unsur terpenting dalam keberlangsungan manusia, sebagaimana yang tertera dalam kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow dalam ilmu kedokteran diantaranya adalah: (1) Kebutuhan fisiologis, (2) Kebutuhan rasa aman dan perlindungan, (3) Kebutuhan akan rasa kasih sayang dan rasa memiliki, (4) Kebutuhan akan harga diri, (5) Kebutuhan aktualisasi diri. Dari kelima kebutuhan dasar manusia ini, kita dapat memenuhi semuanya (keculai fisiologis kayaknya yaaa :D) dari sebuah relasi yang dinamakan persahabatan. Bagaimana sahabat mampu memberikan rasa aman da perlindungan, kasih sayang dan rasa memiliki, kemudian meninggikan harga dirimu serta membantumu dalam mengaktualisasikan diri. Dari sini telah jelas bahwa persahabatan bukanlah pilihan alternatif dalam kehidupan manusia, namun merupakan sebuah kebutuhan. Oleh karena itu hargai persahabatan yang kau miliki saat ini, jangan biarkan apapun juga merebutnya. Jangan ber-stigma negatif terhadap persahabatan, tidak ada yang salah dengan persahabatan kecuali cara yang digunakan orang-orang dalam membina persahabatan itu sendiri.

TENTANG SAHABAT: Menemukan dan Membina Persahabatan

Secara sederhana type kepribadian manusia dalam berelasi terbagi atas dua macam. Type pertama adalah mereka yang mudah sekali menemukan teman sehingga memiliki banyak teman dan type kedua adalah mereka yang sulit sekali menemukan teman. Type pertama cenderung berteman dengan tingkat relasi yang cukup hanya dalam taraf 'kenalan' saja. Mereka punya banyak teman, namun jarang atau tak ada yang berteman secara erat/ karib, sebab type ini cenderung fleksibel dan mudah bosan dalam menjalin relasi sosial yang stagnan. Type kedua adalah kebalikannya, ia sulit menemukan kenalan yang dapat dijadikan teman namun begitu berteman ia biasanya akan sangat erat dan akrab. Hal ini dimunculkan oleh tingkan intensitas pertemuan yang tinggi dan juga kesamaan pikiran, selera dan senses. So, tergolong dalam type manakah dirimu??
Saya tidak menyatakan bahwa yang memiliki sahabat adalah mereka yang tergolong pada type kedua, sedangkan type pertama tidak. Banyak kasus sebenarnya yang menunjukkan bahwa persabatan tidak jaranag terjalin antara mereka yang berbeda type. Hal ini dikarenakan oleh hakikat persahabatan itu sendiri yang tidak pilih kasih. Namun tetap saja terdapat perbedaan yang kentara, seperti contohnya bahwa type kedua lebih pandai dalam membina persabatan mereka. Karena dia sulit menemukan teman yang cocok maka dia akan dengan sangat berhati-hati dalam membina persahabatan yang telah ada. Apabila persahabatan yang terjadi antar type, yakni type pertama dan kedua menjalin persahabatan, maka yang terjadi biasanya adalah ketimpangan hubungan sebab si type kedua akan banyak berkorban sedangkan type kedua tidak begitu memberatkan persahabatan tersebut, atau bahkan yang lebih buruk lagi mereka tidak merasa sedang menjalin persahabatan.
Membina persahabatan harus dimulai dengan perwujudan dari esensi-esensi yang mendasarinya. Sebagaimana sebelumnya telah disebutkan bahwa bersahabat itu adalah saling mengerti. Ini merupakan salah satu unsur utama. Sebab pengertian adalah hakikat dari persabatan itu sendiri, apabila tidak terjadi sikap pengertian antar sesama teman, maka hubungan tersebut belum dapat dikategorikan sebagai persahabatan. Bagaimanakah yang disebut pengertian itu. Pengertian itu bukan berarti kita harus tahu seluruh rahasia sahabat kita. Bukan!, bukan itu yang dinamakan persahabatan itu. Persahabatan merupakan suatu relasi yang menghargai apa yang namanya rahasia pribadi manusia, karena persahabatan yang baik adalah persahabatan yang menegakkan HAM :). yAA.. Kita tidak perlu tahu banyak, tapi kita perlu banyak mengerti. Ingat yaa, perbedaan antara tahu dan mengerti itu tipis seperti fotamorgana, namun perbedaan maknanya besar sekali. Tahu itu terkadang bersifat menghakimi: aku tahu maka aku paling benar. Sedangkan mengerti bersifat memahami: aku mengerti maka aku berhati-hati. Tolong resapi dulu sebelum membacaa lebih jauh.
Di dalam pengertian terdapat kepedulian. Ibaratnya makan sepiring berdua lah, kepedulian itu tanpa pamrih loh yaaa. Bahkan kadang saking tanpa pamrihnya kita lupa berharap untuk mendapat pahala dari sikap peduli kita terhadap sahabat. Tapi jangan salah langkah dalam mengartikan kepedulian, peduli bukan berarti kita harus melakukan apapun yang sama dengan sahabat kita, menyanggupi apapun yang dikatakan mereka, juga membantu segala urusan teman kita. Terkadang ada kondisi dimana kita harus mengambil jalan tengah demi kebaikan bersama. Kita sebagai sahabat juga perlu bersikap aware dan senantiasa mengingatkan apabila sahabat kita 'lupa daratan' :P. Juga kita juga membantu sahabat kita untuk mandiri, karena dengan mereka bergantu kepada kepedulian kita yang bertubi-tubi bisa jadi itu malah akan berdampak buruk baginya. Selain kepedulian ada nihh yang juga amat penting sekali yakni kepercayaan. Konon mengapa seluruh dynasti yang kuat dimuka bumi ini hancur?, hal itu tak lain karena lunturnya kepercayaan. Permusuhan antar sahabat karib akan berdampak lebih sistemik dibandingkan dengan yang bukan sahabat atau yang memang jelas berstatus musuh. Perang saudara mungkin masih umum yaa, namun akan menjadi sangat mengerikan apabila itu perang sahabat (perang sahabat rebutan pacar, pleaseee... -.-"). Percaya juga bukan bermakna siap menerima segala doktrin yang diberikan oleh sahabat, awas bahaya laten kafir kalau terlalu percaya dengan sahabat ;D. Percaya terhadap sahabat berarti sanggup memahami segala situasi yang menyulitkan mereka, percaya terhadap kemampuan mereka, percaya terhadap kasih sayang mereka, percaya terhadap niatan baik mereka, percaya meskipun seluruh manusia di muka bumi ini tidak mempercayainya sahabat harus tetap berada di kubu percaya terhadap para sahabat-sahabatnya (if there are some complicated problem, so let's find out the answer to all of understanding). And finally, persabatan yang telah dibina oleh segalanya itu akan berdampak pada kebersamaan yang indah. Dengan kebersamaanlah candi Borobudur yang megah dapat dibangun, dengan kebersamaan lah Indonesia dapat merdeka. dengan kebersamaanlah kita dapat membuat dunia ini menjadi lebih baik :). Selamat membina persabatan yang manis..

PHENOMENA: Sahabat jadi Cinta??


Persahabatan tidak hanya terjadi antar sesama jenis, banyak kasus yang menunjukkan bahwa kualitas relasi antar laki-laki dan perempuan bisa mengarah pada persahabatan. Aku pikir tidak mengapa kan?, yah meskipun dalam agama tidak diperkenankan berhubungan terlalu erat dengan lawan jenis yang bukan makhrom istilahnya namun kenyataannya dalam ilmu psikologi ada lohh ikatan persaudaraan antar laki-laki dan perempuan yang tidak memiliki pertalian biologis. Ehm.. kalian boleh deh berwacana sesuai dengan jalan pikiran kalian namun aku secara pribadi dapat menerima kenyataan bahwa terdapat jenis hubungan yang pure persaudaraan pada laki-laki dan perempuan. I proved that by my self!. 
Namun tak dapat ditampik pula bahwa kadang persahabatan antar jenis mengarah ke jenis hubungan lain yakni genre asmara. Yah kodrati lah apabila lawan jenis saling menyukai, namun aku rasa terdapat sedikit error system saja, atau pada akhirnya nyerah pada apa yang dinamakan takdir, urusan Illahi. Jadi penyebab sebenarnya adalah karena persabatan dan asmara itu sama-sama didasari atas kasih sayang. Namun kasih sayangnya biasanya berbeda jalur. Kasih sayang persahabatan tidak di embel-embeli dengan nafsu, murni ketulusan. Hubungan asmara yang didasari oleh kasih sayang persahabatan kadang lebih langgeng dibandingkan dengan yang asli asmara-asmaraan. Oleh karena itulah banyak mereka yang bersahabat kemudian beralih jalur membawa hubungan mereka kepada ikatan asmara. Tidak ada salahnya sihh, namun berdampak cukup buruk. Banyak kemudian yang tidak percaya akan adanya persahabatan antar jenis, orang awam yang melihat adanya persabatan itu senantiasa mengartikan bahwa status persahabatan hanya embel-embel belaka. Hal ini pulalah yang menyebabkan banyak manusia ragu untuk bersahabat, untuk saling membantu dalam kebaikan. Karena takut dosa, karena takut stigma masyarakat. Sebetulnya akar dari permasalahan ini adalah seberapa bisa dirimu me-manage jiwamu. Dan lagi, apabila kau percaya pada Tuhan, kau tentu percaya pada takdir. Dan persahabatan itu takdir, cinta bisa saja merupakan pilihan, namun tetap takdir yang menentukan. So, Mari bersahabat dan jangan ragu. Serahkan pada takdir Illahi dan bentengi dirimu dengan keimanan dan ketaqwaan :).


April 14, 2012

My Story : Classical Part 2

Well guys.. ini adalah sesi kedua dari topik pembicaraan mengenai novel-novel klasik koleksiku. Aku terus terang tidak sanggup apabila meresensi secara gamblang, jadi seperti yang terdahulu aku hanya akan memberikan sedikit cuplikan dan komentar dari sudut pandang 'sastrawan amatir' sepertiku. Semoga tidak mengecewakan :).

Jane Eyre, by. Charlotte Bronte

Ini adalah karya dari saudara penulis Wuthering Heights yakni Emily Bronte. Yah, meskipun saudara tidak berarti taste kesustraan mereka sama. Aku menilai Emily lebih berani dalam berfantasi, dia lebih terhibur untuk menghadirkan sesuatu yang tidak umum. Namun saudaranya si mbak Charlotte ini lebih menyuguhkan realitas. Begitulah sudut pandangku setelah menyimak dengan seksama masing-masing karya mereka.

Jane Eyre riwayatnya, seperti riwayatku sendiri. Aku tidak 'alay', sungguh apabila aku hidup di abad itu dan di negara yang sama, seperti itulah kehidupanku. Wataknya juga hampir sama denganku, namun rupanya saat dewasa Ms. Eyre berkembang menjadi sosok yang begitu baik, sedangkan aku masih stagnan pada taraf egoisme dan everything 'bout me and pikiran-pikiran yang berkecamuk dalam diriku sendiri. Aku sangat menghargai sebesar apa pendidikan dan agama mampu mengubah watak seorang Eyre yang terluka luar dalam. Dan tentu saja kedewasaannya saat masih kecil sangat mengagumkan. Namun hal itu memang sewajarnya bagi seseorang yang dituntut untuk memikirkan kehidupannya di pundaknya sendiri semenjak kecil.

Eyre adalah simbol wanita yang baik. Dia sederhana, seorang yang taat pada agama dan norma, pintar, namun juga kritis. Lalu entah mengapa orang-orang bertipe sebaik ini harus dihadapkan dengan sesosok seperti Mr. Rochester yang menyimpan segudang prahara kehidupan, laki-laki yang malang; yang kaya tapi tidak cukup kaya dan bertampang biasa saja dan tua (apabila dibandingkan dengan kemudaan dan energisitas Eyre). Namun rupanya lagi-lagi pepatah Jawa menunjukkan kebenarannya "Tresna jalaran saka kulina". Betapa watak yang buruk pun pada akhirnya menghadirkan cinta. Dan inilah yang membuatku merasa risih. Lagi-lagi mengapa wanita yang terkorbankan??. Bukan siapa-siapa yang 'mengorbankan' dirinya melainkan dirinya sendiri, takdir atau lebih tepat disebut kodrat.

Kembali ke kisah Eyre, lagi-lagi sebagian perasaan yang berkecamuk dalam hati Eyre sangat aku mengerti. Rasanya kisah ini menceritakan diriku sendiri di dunia lain. Andai aku polos, lugu, sederhana dan setelaten itu. Tapi keinginan dan ketulusan Eyre dapat aku rasakan seakan merasakan yang ada pada diriku sendiri. Pendapatnya kebanyakan aku setujui, apabila ditambah dengan sedikit prejudice sebagaimana yang dimiliki oleh Elizabeth Bennet (baca: Pride and Prejudice) maka lengkaplah aku dalam kehadiran sosok Jane Eyre.

Tapi tentu saja aku tidak mau takdir cinta sebagaimana yang dimiliki olehnya. Betapa menyakitkannya 'tertipu' oleh Mr. Rochester, dan betapa takdir selanjutnya yang membuatnya 'terusir' dari Thornfield adalah jenis takdir yang sangat tidak aku inginkan (No way!). Namun overall, kesetiaan Jane Eyre adalah yang terbaik dari semuanya (sebagaimana yang aku miliki. Ehem!). Dia masih mencintai Mr. Rochester yang telah menyakitinya, disaan kondisi laki-laki itu telah sangat tidak layak untuk 'digandrungi' - dia buta, cacat, dan semakin tua saja, Oh mann!!. red. Namun cinta tak mengenal waktu, penampilan maupun dendam. Cinta selalu mengerti, bijak dan memaafkan. (aseekkkk...)

Betapa gembiranya aku karena aku rupanya harus bertemu topik pembahasan mengenai kisah ini di salah satu mata kuliahku (kuliah jurusan politik bro!). Suatu topik pembahasan mengenai kolonialisme yang menghadirkan pemikiran seorang tokoh bernama Gayatri Spivak berbicara banyak mengenai novel ini sebagai novel yang sarat akan muatan kolonialisme (How can?). Can't wait to discuss it in the class.. :D

Semestinya aku berniat mengulas tentang Mansfield Park, namun karena aku telah merasa sedikit bosan (Hoahmmmm) dan mengingat postingan ini udah terlalu panjang, so dilanjut next season saja yahh...

AZA-AZA FIGHTING!


Januari 24, 2012

My Story: Classical

- WUTHERING HEIGHTS -
by. Emily Bronte
"Catherine Earnshaw, semoga jiwamu mengembara sepanjang hidupku. Hantuilah diriku! Berubahlah dalam bentuk apa pun yang kau sukai, lalu rasukilah diriku, biarkan aku jadi gila karenanya!"

Petikan di atas tertera dalam novel "Wuthering Heights" karya Emily Bronte. Novel ini dinilai sebagai sebuah novel percintaan yang 'gelap' dalam artian banyak disisipi hal-hal mistis. Namun menurutku tidak sepenuhnya begitu, Bronte rupanya hanya setengah-setengah dalam 'menggelapkan' novelnya. Hal-hal mistis hanya ditunjukkan diawal dan diakhir yang mana menurutku kurang memiliki greget. Romantisme sebuah percintaan klasik kurang ditonjolkan, sebagai pembaca awam saya sedikit menemui kebingungan seusai membaca novel ini sampai tamat; "Hal manakah yang dianggap romantis?, sebenarnya sekuat apakah cinta Heathcliff dan Catherine?". Karena memang nyaris sama sekali tidak ada moment-moment keromantisan di antara mereka dalam novel tersebut. Saya bahkan mengalami sedikit keidak yakinan akan cinta Catherine terhadap Heathcliff, karena sama sekali tidak ada bukti konkret atas eksisnya perasaan cinta tersebut, kecuali pada saat Catherine menceritakan perasaannya terhadap Heathcliff pada Mrs. Dean sebelum menerima pinangan Linton.
- Original Version -

Kemudian mengenai Heathcliff sendiri, saya rasa meskipun keseluruhan isi cerita berupaya menunjukkan kekuatan cinta dan keteguhan hati seorang Heathcliff, namun sosok Heathcliff sendiri kurang terlihat menonjol dikarenakan sama sekali dinihilkan dari berbagai keistimewaan. Pembaca tentunya tidak ada yang mendambakan sesosok laki-laki seperti Heathcliff sebagai pendampingnya (apalagi itu seorang single berkriteria terlalu tinggi tanpa berkaca dulu dengan b aik - seperti saya - ). Meskipun cinta Heathcliff terhadap Catherine begitu luar biasa gilanya, namun dia merupakan tokoh yang hampir membuat para pembaca begitu jengkel. Dari awal dia tidak dimodalai oleh ketegasan dalam memperjuangkan cintanya, kemudian setelah mengalami kegagalan cinta dia hidup sebagai manusia super licik yang berperangai luar biasa buruk, lalu apa yang dapat kita petik dari tingkah laku Heathcliff???. Saya yakin Bronte punya pesan yang luar biasa berharga menegnai cinta yang ia pahami, dan saya belum cukup mengerti (terlalu berat mungkin muatannya ya? maklum amatiran, heheheheheh....)

(Indonesian Version - Qanita)


- PRIDE AND PREJUDICE -
by. Jane Auten

" Faktanya adalah, kau sudah lelah menerima kesopanan, kehormatan, dan perhatian yang berlebihan. Kau sudah muak dengan para wanita yang berbicara, memandang, dan berusaha keras untuk mencari persetujuan darimu. Lalu aku datang, dan kau langsung tertarik karena aku sangat berbeda dari mereka."
(Indonesian version - Qanita)

Kata - kata ini terungkap begitu ringan dari bibir Elizabeth Bennet, putri kedua dari keluarga Bennet yang memiliki lima orang putri yang masih lajang dan mengkhawatirkan (kondisi sosial keluarga menengah kebawah dengan kelima putri lajang adalah kutukan bagi keluarga tersebut). Lizzy adalah gadis cerdas (kritis dan energik) yang tidak muluk-muluk memimpikan laki-laki tampan nan kaya sebagai pendampingnya. Prejudice yang begitu tajam terhadap segala apapun di dalam hidupnya (utamanya makhluk yang bernama laki-laki dan dia kaya lalu berstatus sosial tinggi) menjadikan dirinya terlihat lain dibandingkan siapapun termasuk Jane Bennet yang begitu cantik Jelita. Kesannya mungkin sangat angkuh, keras kepala dan pemberontak. Namun hal tersebut muncul dikarenakan upaya pengukuhannya atas Pride sebagai seorang wanita.
Darcy adalah seorang ahli waris yang tampan, tapi kesan angkuh yang luar biasa telah menguburnya hingga terlihat sebagai manusia yang 100 % sama sekali tidak menyenangkan. Belum lagi ditambah prejudice Lizzy yang tajam, image nya dimata Lizzy benar-benar telah tersungkur kedalam lembah kenistaan yang teramat dalam. Namun lagi-lagi takdir berbicara lain. Benang merah diam-diam terjalin di antara keruwetan hubungan mereka sehingga terhubunglah takdir-takdir manis yang menghantarkan mereka meuju ke dalam ikatan cinta yang fantastis.

Austen benar-benar mampu menggambarkan pengharapan para gadis secara gamblang, dan setelah diresapi, dari dulu hingga sekarang sensasi-sensasi yang sama masih melingkupi kehidupan para gadis di seantero jagad ini (sifatnya yang universal). Kalau boleh diberi komentar yang sedikt menggelikan lagi - Pride and Prejudice ini adalah suatu karya yang dapat menjaring para gadis kelembah kenistaan yang lebih dalam lagi, maksudnya jangan terlalu menghayati karya ini sampai merasuk ke jiwamu atau kalau tidak kamu akan dengan sendirinya berikrar menjadi perawan tua samapai menemukan ssosok Darcy dalam hidupmu :P -



- Original Version -