Labels

Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan

Maret 30, 2014

Diary, Diare, Dilema Sarjana Muda

Orang memang butuh untuk bermetamorphosa. setiap orang harus menjadi adaptif atas segala keadaan dan tempat. kemampuan itu wajib dimiliki oleh setiap manusia. apabila tidak, maka alam yang akan memaksa.

Metamorphosa yang memaksa. sudah kodrati mungkin ya. bahwa kita dipaksa untuk beradaptasi atas suatu keadaan dimana kita belum siap dalam menghadapinya, dimana kita sudah terlanjur di design santai dan selalu mengandalkan keberuntungan. padahal dalam suatu titik, keberuntungan tidak selalu berpihak. setelah kita ditinggalkan oleh keberuntungan yang selama ini senantiasa menemani kita, maka kita akan tumbang.

Saya punya kepedean yang sangat tinggi bahwa saya secara khusus dicintai oleh Tuhan. itulah yang didoktrinkan oleh orang tua saya sejak kecil. meskipun ketika menginjak remaja saya diuji oleh ujian sekuat serangan tsunami akbar, saya masih meyakini bahsa secara spesial saya yang paling disayangi oleh Tuhan.

Kepercayaan itu terbukti, dengan banyaknya kebaikan yang saya dapat. di jalan saya yang berliku dan terjal, Tuhan mampu menenangkan saya, memberi saya kenyamanan. bahkan ketika harus melewati terowongan kehidupan yang menakutkan sekalipun, mata dan hati saya ditutup, sehingga saya tidak sempat merasa takut. saya terbiasa dicinrai oleh Tuhan. oleh karena itu saya tidak memiliki kekhwatiran barang sebiji pun tentang masa depan saya. Karena Tuhan yang amat meyangangi saya pasti telah menyediakan jalan terindah untuk masa depan saya. dan karena Tuhan mencintai saya, semua orang juga begitu. banyak yang salut, bangga sekaligus terharu dengan perjuangan hidup saya. tapi hal-hal positif itu kini berubah jadi boomerang dalam hidup saya.

Saya telah mencari kerja dan hidup kayak babi selama hampir dua bulan. saya cukup tersinggung dengan status facebook salah satu teman saya yang menyatakan bahwa, sungguh mengenaskan mahasiswa yang hidup dengan moto MTN (mangan, turu, nelek). Saya amat tersinggung karena saya selama dua bulan ini hidup seperti itu. aktivitas yang saya lakukan hanya terbatas di depan layar laptop, browsing lowongan kerja, kirim CV, atau download drama dan nonton drama. bahkan saya pernah tidak keluar kos selama 3 hari full.

Saya amat tertekan. saya berdoa tiap hari. saya berubah menjadi lebih alim dari biasanya karena kemudian saya shalat malam tiap hari, dzikir tiap malam, puasa hampir tiap hari, tilawah lebih dari 1 juz perhari. itu terjadi ketika saya punya harapan yang saya harap akan dikabulkan oleh Tuhan. tapi ketika saya sudah pada kesimpulan bahwa saya harus merelakan harapan itu saya kembali menjadi umat yang biasa-biasa saja. Tuhan pasti membenci saya karena ini.

Saya merasa tertekan dengan ekspektasi keluarga saya, bahkan orang sedesa di kampung saya. betapa keluarga saya suka sekali meggembor-gemborkan prestasi saya disini, saya tertekan. seandainya mereka tahu apa yang saya lakukan selama ini, pasti mereka akan kecewa terlebih keluarga saya. saya benci karena saya harus memikiul beban yang seberat ini. membangkitkan ekonomi keluarga, mengangkat harkat dan martabat keluarga, menjadi orang yang benar-benar baik. I'm not superwoman. Iam just NITA.

Saya seringkali marah, tapi saya tidak pernah menyatakan isi hati saya yang seperti ini kepada keluarga. mereka telah begitu asing bagi saya. semenjak kepergian bapak, saya tidak punya siapa-siapa. saya hanya punya Tuhan dan teman-teman. kenapa teman-teman?. karena saya hidup dari bantuan mereka. bayangkan saja kalau saya tidak punya teman, saya tidak bakal bisa meneruskan hidup ini. dari sini bisa kalian bayangkan berapa banyak hutang materiil dan spirituil saya pada teman-teman saya. saya sudah amat merepotkan jiwa raga mereka. teman mana yang belum saya hutangi selama ini. bahkan banyak diantara mereka yang masih belum saya bayar karena saya sekarang pada kondisi yang masih butuh ngutang. so, mengenaskannya hidup saya pada level ini adalah bahwa saya bergaya hidup MTN tapi saya terus menumpuk hutang. tapi saya masih percaya bahwa Tuhan menyayangi saya dengan amat spesial.

Saya terus terang tidak tahu, jalan hidup mana yang harus saya pilih. tapi atas tuntutan keluarga saya harus bekerja. oke saya akan bekerja. karena untuk studi lanjutpun saya tidak tahu mau studi apa dan dimana. saya masih belum minat untuk meneruskan studi saya, berkaca pada kesengsaraan saya selama S1 saya ingin sedikit lebih merdeka.

Tapi kemerdekaan rupanya berharga mahal. saya sudah melamar ke hampir duapuluh perusahaan. salah satunya saya sudah sampai di tahap akhir seleksi tapi saya harus gugur karena mereka butuh yang berpengalaman bukan fresh graduate. I dunno. perusahaan ini membuat saya berharap luar biasa pada awalnya. karena saya percaya dengan takdir, dan ketika melihat namanya, mengikuti rangkaian test-nya saya percaya bahwa saya ditakdirkan untuk bekerja disini. kepercayaan itu meninggi saat kemudian saya diberitahu bahwa saya diajukan di salah satu cabangnya di kota Semarang. saya amat terkesan, karena saya suka dengan kota itu. hidup di Jawa Tengah saya yakini akan menjadikan saya pribadi yang sopan setelah cukup lama terkontaminasi dengan ke-urak-an Suroboyo.

Semarang pada kahirnya melayang karena sekali kagi saya terlalu melambungkan harapan. padahal saya sudah gembor-gembor ke keluarga, teman, bahkan dosen. sakit hati dan malu sekali. saya tidak sedih, saya tidak menangis. saya hanya lebih sering merindukan bapak ketika malam, dan saya menangis bukan karena saya tidak ketrima kerja, tapi saya merindukan bapak lebih dari biasanya. andai bapak masih ada, berarti saya masih punya keluarga untuk mengadu dan meng-aduh.

Ya, saya cukup tegar secara emosional. tapi tekanan ini rupanya menyerang jaringan lain. emosi yang dipendam akan berbuah demam. lama sekali saya tidak sakit. saya ingat pernah sakit begini ketika saya masih berstatus mahasiswa baru dan saya beradaptasi secara menggila waktu itu. jadi saya sakit karena under pressure oleh keadaan. sekarang masa itu saya alami. saya baru lulus dan saya jatuh sakit. rekor sakit relama saya seumur hidup. 3 hari demam tinggi, 2 hari batuk-flu, 1 hari demam tinggi dan saat ini saya diare. pada tahap ini saya menyadari bahwa secara emosional dan fisik saya sudah K.O. Saya sakit, tidak punya duit, banyak utang, under pressure, dan tidak punya harapan. saya bakal mengenang saat-saat ini seumur hidup saya. betapa indahnya cobaan Tuhan. ia sedang mengajari umat yang amat disayanginya untuk mandiri, untuk bersabar, untuk tegar, dan untuk setia dalam mempercayai dan mengimani kehendak-kehendak baiknya. Tuhan aku tidak pernah bendi padamu atas semua ini, ini mengingatkanku betapa spesialnya aku bagiMu. aku masih bersedia untuk terus diuji sampai menurutMu aku layak mendapatkan keistimewaan-keistimewaan darimu...

Juni 02, 2013

Sebuah Dongeng:Akhir Hidup Seekor Semut yang Apatis

Seekor semut merah hidup diantara gerombolan semut hitam, berupaya merubah perilakunya sebagaimana perilaku semut hitam, akan tetapi ia tidak pernah diterima sebagai mana semut hitam, sebab bagaimanapun warnanya tidak hitam. Semut merahpun berupaya menemukan koloni semut merah lainya, ia bertemu dengan sekawanan semut.

Ia berpikir bahwa ia sudah berada di tempat yang benar, bersama kawan-kawan sebangasanya, akan tetapi kemudian ia menyadari bahwa ia tidak pernah bisa benar-benar di terima, sebab ia sudah terlahir dan besar dengan sendirinya, dijauhkan dari kehidupan sosial, sehinga bagaiamanapun ia berjiwa anti sosial. Ia kemudian menemukan dunianya, rupanya di sudut selokan bersama selembar daun kering yang cukup menghiburnya sebab cukup asyik dibuat bermain terjun payung. semakin lama ia semakin merasa bahwa ia sama sekali tidak memiliki koloni. 

Ia berusaha membuka pertemanaan dengan semut biru, pink, coklat dan lain sebagainya, akan tetapi ia selalu akan berhenti pada anggapan bahwa; "aku rupanya tidak pernah menjadi teman yang menyenangkan bagi mereka, dan mereka sama seklai tidak pernah mengerti kau, mereka hanya menuduhku, dan aku selalu merepotkan". 

Siapapun yang dekat dengan si merah, akan berakhir kecewa, sebab sifatnya yang penyendiri dan memang hanya bisa dimengerti dirinya sendiri. Ia tidak pernah berupaya untuk berbaur dan berbagi pikiran dengan kawan semut lainnya. Akan seperti apa akhir cerita dari si semut merah?. Semut merah tidak akan pernah mengerti apapun kecuali menyenangkan diri sendiri, ia hanya akan mati apabila tanah yang digalinya cukup penuh untuk mengubur dirinya, bukan di dalam lubang, tapi dalam gundukan. Ia akan menghilang tanpa orang lain tahu, ia terperangkap dalam gundukan tanah tanpa semut lainnya tahu bahwa ia terkubur oleh apa yang ia sendiri gali dengan sendirinya. end.

April 21, 2013

Becoming Women: What The H*ll is going on to the feminism??

TENTANG KARTINI DAN HARI PERINGATANNYA
 
Hari ini hari kartini, dan tidak ada kaitannya apakah saya Kartini mania atau bukan, saya hanya merasa perlu merefleksikan diri perempuan saya pada moment yang telah disepakati oleh negara ini sebagai moment tertentu dalam sejarah, yang menyeret kaum wanita dalam catatannya.

Saya juga memiliki pertanyaan yang sama dengan saudara-saudara sekalian mengenai apa makna Hari kartini? mengapa harus Kartini, dan bagaimana harus memaknainya dalam kehidupan saat ini?.Apabila anda berkenan (saya rasa harus berkenan, karena ini blog prribadi saya) saya ingin menyampaikan beberapa pendapat. Hari kartini maknanya adalah, bahwa bangsa Indonesia rupanya tidak semuanya buta akan eksistensi kaum perempuan sebagai kaum yang berdaulat dan merdeka untuk berkiprah sebagaimana yang dilakukan kaum lainnya. Sejak jaman dahulu, dimana kebayakan orang Indonesia, terutama perempuannya waktu itu sibuk memikirkan apakah besok masih ada iubi yang bisa dimakan, seorang kartini sudah memiliki pemikiran mengenai peran perempuan yang selama ini secara kultural 'dengan sengaja' dihilangkan dalam catatan kehidupan manusia. 

Tidaklah mengherankan mengapa Kartini, mengapa bukan perempuan lain?, dia kan bangsawan yang tidak perlu repot-repot berfikir mengenai apa yang dimakan besok, segalanya sudah tersedia dalam jumlah yang banyak. Kalau begitu mengapa bukan perempuan lain?, mengapa bukan Dewi Sartika, Cut Meutia, dkk?. Itulah kekuatan nilai dari sebuah wacana, kartini secara kuantitas tidak berperan sebesar nama-nama lain tersebut, karena Kartini tidak menantang penjajah, ia bekerja dalam ketentraman persahabatan dengan orang Belanda, sang penjajah. Hal inilah kemudian yang oleh kaum 'sinistis' (berasal dari kata sinis, suatu kebiasaan yang agak kurang menyenangkan dimana pengidapnya cenderung melabeli suatu hal/ peristiwa atau manusia dengan hal negatif) katakan sebagai bagian dari propaganda kaum Barat. Bangsa ini sudah kebarat-baratan sejak lama, oleh karena itu apa yang disukai oleh barat akan diabadikan olehnya. 

Kebetulan memang karya Kartini "habis gelap terbitlah terang" memang dipublikasikan oleh Belanda dimana memang buku ini adalah kumpulan surat yang kartini kirim ke sahabatnya yang orang belanda itu. Maka tidaklah heran apabila orang belandalah yang menerbitkan buku ini. Seandainya saja para pejuang perempuan kala itu juga rajin berbagi pemikiran sebagaimana yang dilakukan kartini, dan seandainya saja orang Indonesia dianugerhi ketelatenan dan kemampuan naluriah untuk pengarsipan, maka jalan Kartini tidak akan semulus itu untuk memperoleh predikat Pahlawan Nasional, sebab banyak mendapat pesaing. Akan tetapi sejarah membuktikan kekuatan sebuah wacana, dimana tinta hitam lebih abadi dibandingkan dengan darah, dimana ujung pensil lebih tajam dari bambu runcing. Maka dari itu salah satu yang dapat kita petik dari momentum hari kartini adalah bahwa kita masih perlu berjuang, bahwa tinta masih sangat ampuh tak termakan masa.

MENJADI PEREMPUAN BEGITU PENTINGNYA??

Seseorang atau sekelompok orang tidak akan memahami mengapa perempuan begitu getol memperjuangan apa yang mereka nilai 'hal yang sudah sewajarnya' sebelum ia mengerti seperti apa menjadi perempuan. Mereka tidak akan mengerti apabila mereka tidak berusaha memahami dan usaha itu nyaris mustahil apabila mereka masih bukan seorang perempuan. Memang kenapa dengan perempuan. Perempuan makhluk sejuta perkara. Dunia ini adalah perkara bagi perempuan, kehidupan ini sejak bagi buta ketika mata dibuka, perempuan melihat perkara. Sudah jam berapa ini?, apakah anak-anaknya sudah bangun?, Bagaimana kalau mereka sampai terlambat sekolah?, Harus memasak apa hari ini?, Apakah uangnya cukup apabila ia harus menuruti appetite seluruh anggota keluarga?, Apakah langit mendung?, Apakah moodnya baik hari ini?, apakah aku siap mengahadapi hari ini?, apakah perutku tidak sakit?, apakah 'tamu'nya datang, oh jangan hari ini aku ada ujian!. Sama sekali bukan hal penting kan dibandingkan dengan permaslahan negara, inflasi, ancaman nuklir, perang, dan lain sebagainya dimana menurut kultur kaum laki-laki yang berwenang untuk memikirkannya. Hingga pada akhirnya segala sesuatu yang dipikirkan perempuan tidak penting, sebab kultur sudah mengklasifikasikan mana yang penting dan mana yang tidak, seolah yang penting bisa bertahan meskipun yang tidak enting tidak diperhatikan. Apa yang dipikirkan oleh perempuan, apabila tidak dipikirkan oleh perempuan, apakah kehidupan ini bisa tetap berjalan?, BISA!. Apakah yang dipikirkan laki-laki, apablila tidak dipikirkan apakah kehidupan masih bisa berjalan?, BISA!. Lalu siapa yang mengada-ada, kamu atau aku? atau kesemuanya dari kita??.

SUATU JAWABAN YANG BERMEREK FEMINISME

Para perempuan menuntut kesetaraan, cuihh mereka mengada-ada, omong kosong. Bukankah segalanya sudah cukup setara adil sekarang ini?. Kesempatan kerja sudah terbuka lebar, kesempatan meraih pendidikan jenis apapun sudah tidak dibatasi, hanya saja permasalahannya terdapat di perempuan sendiriyang belum mau atau belum mampu mengambil kesempatan tersebut. Benar begitu?.

Mereka masih teriak-teriak mengenai pelecehan seksual, kekerasan, tekanan, dan lain sebagainya. Mereka tidak mau berkaca apakah tingkahnya sudah benar sehingga harus mendapatkan segala perlakuan itu. Jiwa mereka lemah, dientak sedikit saja sudah mewek, lalu laki-laki yang salah karena memiliki intonasi suara yang lebih tinggi?, Jangan bercanda!.

Saya sudah tekankan sebelumnya bahwa anda belum akan mampu memahami mengapa perempuan demikian, mengapa begitu banyakhal dituntut, padahal segalanya baik-baik saja. Lalu saya berkata, anda tidak memiliki mata, hati dan telinga perempuan. Perempuan melihat, merasakan dan mendengar apa yang tidak anda lihat, rasakan dan dengar. Ini kodrati, bahwa masing-masing dari kita dianugerahi kelebihan dan kekurangannya. Apabila laki-laki sudah cukup mengeksplorasi kekurangan dan kelebihannya (jati dirinya), lalu sekarang giliran perempuan. Karena dulu belum diberi kesempatan, saat sekarang diberi kesempatan, perempuan dituduh mengada-ada. Oleh karena itu perempuan melakukan pemberontakan, karena perempuan membenci kerusakan, perempuan tidak mengangkat senjata, mereka mengangkat pena dan suara. itulah feminisme, terlepas dari berbagai genrenya.

Mengapa yang perempuan suarakan cenderung tidak terdengar merdu di telinga laki-laki atau perempuan itu sendiri yang terhanyut dalam logikalisasi laki-laki?. Sebab diantara kita memiliki arah logika yang berbeda, sebab dalam berfikir perempuan memiliki perpaduan dengan perasaan dan itu menurut klasifikasi dunia laki-laki aneh dan terkesan tidak logis. Tapi akankah kalian ketahui bahwa yang kalian pikir logis itu terkadang cukup aneh di benak perempuan. Mengapa untuk pembangunan kita perlu bantai membantai dulu?. Itu salah satu contoh ketidak logisan dalam benak perempuan, tapi cukup logis dan wajar sajaj dalam benak laki-laki. Well, kita berbeda sehingga perdebatan mengenai apakah wacana kesetaraan ini masih perlu atau tidak hanya akan berujung pada debat kusir sebab kita memiliki sudut pandang yang mengkusir juga.

Kesetaraan perlu? YA, sebab kehidupan masih belum setara (Nita, 2013). Mengapa disebut belum setara?. sebab masih ada satu pihak yang merasa superior diantara yang lain. dengan itu mereka dengan leluasa melakukan subordinasi terhadap pihak yang lain. Subordinasi, bahasa berat!. Memang apa yang kau ketahui tentang subordinasi?, kau mengalaminya? atau hanya hasil kekaguman terhadap buku-buku feminismu?. Saya mengalaminya, didunia saya yang bebas, merdeka dan mandiri, saya masih merasa ditekan. Apabila saya bukan perempuan, saya yakin saya tidak akan mengalami hal-hal semacam ini. Bahkan beberapa teman menilai saya 'tidak cukup' perempuan. Akan tetapi tampilan dan keperempuanan saya bagaimanapun tidak memunafikan identitas saya sebagai perempuan. Lalu apa yang terjadi. Saya berfikir bahwa perempuan manapun pasti memiliki riwayat yang tak terlupakan berkaitan dengan identitas keperempuanannya. Menyadari atau tidak, semua perempuan pasti mengalami 'pelecehan'. 

Mengapa dilecehkan?, karena mereka merasa lebih superior dibandingkan dengan kita. Pelecehan bentuk apa itu. Saya baru menyadari bahwa terdapat juga yang namanya tekanan psikologis yang dihasilkan atas tindak pelecehan yang menyakiti tidak hanya fisik tapi psikologis. Apabila diteliti secara medis, tidak akan terlihat dampaknya, tapi karena perempuan memiliki sisi psikologis yang khas, dalam dan amat rumit, suatu tindakan pelecehan tidak langsung bisa berdampak fatal dalam kehidupan perempuan. Beban psikologis akan mempengaruhi fisik dan tidak dipungkiri bahwa manusia bisa mati karena tekanan psikologis. 

Saya baru menyadari akan urgensi wacana kesetaraan setelah saya mengalami insiden yang sangat membuat saya kehabisan akal. Suatu insiden yang untuk keluar dari mulut saya saja susah untuk diucapkan sebab berkaitan dengan apa yang dikatakan budaya sebagai 'taboo'. Oleh karena itu beban psikologisnya semakin menjadi dan kemudian berkembang dalam pikiran saya bahwa hal seperti ini tidak bisa jika hanya didiamkan saja. Saya bisa merangkum kejadian itu dalam bahasa kiasan, dan suatu saat nanti apabila saya cukup mempunyai power untuk itu saya akan menceritakannya. Jadi kejadian itu adalah saat dimana seorang oknum melakukan tindakan yang secara psikologis menekan saya. Sebab saya merasa dilecehkan dengan tindakan itu, sehingga memakan cukup banyak waktu untuk berfikir mengapa hal demikian terjadi, mengapa ia melakukannya?. Saya kembalikan pada diri saya sendiri, apakah saya pantas mendapat perlakuan seperti itu?, tidak, sebab saya sedang dalam sikap dan penampilan yang amat baik. Lalu mengapa ia melakukannya?, apakah kamu sanggup melakukan hal itu?, menurutku tidak, Dan tidak akan da perempuan yang sanggup melakukan itu terlepas ia waras atau sinting. Lalu mengapa orang itu demikian, sebab ia merasa ia dapat melakukannya sebab ia lebih superior, dan tindakannya merupakan cermin kesuperiorotasan. Tidak ada hal lain yang dibanggakan kaum laki-laki keculai superioritas, jarang sekali diantara mereka ada yang bangga apabila mereka dinilai cinta damai dam lembut. Mereka akan amat bangga apabila disebut tangguh dan perusak. 

Lebih jauh lagi saya berpikir mengapa ini terjadi? sebab kesetaraan belum benar-benar terwujud. sebab masih ada yang merasa lebih superior dibandingkan dengan yang lain, sebab masih ada pihak yang cenderung melakukan penekanan terhadap pihak lain. Bagaimana agar hal-hal demikian tidak terjadi?. Maka kesetaraan harus mulai dibangun. Dekonstruksi budaya memang mustahil terjadi apabila tidak pernah dicoba. Sedikit demi sedikit pasti akan bisa dirubah. Ingat bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali Tuhan dan perubahan, mengapa dekonstruksi budaya mustahil terjadi?. Upaya ini memang berat, belum lagi tamparan dan bantahan dan hujatan yang akan diterima sebab dinilai mempersulit hal yang mudah. Akan tetapi tidakkah kalian semua menyadari bahwa permasalahan ini adalah permasalahan umat manusia, yang ini juga memberi dampak yang luar biasa besarnya bagi perkembangan peradaban kedepannya?. 
.............................................

-TBC-



Maret 16, 2013

Life is so truee..

Pagi ini sabtu yang membahana dengan segenap kemalasan, teman setiaku. Saya ingat dulu saya bukan pemalas karena saya dituntut untuk menjadi yang terbaik dalam beberapa kurun waktu. Ketika saya terbebas dari tuntutan itu, saya berkata pada diri saya sendiri, "kau boleh mencoba bermalas-malasan, tapi jangan lama-lama". Tapi hukum kehidupan ini sudah terlanjur mengatakan bahwa sesuatu hal yang dilarang akan cenderung diulang. Yaa.. dan aku kemudian menjalani pola hidup malas selama sepuluh tahun terakhir ini. Aku belum pernah mengenal tipe orang moody yang melebihi derajat ke-moody-anku. Aku tidak akan menyapa orang apabila aku tidak mood, aku tidak akan pergi kemanapun meskipun itu wajib apabila aku tidak dalam mood untuk pergi. Dan sekarang aku lagi gak mood untuk meneruskan tulisan ini. Jadi apa donk? kita berhenti saja disini :)

Dalam perjalanan hidupku ada yang bilang bahwa kita patut memasang target tertentu yang ingin kita capai dalam hidup ini apabila ingin hidupmu teratur. Ide yang bagus!. Jadi saya menurutinya. Hal pertama yang saya buat adalah catatan hutang. And then yang terjadi adalah, mood ku jadi berubah tambah buruuuk. Karena apa? aku menemukan fakta bahwa rupanya mereka hampir mendekati mustahil untuk diselesaikan :P. Lalu saya mencoba nge-list daftar keinginan dalam hidup dan rundown kehidupanku. Lamaaaaaaaa saya mengaturnya sampai-sampai saya kepikiran bahwa tidakkah saya sedang melangkahi wewenang Tuhan?. Hahaha.. memang sih tidak ada dalil yang menyebutkan bahwa dosa besar menuliskan target hidup, masalahnya saya adalah tipe orang yang tidak ingin meninggalkan pekerjaan setengah-setengah. Maksudnya, kalau saya membuat rundown kehidupan, berarti saya juga harus membuat jadwal kematian (=.="). Saya tidak yakin bahwa saya ingin berada di dunia ini terlalu lama, tapi saya memang butuh waktu banyak untuk menebus dosa-dosa saya agar saya tidak perlu direbus di api neraka nantinya. Apakah saya bisa request tahun kematian saya kepada Tuhan?. BODOH!

Satu lagi yang cukup menguras waktu saya dalam membuat rundown ini. Adalah kapan saya akan menikah?. Salah, bukan kapan, tapi apakah saya akan menikah???. Saya bukanlah seorang feminis radikal, tapi saya merasa bahwa pernikahan itu sama jauhnya dengan kapan saya akan sembuh dari trauma buah rambutan. Saya senantiasa berdoa, ubahlah saya Ya Allah, jadikan saya wanita normal yang galau mengenai pernikahan every minutes in my life like everybody else. Saya tahu karma memang akan datang, sebagaimana yang kakak saya katakan bahwa dosamu dibayar kontan saat kau hidup, di akhirat itu masalah bunganya ajah :D. Saya selama ini senantiasa menyeringai dan tertawa di dalam hati apabila melihat teman-teman/ kakak-kakak yang galau pengen nikah. Saya berfikir bahwa mereka kurang kerjaan, dan konyol sekali. Dan saya takut Tuhan akan menghukum saya dengan menjadikan saya perawan seumur hidup T.T. Ampuni saya Tuhaaaaaaaaaaaaann.

Tapi saya ingin punya anak di usia muda. Saya tidak ingin (belum) menikah tapi saya ingin punya anak. Saya ingin menjadikannya teman hidup saya, kereen sekali. Seorang anak yang pintar dan tampan kayak Baek Seung Joo ;) atau yang mama boy kayak di dorama 'Risou No Musuko'. Jadi saya pengen jadi mama di usia 25, tapi saya belum menerima konsep pernikahan. Saya ingin jadi the great mama. Seorang wonderwoman kebanggaan yang mengajak anaknya keliling dunia sehingga dia fasih berbicara banyak bahasa. Lalu dia harus pandai matematika, fisika, kimia, pokoknya segala macam hal yang saya tidak bisa dia harus bisa. Dia harus pintar nyanyi dan baca Al-Qur'an, balance kaaann. Tidak malas bangun pagi untuk shalat subuh dan ikhlas harus membaca al-ma'surat dan mendengarkan taujih pagi :D. Apalagi yaa?, eh tidak berwajah boros, awet muda. Dia juga harus gak gaptek, bahkan jadi hacker kayak Daisy, pintar renang, suaranya bagus pintar ngeband kayak Jung Yong Hwa dannn saya merasa akan menghancurkan hidup seorang anak manusia dengan sederet keinginan saya. Jadi intinya, biarlah dia jadi dirinya sendiri. Seperti saya begini adanya, saya tidak ingin orang lain banyak menuntut saya karena saya juga menerima mereka apa adanya. Saya begini dan ini bukan penyakit, inilah diri saya.

 Saya berhenti menuliskan rencana hidup saya saat saya menyadari pengalaman hidup saya selama ini. Bahwa apapun yang tertulis dalam hidup saya pasti tidak tercapai T.T. Jadi tema kehidupan saya adalah unpredictable, kalau begitu lebih baiknya saya menuliskan hal-hal yang tidak saya inginkan. Biar mereka tidak pernah terjadi. Apa itu??, saya tidak ingin mati dalam keadaan mengenaskan seperti tikus dijalanan surabaya yang seluruh organ tubuhnya keluar karena terlindas transportasi. Saya tidak ingin ibu saya pergi seperti cara bapak saya pergi, saya tidak ingin saat lulus kuliah saya linglung mau kemana dan menjadi pengangguran karena saya menjadi sorotan seluruh warga kampung saya :((. Saya tidak ingin hal-hal traumatis dalam hidup saya membawa dampak yang mengerikan bagi masa depan saya, cukuplah saya menyesalinya selama ini, jangan tambah saya hukuman yang lebih berat dari ini. Akhir kata saya sampai pada kesimpulan bahwa; benarkah hidup ini bisa sesuai dengan request kita?...............



  

Oktober 26, 2012

PHP

Seluruh isi kehidupan ini kebanyakan adalah mengenai Harapan. Tidak hanya harus menumpang bus Harapan Jaya saat ingin bepergian ke luar kota, namun apapun itu disetiap sudut-sudut kehidupan pasti menyembunyikan harapan. Wuahhh.. aku berharaap jadi milyarderrr, aku berharap bisa pergi ke bulan, aku berharap dan berharap bahwa setiap harapan akan terkabul.

Ada harapan, berarti ada pengharap dan pengabul. Kita-kita ini adalah pengharap dan Allah adalah pengabul. Meskipun Allah itu maha baikkkk.. tapi tidak berarti semua harapan yang kita inginkan akan selalu dikabulkan. Allahlah yang tahu mana yang baik dan buruk bagi kita, jadi saat harapan kita tidak terkabul jangan langsung men-judge bahwa Ia adalah Pemberi Harapan Palsu (PHP). Selain itu mengharap saja juga tidak cukup, perlu ada usaha nyata yang menunjukkan bahwa harapanmu sangat besar. Harapan yang besar lebih diutamakan untuk dikabulkan.

Perlu dicatat pula bahwasanya setiap hal baik yang kita harapkan dan kemudian tidak terwujud, jangan langsung menilai bahwa ini pertanda bahwa menurut Allah itu bukanlah hal yang baik sehingga tidak dikabulkan dan membuat kita langsung menyerah dan tersungkur diatas meja. Ada jenis harapan yang butuh melewati proses percobaan berkali-kali karena Allah tahu kesuksesan instan itu gak baik bagi kita. Saat Allah memutuskan untuk 'menunda' pengabulan atas harapan besar kita berarti Ia sedang menyiapkan sesuatu yang WOW buat kita. Lalu mengapa harus ditunda?. Itu agar kita belajar. Belajar untuk lebih dapat memaknai kehidupan, belajar untuk bekerja keras, belajar untuk menjadi lebih baik, belajar untuk mencapai kesempurnaan, belajar untuk menjauhi kesombongan yang dibenci Allah. Ya karena tabiat manusia itu tidak jauh dari kesombongan begitu di beri kemudahan. Jadi waspadalah, jangan sampai penyakit menjijikkan itu menghinggapi kita.

Thomas Alva Edison bahkan telah melewati 100 kali masa percobaan sebelum pada akhirnya menelurkan sebuah karya besar berbentuk bohlam lampu. Bohlam lampu itupun hingga kini mampu menghantarkan peradaban dunia menjadi secanggih ini. Ini bermakna bahwa upaya yang keras akan menghasilkan sesuatu yang lebih fenomenal dan lebih bermanfaat. Jadi sudah gak relevan dong apabila kita menyerah hanya karena gagal sekali, duakali, tigakali, empatkali, limakali, dst :D. Tetap semangat meraih harapan dan cita untuk masa depan yang lebih baik. Karena setiap langkah yang kita tempuh, meskipun belum menemui keberhasilan namun faktanya semakin meningkatkan kapabilitas kita. Allah tidak pernah berdusta, Allah tidak pernah lupa untuk memberi imbalan pada setiap upaya yang diniatkan oleh niat yang mulia, Allah bukanlah PHP. So, tetaplah berkarya: Strong Hope, Real Action!

Agustus 09, 2012

Sebuah Karya Ilmiah: Enak, Sial!!



PENDAHULUAN: Senja di Surabaya
“Enak, sial!”
Itulah narasi dari drama sore yang aku tonton hari ini. Bukan drama sebenarnya, lebih kepada realitas yang terdustakan. Kenapa harus terdustakan?, karena untuk mengakuinya agak memalukan. Jadi once upon a time, senja di Surabaya merupakan yang terindah dari kota-kota lainnya (kota yang kumaksud adalah peradaban nomadenku; Jember, Banyuwangi, Kediri, Blitar, Sragen, e.t.c). Senja saat itu sangat spesial, karena sebelum senja menapaki riwayatnya di bumi Surabaya, aku yang dalam kondisi mengenaskan mendapat pesan singkat yang isinya paling kusukai dari segala pesan yang telah kuterima. Apalagi kalau tidak tentang uang. 

Jadi hari itu ada rejeki tak terduga yang tiba-tiba mampir. Nah, bertepatan dengan saat itu aku sedang bersua dengan temanku, yang sikapnya lebih memposisikan diriku ini sebagai emaknya dibandingkan dengan temannya. Secara otomatis dia merengek menagih traktiran. Senja di Surabaya kita habiskan dengan menelusuri jalanan macet di tanah Bonek ini.

Hanya berputar ke mall sejenak, karena aku tidak mendapatkan apapun yang kumau  (apa sih yang kumau?, hanya seuntai janji manis yang tak akan ditepati – apa sih?? =.=” ). Setelah itu mendengarkan rengekannya sepanjang jalan membuatku akhirnya menyerah. Kuturuti kemauannya, kemanapun dia akan membawaku. Sampai kita akhirnya nyantol ke sebuah resto fenomenal di depan stasiun gubeng lama (tidak sebut nama karena tidak terikat kontrak dengan perusahaan bersangkutan :D). Eh, rupanya sudah di booking full oleh perusahaan X yang mengadakan buber dengan para pegawai.

Yasudah, kita berlanjut ke mall paling fenomenal di Surabaya untuk menemukan restoran sejenis. Sesampainya di restoran yang berada di lantai 5 tersebut, terkejutlah kita bahwa kita harus ngantri dulu. Sembari ngantri ngacirlah kita ke mushola untuk menunaikan ibadah shalat maghrib. Melihat resto yang full dan antriannya yang panjang, saya sempat heran dengan adanya fenomena kelaparan di luar sana. “Betulkah fenomena itu?, apakah hanya tipuan?. Bagaimana bisa ada fenomena rakyat kelaparan disaat resto mahal itu manusia dan sampek ngantri pula, sungguh paradoks yang menggelikan”.     

Akhirnya kami mendapatkan seat juga setelah menunggu amaaaaaatttt lamaaaa sekali. Dalam masa penantian itu kami berdiskusi, melihat bagaimana cara makan disana. “eh modelnya prasmanan ya?, sepuasnya katanya. Terus gimana totalannya?”. “Dimana nasinya?”. “Gimana cara masaknya?”. “Kenapa dagingnya mentah semua?”. Kita benar-benar terlihat paling ndesooo disitu, padahal aku yaqiiin bahwa tampangku gak ndeso-ndeso amat, tapi tabiat kita yang clinguk’an kayak maling sungguh menampakkan kekatrok’an kita. Aku sadar hal itu, tapi aku bertekad untuk Be My Self, whatever they thought.

ISI: Great Adventure
Saat pramusaji menyiapkan seat kita, iseng-iseng teman saya sebut saja Han Hyo Joo (eh, lak seneng areke disebut gitu), yang bulan ini baru saja berkepala dua, mewawancarai si pramusaji itu. “Mbak, gimana ya caranya agar kita tahu harganya”. “paketan mbak, each adult seharga 125 ribu”. Okeee, aku sudah mendengarnya dan tetap calm down berlagak elegan. Kita sudah makan takjil puding dan es campur yang luar biasa enak rasanya, mau apalagi teruuss???. Begitu si pramusaji pergi, aku berujar pada si Han hyo Joo: “Eh, ada pintu keluar lain gak selain di tempat kasir itu?”. “Sorii Ha Ji Won (aku maksudnya :P), kayaknya gak ada deh” jawabnya lugu. “Kalau pintu ajaib doraemon?”. “Gak ada juga” jawabnya sambil nyengir. “Oke kalau begitu yang bisa kita lakukan sekarang adalah membuat mereka bangkrut, kita rampok resto ini”. HAHAHAHAHA.. akhirnya kita siapkan kostum topeng mata satu kita bak perompak (ngiiikkk..)

Alhasil kita mengambil segala macam dises seperti orang kesurupan. Buanyaaaaaaaaaaak bangett, sampai kita gak tau bagaimana cara menghabiskannya. Cara makannya saja kita gak tau pleaseeee... Kita udah mengambil segala menu yang ada dan di depan kita ada panci mendidih dan tempat panggang. “Terus gimana cara masukinnya ke situ?” tanya Han Hyo Joo kepadaku yang sama tololnya. “Yah ini ada sumpit kan?”. Oke aksi kita mulai lancarrr. Kita menikmati saat-saat itu (atau tepatnya memaksakan diri untuk menikmati karena gimana lagi, ibarat pepatah jawa wes kadong teles yo nylulup pisan :D, translate sendiri yooo??). 

Begitu mencicipinya, sekali gigit komenku untuk yang pertama kali adalah “enak, sial!”. Ucapan itu berkali-kali kita ucapkan sudah kayak yel-yel. Yel-yel ini berkhasiat banget sebagai pelipur lara hati kita yang harus bangkrut begitu melewati pintu keluar itu :P. Karena bagaimanapun juga di lubuk hati kita yang paling dalam nyesek juga menghabiskan jatah makan seminggu dalam semalam, tidak! sejam lebih tepatnya karena kita juga harus keburu pulang. Oleh karena itu timbullah ide katrok nan bego kita. Yaitu menyembunyikan beberapa makanan ke dalam tas untuk dibawa pulang (ngakzzzz!!). 
Jadi kita mengambil beberapa fried ebi yang satu persatunya kita balut dengan tisu dengan cara yang amat hati-hati (selayaknya siswa yang sedang mencontek saat ujian). Si Han Hyo Joo yang beraksi, aku hanya bertugas mengkondusifkan TKP, sungguh duo bandit kita ini. Entah kenapa saat kita beraksi para pramusaji lalu lalang mendatangi tempat kita. Betapa sensasinya membuat kita hampir terserang stroke.

Jadi intinya kita itu ketahuan oleh managernya. Tuhan menunjukkan kepada kita bahwa itu adalah jalan yang bukan terlalu buruk tapi tetap saja tidak baik. Kita gak mau mengakui bahwa kita nyuri, tentu saja, disanapun tidak ada peringatan bahwa dilarang membawa makanan pulang, namun karena hal itu tidak umum maka kita gengsi untuk secara resmi membawa makanan pulang, jadi ini bisa dikatakan merupakan unofficial ways (bahasa kerennya, tapi tetap saja istilahnya semi-maling :D). Please ya jangan nuduh kita nyuri, kita bayar tunia pleaseee.. dengan angpao lebaran yang terpaksa melayang di senja bolonggggg...

Jadi ditengah aksi itu api panggang kita tiba-tiba menyala sedikit over-reacted dan mengundang banyak pramusaji untuk menangani masalah itu. Aku rasa pramusaji tersebut menangkap basah kita, karena setelah itu kemudian managernya (gak tau deh manager atau apa, dia yang kelihatan paling sok dan berseragam resmi). Si manager mendatangi kita dan bertanya: “Apa ada yang bisa kita bantu?”. Aku menjawab: “We’re fine thank you J”. Yah, dia melihat pada pojok dimana transaksi itu berjalan, aku rasa kita telah tertangkap. Aku berfikir mungkin kita ditegur, dampak paling mengerikan orang-orang disekitar akan tahu aksi kita dan kita bakaaaalll amat malu sekali. Namun aku tahu dia baik, dan dia mengerti sekali bahwa kita adalah mahasiswa miskin yang mencoba untuk hidup di ‘Lala land’ barang sesaat.

KONKLUSI: Hikmahnya adalah...
Meskipun begitu kita pulang dengan hati yang amat puas. Bahkan kita berencana untuk mengulanginya lagi (mampir ke resto itu maksudnya, bukan mengulangi tindakan kriminil itu :D). Dannnnnn... yah demi mengobati rasa penasaran kita selama ini terhada fenomenalitas resto itu, biaya yang kita keluarkan pantas kok. Next kita sepakat untuk mampir ke warung ice cream yang juga fenomenal, ada dinamika apalagi disana?, tunggu saja tanggal mainnya. FIGHTING!!


Juli 30, 2012

a Piece of Reality

Gubuk ini hampir roboh, satu persatu penghuninya telah meninggalkan tempat ini. Namun aku tetap berada di sudut ruangan, mencoba mengobrak-abrik isi otak yang aku sadari tidaklah berisi hal-hal kreatif. Jadi jangan paksa aku untuk menemukan ide brilian, aku hanyalah manusia yang berdiri dengan segenap sense, yang memandang apapun menggunakan sense, persetan dengan segala ide jeniusmu yang kau simpan rapat-rapat namun tak kau gunakan untuk mengubah dunia agar menjadi lebih baik. Hanya bermodalkan sense, aku yakin sesuatu yang berguna dapat aku lakukan. Karena aku serupa plato dalam segenap indera perasa.

--> Hidup ini tidak selalu harus adil, kemanakah harus mencari keadilan?

Kadang muncul sebuah siluet pada senja hari, dimana memandangi langit diatas genteng tetangga merupakan aktivitas yang sangat meyenangkan bagiku. Kemudian aku mendengar jeritan, salah satu diantara jeritan yang pernah aku dengar selama aku hidup. Jeritan dari seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun yang turun dari motor sambil menggendong adiknya yang berusia 3 tahun, yang telah tak bernyawa. Dia menjerit, jeritannya sanngup memecah belah segala kedustaan mengenai kehidupan ini. Beberapa jam yang lalu ibunya dirundung kegalauan yang akali ini berupa kegalauan seorang ibu yang bingung untuk mencari cara menyelamatkan anaknya yang sudah mulai kesulitan bernafas karena buah rambutan yang tersangkut di tenggorokannya. Akhirnya dengan mengandalkan sense keibuannya beliau memasukkan jarinya untuk menarik rambutan tersebut dari tenggorokan sang anak. Sampai beberapa lama jarinya keluar bersimbah darah, darah yang berasal dari tenggorokan itu. Sang ibu mulai menangis, amat ketakutan, merasa bersalah, tidak berdaya. Sementara itu sang bapak yang sedang berlarian kerumah tetangga untuk mencari pinjaman uang agar bisa membawa sang anak ke rumah sakit pun tidak kunjung kembali. Matahari telah hampir meredup, akhrinya ia kembali. Anak sulung dari keluarga tersebut, seorang bocah laki-laki yang menjadi punggung keluarga, dengan pekerjaan serabutannya sebagai pegawai bengkel montor, sembari mendirikan tambal ban di rumahnya, kuli bangunan, pekerja sawah, pengecat dinding,  dan musuhku karena senantiasa jahil dan selalu mengolokku sebagai 'perawan tua'.   

Dia dan bapaknya berangkat ke rumah sakit terdekat dengan membawa adiknya yang sudah tidak sadarkan diri dipangkuannya. Aku hanya merasa heran, saat tak sampai sejam kemudian aku mendengar jeritan itu. Dia membopong adiknya kedalam rumah sambil kemudian berlutut sambil merintih. Tangisannya membuyarkan semua impian, impian para manusia desa yang ingin menjadikan dunia ini seadil-adilnya bagi rakyat yang terpinggir karena materi. Dia berteriak-teriak bahwa dia tahu adiknya telah mati dalam perjalanan, adiknya merengkuh lenggannya dan mencoba memandangnya dengan mata yang melotot-lotot saat sang malaikat nyawa menghampirinya. Dia tahu adiknya ketakutan, adiknya ingin dia menemaninya, adiknya ingin dia menyelamatkannya. Namun ia tidak sanggup. Aku bisa merasakan sedalam apa penyesalannya, akan sampai berapa lama ia akan mengutuk dirinya. Ini sedalam-dalamnya luka, siapakah penyembuhnya???

Beberapa hari setelah hari naas itu ia secara rutin mengunjungi rumahku, ia memberikan sandal adiknya kepada keponakanku, juga beberapa mainan yang biasanya dimainkan oleh adiknya dan keponakanku. Juga setiap pagi dia datang kembali untuk memberikan uang yang disebutnya 'jatah uang jajan' adiknya. Dia suka memeluk keponakanku seolah sedang memeluk adiknya. Satu atau dua bulan kemudian dia datang agak lama, dia membelikan keponakanku sebuah mainan replika truk yang dikatakannya sebagai salah satu yang paling diinginkan oleh adiknya. Ya, sekaligus dia pamit untuk merantau ke luar negeri sebagai TKI dan bertekad akan membawa sekarung uang agar bisa menuruti segala keinginan adiknya yang belum terwujud. Berkali-kali ia bergumam lirih, "andai aku kaya waktu itu, aku akan sampai rumah sakit lebih awal sehingga adikku dapat diselamatkan". Nobody knows boy, 'cause there's Allah who decides everything...

Juli 19, 2012

Sebuah Harapan (Palsu)


Bismillahirahmanirrahim..

Karya sastra ini saya tulis dengan penuh penghayatan. Apalagi setelah dimulai dengan bismillah ba’da tahmid didalam hati, semoga ini bermanfaat. Tidak, ini tidak seserius itu seolah aku mau menuliskan wasiat sebelum kematian. Aku hanya sedang mencoba mengelupas sisi kehidupanku yang terdalam. Sebagaimana remaja pada umumnya (saya agak malu mengatakan bahwa saya remaja: dalam bahasa inggris teenagers, padahal diri saya sudah tidak berusia ‘teen’ lagi tapi ‘tweenties’ jadi saya mengkonfirmasi dulu sebelum nantinya ada yang menuduh saya telah melakukan penipuan besar – OUCH! ) saya mencoba menemukan jati diri saya; WHO AM I??

Nama saya terdiri dari 14 huruf (nama asli, Boo-SS terus terang palsu: sepalsu diri saya yang sebenarnya :D). Saya perempuan, tentu saja. Meskipun saya akui bahwa kelahiran saya sempat membuat bapak saya frustasi. Beliau amat sangat mendambakan kehadiran anak laki-laki disaat sudah memiliki 3 anak perempuan. Dari sisi inilah saya merasa memiliki kemiripan dengan keluarga Bennet dalam novel favorit saya sepanjang masa yakni Pride and Prejudice. Kekecewaan bapak saya cukup beralasan, beliau menginginkan seorang penerus yang bisa menjadi seniman kenamaan yang meneruskan karir bapak saya yang terhenti akibat penyakit yang dideritanya. Kambing yang telah dibelinya semasa saya berada dalam kandungan, yang diharapkannya akan digembala oleh saya saat saya (yang diharapkan sebagai seorang anak laki-laki yang ganteng, ehem!) lahir, kemudian disembelih dengan dalih syukuran. Padahal itu merupakan perwujudan dari yang namanya desperate. Keluarga saya memang so sweet, kami adalah manusia yang bisa mensiasati kehidupan; akan dengan mudah merubah kekecewaan menjadi rasa syukur sehingga kekalahan menjadi kemenangan yang tertunda. 

Itulah sebenarnya yang mendasari benih-benih feminis dalam diri saya. Memangnya mengapa jika saya tidak terlahir sebagai laki-laki??. Sangat tersengat rasanya saat membaca artikel yang mengutip pernyataan seorang tokoh dunia (entah siapa itu, saya sering lupa dengan nama orang dan tahun) yang menyatakan bahwa Wanita adalah manusia yang gagal menjadi laki-laki. Lalu saya jawab dalam hati (gerundel); Laki-laki adalah manusia yang tidak sanggup menjadi wanita. Bahkan filsuf jaman kuno entah itu Plato atau siapa mengatakan bahwa wanita adalah makhluk yang tidak memiliki jiwa. Lalu apa yang kau lihat selama ini??, zombie???!. Yah sudahlah, Biarkan Mereka Berkembang. Hanya saja, mengapa mereka tidak dapat memahami bahwa wanita adalah wanita dan laki-laki adalah laki-laki, ini yang disebut harmoni, balance, yin-yang e.t.c. Laki-laki bisa disebut laki-laki karena ada jenis lainnya yakni perempuan, begitupun sebaliknya. 

Well, untuk itu kemudian aku membuktikan kepada bapakku bahwasanya meskipun perempuan aku bisa mewujudkan segala cita-citanya yang terhenti. Bapak ingin anak yang pandai melukis, oke aku bisa. Bertahun-tahun aku memaksakan diri untuk menyukai mata pelajaran seni rupa disekolah meskipun menurutku sangat membosankan. Kemudian bapak menyadarkanku bahwasanya aku telah gagal total dalam bidang ini; “kok dari jaman TK sampai mau SMA gambaranmu tetep itu-itu saja. Gunung, sawah, jalan raya dan tiang listrik, memang dunia ini sesempit itu ya?”. (=.=”)

Harapan kedua bapak yakni ingin penerus yang bisa melestarikan kesenian wayang kulit pakem Jawa. Aku menerima usulan bapak untuk mengkarantinakan diriku di sanggar seni milik saudaraku yang khusus melatih generasi-generasi berbudaya. Berbagai posisi telah dicobakan untukku. Sebagai sinden aku sudah divonis tidak cocok karena suaraku tidak feminin, malah saat kucoba bersuara sefeminin mungkin aku malah diolok dengan amat sangat menyakitkan; “kamu kalau ngomong begitu kayak banci habis minum baygon”, Sakiiiittt!!. Begitupun saat mencoba posisi sebagai ‘panjak’ (kru musik dalam pertunjukan wayang) aku kemudian di judge sebagai manusia yang tidak memiliki sense of melody sama sekali, what?, are you **ck*** kidding me??. Harapan terakhir, aku gabung dengan grup penari ‘remong’, beberapa jam saja berlatih aku sudah di komen oleh salah seorang penonton latihan; “mbak punya penyakit tulang, encok atau asam urat begituan ya?, kaku banget gerakannya”. Baiklah aku menyerah, dunia ini serasa tak adil sekali bagiku. (back sound; Dewiq “Dunia sedang tak bersahabat, ingin kubawa hancur bersamaku.. Hoooo”).

Klimaksnya aku pulang menghadap ayahanda dengan wajah yang tertunduk, sama sekali tak punya keberanian untuk menegakkan kepala (gak gitu-gitu amat kalee). Akan tetapi kepulanganku dari summer camp di Asrama seni itu memang sebuah pukulan yang amat keras bagiku, aku telah merasa menjadi orang paling gagal di bumi ini dengan bentuk kegagalan yang paling hina: gagal menjadi anak. T.T

Namun bapakku yang wise kemudian berkata; “gak pa pa nak, bapak tetap bangga kepadamu. Meskipun kau bukan anak laki-laki sehingga tidak dapat mewarisi kegantengan bapakmu ini, ditambah lagi meskipun perempuan kau juga tidak cantik” (back sound: Krieeeekkkk!!!). “Lalu apa yang ananda bisa lakukan untuk menebus dosa tidak cantik dan tidak ganteng ini ayahanda?”. “tidak ada, kau sungguh mematikan seluruh harapan manusia di bumi ini”. “Tapi, apakah ayahanda tidak memiliki harapan lagi?”. “ada sih sebenarnya, elo pengen tau??”. “iya ayahanda, katakan saja. Kali ini akan ananda kabulkan”. “Karena aku ingin anak yang tampan maka sekaligus aku senantiasa mendambakan menantu yang cantik”. Anak dari bapak gila ini langsung speechless kemudian membeku (dilanjutkan dengan kerudungan kresek lalu turun panggung). 

*Cerita ini diilhami oleh kisah nyata, namun agar menarik banyak diselingi dengan dramatisir yang berlebihan. Berharap ada yang tertarik memasangkan iklannya di blog yang diakui oleh pemilik sebagai blog yang useless dan amat sepi pengunjung kecuali mereka yang amat kurang kerjaan bisa sampai membaca pesan terakhir ini. Sekali lagi terima kasih telah meluangkan waktu anda yang berharga untuk membaca kegilaan ini. Efek samping setelah membaca ini (misal langsung muntah atau alergi gatal-gatal) tidak ditanggung oleh penulis maupun blogspot. Wassalamualaikum WR. WB ^.^ CAO!!


Juni 17, 2012

Time to Change

"Dari Syadad bin Aus r.a., dari Rasulullah saw., bahwa beliau berkata, ‘Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah swt. (HR. Imam Turmudzi, ia berkata, ‘Hadits ini adalah hadits hasan’)"

Aku dilahirkan menjadi orang yang mandiri. Semuanya kukerjakan sendiri, kupikirkan sendiri dan bisa dikatakan hidup menyendiri. Orang tua tidaklah terlalu berperan banyak dalam perkembangan karakterku. Jadi sama sekali tidak ada yang dapat disalahkan dari mereka ketika telah dewasa seperti ini aku menemukan kenyataan bahwa aku tumbuh dengan karakter yang  semakin 'mengerikan' dalam bertambahnya usia. Seberapa mengerikannyakah watakku?, kita akan memilahnya satu per satu namun sebelumnya aku ingin menyisipkan satu cerita klasik.

Suatu hari, ketika Boo-SS berusia 5 tahun pada moment rekreasi TK Dharmawanita kota X dia merasa sangat takut sekali saat melongok ke kolam renang yang telah dikosongkan tanpa air. Dia berfikir bahwa inilah neraka, mengerikan sekali karena sangat dalam lebih dalam dibandingkan sumur, sangat luas dan kelihatan menakutkan (gak tau apanya yang mengerikan =.="). Lama sekali ia mengamati kolam itu, sampai-sampai ketinggalan rombongan (bukan kali pertama dan terakhirnya nyasar seorang diri). Pada kesempatan itulah titik dimana ia menemukan 'kesaktiannya'. Apa yang ia lakukan seorang diri (diri yang masih balita) di taman rekreasi yang luas???. OOOpppss anda salah! dia tidak menangis sama sekali tidak. Bahkan ia tidak berminat untuk mencari rombongannya. Ia mengikuti seorang pedagang mainan gelembung sabun yang ditiup (entah apa itu namanya??) sampai orangnya merasa risih dan kemudian memberinya satu botol gelembung dan menyuruhnya mencari orang tuanya.
Pada kesempatan itu pula ia mendengar namanya disebut-sebut di pengumuman anak hilang. Namun sayangnya ia sama sekali tidak berminat untuk kembali ke 'jalan yang benar'. Ada hal yang lebih menarik untuk diamatinya. Kebetulan sekali ada sesosok disney yang amat besar, melambai-lambai di tengah jalan namun lambaiannya ini entah mengapa malah membuat banyak anak kecil menjerit-jerit ketakutan. Ia berdiri tepat didepan mascot tempat wisata itu tanpa sedikitpun kegentaran. Kemudian datanglah serombongan keluarga yang ingin berfoto dengan sang mascot. Mereka berfoto bersama kecuali anak mereka yang kecil dan ayahmya. Anaknya menjerit-jerit ketakutan dan ayahnya bertugas menenangkan si anak (good daddy). Ahh, menyenangkan sekali karena si anak tak kunjung reda shocknya dan si ibu berinisiatif untuk menggantikan anaknya dengan bocah kecil yang mlongo di depan mascot itu. Seharusnya ini menjadi sekuel dari kisah "Putri yang tertukar", namun ia rupanya hanya 'diajak' berfoto karena kasihan.    
Klimaksnya, sore hari beberapa menit menjelang maghrib rombongan akhirnya menemukan Boo-SS di kolam renang semula. Ibunya menangis seperti menang undian wisata ke Luar planet sedangkan ia berontak dari pelukan sang ibu sambil menjerit-jerit gak mau pulang. Beberapa hari setelah 'tragedi' wisata itu, sekeluarga ia melihat-lihat dokumentasi wisata TK. Dan menyedihkan sekali karena tidak ada satupun foto yang terdapat dirinya didalamnya. Yang banyak nampang adalah sang ibu dengan pose elite mother nya. Kesal sekali saat ia mendengar uforia ibunya yang merasa fotonya (yang tanpa anaknya) sangat bagus dan berniat membesarkan ukuran fotonya menjadi 10R dan memajangnya di ruang tamu. Si anak sangat kesal sekali, namun ia hanya diam saja sambil lalu. Baru saat malam menjelang ia beraksi. Ia mengambil album foto yang masih tergeletak di meja ruang keluarga, kemuadian berlari kedepan rumah dan melemparnya ke parit. Huahahahahahah.... (tawa demit). Setelah berhasil mengahnyutkannya ke parit yang dipikirnya akan hanyut ke samudera Atlantik dan ikut menjadi bagian dari bangkai Titanic, ia tersenyum puas dan mengakhiri misinya dengan mengibaskan tangannya dua kali sambil meringis hihihihihi.. (what a devil girl!).

Kisah diatas merupakan ilustrasi pembuka dari telaah karakter yang akan aku bedah. Betapa ini perlu untuk segera disembuhkan sebelum stadium akhir. Kesimpulan sementaranya adalah aku terlahir bukan untuk menjadi "Cinderella Generation". Aku menyadari hal itu, namun aku tidak berniat untuk merubah diriku menjadi Cinderella dengan keutamaan sifatnya. Apa salahnya menjadi 'Cinderella Stepsister' apabila ia lebih banyak berperan bagi perbaikan kehidupan umat ini. Sayang sekali karena I don't have enough time now  untuk memilah satu persatu sifiat burukku kemudian mencari solusi untuk menjadikannya hal yang bermanfaat. Semoga pada kesempatan yang akan datang aku benar-benar dapat melakukannya!!!. See ya...

Mei 11, 2012

Wanita dan Dunia mereka.. PART 1

Belakangan muncul pembahasan yang lebih intens dibandingkan sebelumnya, tentang wanita. RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender merupakan isu terkini yang menjadi 'hot topic' bagi para aktivis wanita, yang sepertinya haus akan pembahasan mengenai dunia mereka. Saat topic ini diangkat keluar permukaan, seolah mereka mengundang para khalayak: "Mari tengok dunia kami sebentar, karena wanita itu hidup. Saksikanlah eksistensi kami di dunia yang juga kalian (laki-laki) tinggali".
Saya bukan feminis, saya tegaskan diawal karena teman-teman dekat saya yang setiap harinya mengetahui kegilaan saya mengenai topic gender banyak yang memandang saya sebagai feminis (sebuah pandangan skeptis tentunya). Saya bukan feminis apabila yang diartikan dari predikat feminis adalah kalangan wanita yang menentang segala kodrat alam dan aturan baku agama demi 'kemanjaan' dan 'egoisitas' mereka. Saya adalah feminis apabila feminis itu (yang dalam sepengertian saya) adalah mereka (baik laki-laki maupun wanita itu sendiri) yang mencoba memberikan kesempatan yang sedikit lebih longgar bagi wanita untuk ikut berkiprah dalam perkembangan zaman; perkembangan zaman menuju pada zaman yang lebih baik, dimana kesejahteraan bersama terwujud secara selaras dan kehidupan dunia jauh dari persengketaan dan selalu dinaungi oleh nuansa perdamaian. 
Panjang lebar saya jelaskan tak akan mampu membuat anda sekalian mengerti, apabila dari awalpun anda sudah menaruh suatu bingkai 'sinisme' pada diri saya pribadi maupun istililah 'feminis' itu sendiri. Salahkah apabila wanita masa kini itu terbangun, menyadari bahwa mereka bisa melakukan hal yang lebih untuk kebaikan. Namun karena sekali wanita terbangun semangatnya, maka yang terlihat adalah suatu bentuk tindakan yang terlampau menggebu. Maka saat dunia mendengar wanita mengumandangkan pernyataan "kebangkitan wanita", serta merta seluruh dahi manusia didaratan ini mengkerut dan seluruh indera manusia menolak secara mentah-mentah tanpa ada secuil itikad untuk sekedar terlebih dulu memahami wanita beserta dunianya.
(TO BE CONTINUED)

Maret 29, 2012

Surabaya, Oh Surabaya.. Part 1

"Surabaya adalah kota berbalut beton dan kaca.."
Statement dari salah satu cerita pendek buatanku. Tapi setelah memikirkannya kembali, Surabaya tidak seasing itu. Nostalgia masa lama kutemukan di banyak sudut kota ini. Ya, aku mencintai kota Surabaya seakan ini adalah kota kelahiranku. Setidaknya memang benar begitu, Surabaya adalah kota kelahiranku. Lahirnya aku yang baru. Seperti apa sih aku yang baru?

Awal mula aku menginjakkan kaki di tanah bonek ini seorang diri tanpa keluarga atau kawan, biasa saja sih. Tapi menurutku 'saat pertama' itu bisa kugambarkan dalam kronologi perjalananku dari Denpasar dengan tujuan daftar ulang di perguruan tinggi yang mitosnya peringkat ke-100 di dunia, WOW!. Jadi waktu itu konyol sekali. Hari yang sungguh tak kupercaya aku pernah melaluinya. Tapi pemandangan gedung pencakar langit kawasan Cito sempat membuatku bersemangat. Yeah! peradabanku telah berubah. Setelahnya isinya hanya tipuan!

Terminal Joyoboyo adalah tempat yang bisa menguras kesabaran dan segenap prasangka buruk. Aku berprasangka sedemikian buruknya terhadap kota Surabaya, karena ketiga saudaraku pernah mengadu nasib di kota ini dan ketiganya sepakat bahwa Surabaya adalah kota dengan tingkat kriminalitas dan kebejatan moral yang tinggi. Aku cukup was-was. Tapi tekadku yang bulat mampu resisten terhadap pikiran-pikiran burukku. Jadi aku melaju dengan bemo pertama yang aku naiki setelah saat ini aku sudah bereksperimen dengan segala macam bemo. T2 berwarna kuning pucat menghantarkanku menuju kawasan Mulyosari, tujuan bulatku. Betapa jauhnya dan mencemaskannya karena aku tidak tahu seperti apa tempat yang aku tuju. Dan lebih beratnya lagi aku membawa koper besar selayaknya TKW pulang kampung. Aku hanya mengandalkan petunjuk si sopir yang betapa beruntungnya aku karena dia melupakanku pada akhirnya. Singkat kata, dari Joyoboyo ke Mulyosari saja aku butuh transit hingga 3 kali naik bemo yang bertipe sama. Dam*!

Begitu sampai di tempat tujuan. Takjub sekali ya, masih tersisa kawasan yang lumayan rindang di tengah kota Surabaya yang seperti neraka dunia. Namun aku belum bisa bernafas lega, karena segala urusan baru dimulai sekarang. Aku harus memperjuangkan nasib karena aku sudah tidak menemui jalan untuk kembali. Apakah yang sesungguhnya terjadi??.................................... to be continued! ^_^

Januari 27, 2012

BAGPACKER-an With Boo : Trip 2 BALI

Ok BOO.. Mari kita membahas topik ringan kali ini ^_^

Jadi sebenarnya ini adalah sarana pembalasanku karena tidak dapat travelling selama liburan akhir semester T.T. Why?? because --> Bokek, --> sibuk ber-cemungku (apa itu? rahasia :D), --> Tidak ada destination, --> terlalu cinta Surabaya (antara jujur dan bohong, heheheeh). Alhasil apa yang kudapat selama liburan ini?. Bisa dikatakan cukup seru sebanding dengan petualangan bagpacker-an yang selama ini. Minggu pertama setelah sekian lama tidak merasakannya, aku jatuh sakit. Aku flu: demam tinggi di malam hari, batuk dan pilek --> penyakit gak mboizz. Kemudian dari pada itu, di tengah-tengah aktivitas yang mulai padat (cemungku-an yang kadang kurasa GEJE) aku tertimpa musibah kecil--> kecelakaan. Sungguh moment itu lagi-lagi mengingatkanku agar segera bertaubat. Man... aku berada pada posisi yang rawan, sungguh kusyukuri kenyataan kini aku masih bisa ngePost hal GEJE ini di blog GEJE-ku :P.

Ah.. sudahlah! aku malas membahas perihal liburan semesterku yang suram ini. Mari kita bahas topik yang seruuuu....!!!. So, bagpackerista yang imo0e3dts-imuetsszz, saya akan memulai tips & trick bagi kalian yang berdomisili di Surabaya dan ingin keliling Jawa. First Destination -->

Pulau Dewata Bali!!

FIRST LAP--> WELCOME TO PURABAYA
Biasanya aku paling laris apabila lagi mengangkat topik ini saat berkomplot ria bersama kawand-kawand. So, mulailah perjalananmu dari terminal Purabaya (Bungurasih.red) dan kemudian siapkan logam Rp. 200 untuk biaya peron. Bagi kalian yang amat pelit sekali (kayak aku :D) diharapkan menyiapkan uang pas, karena besar kemungkinan kalau kalian gak dapat uang kembali, kalaupun ada seringkali gak sesuai dengan yang seharusnya diterima, hahhaha.. biasa budaya bangsa yang luhur :D.
Setelah lolos dari pinti masuk, kalian berupayalah menunju tempat pemberhentian bis dengan upaya kalian sendiri, karena apa??. Apabila kalian bertanya, besar kemungkinan kalian akan menjadi korban keganasan preman Bungurasih; e.g --> tiba-tiba tas kalian diangkat dan orangnya lari membawa 'gombalan' kalian dan harta benda didalam tas, atau kalau agak beruntung kalian akan diantar ke tempatnya tapi tetap saja ditodong fee mengantar (berkisar antara Rp. 5000 - Rp. 20.000 yang biasanya berdalih "uang rokok" (emang aku emaknya harus ngasih dia uang rokok???)

KAPING PINDHO: AWAS BAHAYA LATEN CALO DKK
Ada orang cerdas yang menimpali omonganku sampai dititik ini, orang itu bilang; " Ya tanyanya ke petugas saja tho Niethhhh???". Yak! usulan yang bagus, tapi tetap saja sama bodohnya. Karena apa??. Meskipun petugas tidak minta langsung ke kita, ia akan memintanya ke-pak pemegang karcis bis fee membawakan penumpang bagi bis mereka. Alhasil kita juga nanti yang dimintai fee tambahan oleh kru bisnya. Oh, Man!

Jadi saranku, meskipun itu kali pertama bagi kalian mendatangi terminal Purabaya yang luas dan padat, kalian harus bisa mandiri nyari plang nama kota destinasi di setiap lokasi parkir bis. Pasti ada yang menghampiri kalian, itu sudah suatu keniscayaan bagi orang yang memasang muka bego di terminal. Jadi perhjatikan tips ku --> Pasanglah wajah intelek seintelek mungkin seakan kalian sudah bergelar Prof, Dr, P.hd heheheheeheh... Tak kalah pentingnya bagi kalian untuk memasang wajah jutek nan judes (yang sudah dikodrati tampang semacam itu dari orok - kayak aku- bersyukurlah karena kalian adalah orang-orang terpilih yang akan senantiasa terjauhkan dari bahaya orang iseng, hehehehehehhe).

#3 --> SMART WAY 4 BUDGET
Setelah nemu bus, usahakan itu bus dengan merk ZENA. Bukannya aku promosi aku juga gak dikasih apa-apa oleh ZENA dalam mem-posting namanya disini (blogku soalnya gak laku-laku amat sih - bahkan nyaris gak ada yang negok kecuali teman-temanku yang aku paksa ngintip demi kepuasaan moralku, ;D). Karena apa??? karena bis ZENA itu bagus, ada kamar mandi didalam bus dan temapatnya nyaman, kita juga dapat selimut. Nah tak kalah pentingnya dari kesemua tips & trick yang pernah ada di dunia bagpacker adalah masalah budget. Begitu kalian ketemu bis kalian akan di cegat oleh kru bis yang membawa sejenis kuitansi. Kalian akan disodorkan tarif yang fantastis. Biasanya dimulai dengan angka Rp. 250.000. Apabila kalian mendengar angka itu, maka segeralah menyeringai. Itu sungguh keterlaluan! kenapa kalian gak naik pesawat saja kalau punya duwit sebanyak itu???. Tarif rata-rata bis PATAS Surabaya-Bali berkisar antara Rp 100.000 sampai 125.000. Please, lebih dari itu jangan mau!. Pergi saja dan cari alternatif lain --> cari bis jurusan Jember dan nanti transit di Jember cari bis jurusan Bali. Sebenarnya cara ini lebih ekonomis, karena perkiraan uang yang kalian keluarkan diantara kurang lebih Rp. 80.000. Tapi ya itu, kalian akan lumayan lelah karena gal bisa beristirahat dengan baik (beristirajhat dengan baik yang kumaksud adalah tidur selama kurang lebih 10 jam bermula pada saat bis jalan- sampai Porong hingga sampai Paiton biasanya aku tertidur--> hibernasi).

THE FOURTH ESTATE: "BAGPACKER @ THE RESTO???"
Jangan khawatir kelaparan, karena nanti begitu sampai Situbondo kalian akan berhenti di rumah makan yang ya begitulah... Benar-benar makan seadanya yang seringkali nasinya belum begitu matang sehingga tenggorokan kalian yang sensitif serasa sedang makan paku, Oh Man!. Tips tambahan --> Jangan biarkan barang berharga anda seperti laptop, HP, Dompet yang berisi duwit banyak atau ATM yang banyak isinya di dalam bis. Bawa saja bersama anda kemanapun anda pergi. Banyak kejadian kehilangan saat penumpang turun ke rumah makan dan meninggalkan barang berharga tersebut di dalam bis. Bahkan pacar anda yang sedang mabuk kendaraan dan gak nafsu makan, tolong tetap dibawa kemanapun kalian pergi. Antisipasi diapun akan di-maling orang lain, ehem!!

THE CLICK 5 # PRAHARA TITANIC
Nah! Setelah bis kalian memasuki kapal, untuk refreshing usahakan turun dari bis dan naik kelantai 2 maupun 3 di kapal. Jangan berdiam diri di bis, karena ada kemungkinan arus laut sedang tinggi dan lantai dasar menjadi banjir sehingga akan menyebabkan gangguan jiwa kalian karen aberfikir kapal telah menabrak gunung es (Titanic maniak.. mana ada gunung es di selat Bali???). Tapi antisipasi perlu dilakukan mengingat bisa saja kapal tenggelam dan kalain yang berada di lantai dasar kan akan tenggelam terlebih dahulu tanpa sempat dievakuasi. Tips plus-plus lagi --> jangan pernah coba-coba beli makanan di dalam kapal. Selain harganya yang setinggi langit, makanan disana juga tidak higienis. Yang paling menyenangkan dari kegiatan didalam kapal adalah berada diberanda kapal dimana kalian bisa merasakan semilir angin laut yang sejuk dan cepat menyebabkan masuk angin. Sambil aji mumpung buang sendal maupun pakaian dalam (maaf!) sebagai ritual buang sial agar perjalanan kalian sesampai di pulau dewata 100% menyenangkan dan terhindar dari berbagai bentuk kesialan (contohnya selalu mengalami kecelakaan ringan dan sedikit berat setiap berada di Bali - pengalamann pribadi.red).

SIX - A- SIX = IT'S TIME TO BE AN OSCAR WINNER!
Last but not Least, persiapkan KTP baik-baik begitu telah mendarat di Gilimanuk. Apabila KTP mati atau ketinggalan atau memang tidak punya KTP (warga illegal) sebaiknya berpura-puralah tidur dengan segenap kemampuan acting kalian. Karena besar kemungkinan kalian akan coba dipaksa bangun oleh petugas pemeriksa maupun kru bis. Tapi karen adurasi pemeriksaan yang singkat, mereka akan dengan sendirinya menyerah dengan segenap perasaan jengkel (kadang kalau sedang sangat beruntung kalian akan dapat satu syahadad orang kafir * misuh.red). Kenapa kalian patut sangat menghindari pemeriksaan KTP apabila kalian tidak ada KTP?. Karena lagi-lagi akan menyebabkan kalian merogoh kocek lumayan dalam; Rp. 50.000 Cakkk!!!. Lalu kalau kalian tidak bakat acting maupun tidak mau menanggung dosa (padahal opsi hanya ada 2: keluar uang atau berdosa! heheehehe), yah satu-satunya jalan adalah memnafaatkan intelektualitas kalian untuk mendebat petugas. Atau kalau kalian type cewek-cewek genit, sedikitlah bergenit-genit ria maka kalian akan selamat (Astaghfirullah...).

7 WONDERS: THE ISLAND OF THE GOD
Benar-benar tips terakhir nih.. Jangan memejamnkan mata kalian apabila ban bis sudah menyentuh tanah Dewata. Karena apa?? Pemandangannya Man!!! Fantastis. Kau akan melihat pura-pura indah, sawah terasering, hutan yang sejuk, dan nuansa mistis yang mendebarkan sekaligus romantis ^_^. Dan yang paling fenomenal bagiku adalah ketika bis melewati suatu daerah (tidak tau mana itu??) yang mana jalan rayanya deket banget sama pantai. Hanya berjarak beberapa meter saja. God! Indah banget pemandangan pantainya.. Kalian serasa sedang tour sepanjang pantai dengan mengendarai bis pariwisata. I think that's enough for this season. See u in the next destination, Muachhhhh.....

Agustus 20, 2011

Inspiring Woman 1

Woman in Power..
Saya ini penganut emansipasi wanita garis keras. Saya bahkan tidak suka perlakuan khusus yang diberikan pada para wanita. Konsep "Lady first" sudah tak laku bagi saya. Menurut saya sekarang ini, tidak melulu wanita yang dilindungi. Pada kenyataannya banyak sekali kasus wanita sebagai pemimpin, penanggung jawab, dan perannya lebih dominan daripada laki-laki.
Tapi sayangnya ini tidak sedang membahas super powernya wanita. Lebih kepada icon-icon wanita di dunia. Menurutku secara pribadi, siapa saja yang patut dikagumi sebagai seorang wanita. Tokoh yang khas banget feminimisme nya. Beberapa wanita yang saya kagumi dengan alasan personal saya.Ya, siapa tahu banyak yang berpikiran sama dengan saya. Here they are.......

1. Lady Diana Spencer


Well, She's "The queen of our heart". Rakyat yang memberinya tittle ini pada saat kematiannya. Everybody loves her. Diana adalah tokoh dunia paling banyak mendapat sorotan publik bukan hanya karena pernikahannya dengan pewaris no.1 Inggris Raya, tapi juga karena kepeduliaannya yang begitu besar terhadap rakyat-rakyat kecil di seantero dunia. Diana suka bersosialisasi dan mendirikan lembaga kemanusiaan. Dialah tokoh dunia yang berani berdekatan langsung dengan orang-orang tidak beruntung di dunia ini. Diana sama sekali tidak kikuk saat memegang tangan dan merangkul penderita aids di Afrika, salute banget deh... Dia melakukan banyak hal melebihi porsi dari suaminya dan juga mertua ratunya itu. Jadi tidak mengherankan bahwa They hated her so much.

Kalau kalian lihat ceremonial kematiannya, itu sejuta kali lebih heboh dibandingan dengan 'Royal Wedding' nya Prince William (fyi sampai sekarangpun aku nggak sudi melihat rekamannya - Royal wedding- secara menyeluruh karena masih sangat jealous.. hiks!hiks! kasiannnn!!!). Lady Di, adalah wanita yang tangguh. Dia salah satu wanita paling beruntung di dunia. Karena dinikahi oleh pangeran dari kerajaan paling megah didunia. Setidaknya itu yang dipikirkan orang-orang. They don't know anything inside!. Diana menderita karena suaminya mencintai wanita lain. And you know who I mean. Dialah Princess Camilla yang sekarang jadi istri Prince Charles. Many people said that it's just the prove that true love finally get the way to make a couple being together. Wow! aku sangat tidak setuju dengan statement ini. Lalu bagaimana dengan Di? apakah berarti true love dapat menyatukan pasangan yang saling mencintai sekaligus menyingkirkan secara kejam pihak lain yang sebenarnya sangat menderita disini?. Jika kita ngotot mendiskusikan perkara ini ujungnya adalah never ending story.. kayak Tersanjung.. :)

Yahh.. Lady Di meninggal dengan ending yang tidak mengenakkan. Bersama gandengan barunya Dodi al Fayed dia kecelakaan di Paris. Banyak statement yang memojokkannya atas fakta kebersamaannya dengan Mr. al Fayed, but she and the prince had been divorce!( 28 August 1996). And I think it doesn't matter for her to be with anyone else. Yang menjadi masalah seharusnya adalah hubungan diam-diam Prince Charles dengan Camilla (diam-diam dari khalayak publik, Diana and the Royal family termasuk mommy Queen already know this!). Diana was born on 1 July 1961 and died on 31 August 1997. 'though she has passed away but all of the people in the world won't be ever to forget her because she's THE QUEEN OF OUR HEART forever....


2. Aishwarya Rai - Bachchan

Aish adalah wanita Asia yang mendapat pengakuan dunia sebagai The Queen of Beauty. Sering sekali dia diperbincangkan sebagai wanita paling cantik sejagat. Dan tittle ini tidak hanya bertahan selama satu atau dua tahun, melainkan permanen, selamanya.. Woww... Aish lahir pada tanggal 1 November 1973. Ia memenangi kontes ratu kecantikan sejagat: Miss World pada tahun 1994. Dia adalah bintang film India atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bollywood yang sangat sukses. Terbukti dengan berbagai filmnya yang senantiasa masuk Box Office dan membuatnya banyak meraih penghargaan. Dari sekian filmnya, yang paling aku suka adalah Hum dil de chuke Sanam. Soundtracknya wow.. menggetarkan hati.. T.T

Dia adalah aktris Bollywood paling dikenal di seluruh dunia. Kariernya sukses hingga menapaki Hollywood. Dia mendapat pengakuan dimana-mana atas kecantikan naturalnya yang khas banget Hindustan. Yah.. She's the Icon of India, beside Taj Mahal... hahahha! :D. Aku salute banget sama Aish karena nationalism-nya. Hollywood membukakan pintu selebar-lebarnya untuk dimasuki olehnya, namun dia tetap kekeuh untuk stay in India: "I love India, it's my country and I will be living here 'till the death..". Woww!! keren dahhh. Aku sendiri jika jadi Aish kayaknya nggak akan tahan deh sama godaan fabulous life in Hollywood... Dasar!!!

Aish menikah dengan anaknya Mr. Bachchan yang ganteng itu: Abishek Bachchan. Yah.. dia udah jadi anggota keluarga Bachchan, makanya anteng banget di India. Perjalanan kariernya tidak selalu mulus, tapi dia berhasil menjalaninya dengan baik dan berhasil mempertahankan Dignity-nya sebagai wanita sejati dengan baik. Tahu sendiri kan gimana industri hiburan yang 'mengerikan' itu??. Apalagi di India yang begitulah... (vulgar bisa dibilang!). Aishwarya Rai - Bachchan adalah icon wanita dunia yang cantik dan bermartabat, tiru dia guys biar jadi keren... Jangan yang aneh-aneh... :P


3. Jeon Ji hyoen

Nama lainnya adalah Gianna Jeon. Dia adalah Mega-star nya Korea yang jarang banget kita lihat di drama karena levelnya udah tinggi banget. Dia menjadi icon perfilman Korea setelah film-nya yang paling nge-hits yaitu ' My Sassy Girl '. Film ini bikin dia sukses besar meskipun sebelum membintangi film ini dia udah sangat terkenal. Saking kocak plus romantis dan kerennya film ini (memuji setinggi langit, hihihih.. 'cause it's one of my favorite film :D) sampai - sampai Hollywood membuat film dengan cerita yang sama (beda dengan Indonesia yang asal njiplak, hollywood meniru dengan ijin yang terhormat, hahaha... Indonesia.. Indonesia.. kasian banget kamu kumaki-maki terus..). Nggak cuman film yang itu saja yang ditiru. The lake House (awalnya kupikir ini buatan asli Hollywood, sempat aku muji-muji hollywood karena ceritanya keren banget, beda sama yang lain.. penulisnya 'gendenk' banget deh, kok bisa bikin cerita sekeren itu, dapat wangsit dari mana??? beritahu aku donk... ngotot.com).

Aku menyukai Ji Hyoen karena kecantikannya itu Natural Beauty banget. Warga Korea itu terkenal dengan hobby permak wajah (kalau Indonesia permak jeans.. hahaha.. Indonesia lagi yang di etrek-etrek.. bagi yang nggak tahu arti etrek-etrek, telepon aku 7276kali... :P :D), maksudnya operasi plastik dari ujung rambut sampi mata kaki.. WEWW!!!. Tapi Ji Hyoen natural. Kecantikannya khas Korea. Bangsa Asia Timur (Japan, China includes Taiwan, HK, e.t.c, Korea South & North) kadang susah dibedakan karena wajahnya yang mirip-mirip. Kecuali kayak aku yang gila Showbiz Asia, pasti banyak yang kesusahan saat mengidentifikasi nationality mereka.. (Sorry ya, penggila K-wave, K-pop, K-drama, e.t.c kalian juga nggak bakalan apal ngetepal - apalagi ini?? grammarmu ancur!!- buat mengidentifikasi nationality mereka. Karena fokus kalian cuman Korea melulu, coba kayak aku yang suka menjelajah artis Taiwan, HongKong, China, bahkan Thailand.. Maka kalian akan sesakti aku, HA!HA!HA!...)

Jeon Ji Hyoen lahir pada tanggal 30 Oktober 1981 dan menapaki karier keartisannya berawal dari modelling sehingga menjadi sehebat ini (banyak membintangi film Hollywood lho..). Meskipun aku suka banget sama Yoon Eun Hye, Song Hye Gyo, Yoona dan kawan-kawan, tapi aku berani bilang kalau diantara semua aktris keren korea, Jeon Ji Hyun lah Icon-nya Korea.. Fighting Jeon!!!

4. Andrea Corr
Andrea Jane Corr adalah seorang musisi, pencipta lagu, aktris dan aktivis yang hebat. Dia dikategorikan Natural Beauty karena look @ her: Dia sederhana banget tapi elegan. Mata Andrea adalah yang terindah, body languagenya merupakan yang paling kukagumi dari sekian banyaknya wanita didunia. Andrea bersama anggota Keluarga Corr lainnya: Sharon, Jim, and Caroline tergabung dalam satu grup musik legendaris "The Corrs". Aku suka semua lagu the Corrs, dan perform mereka di Mtv Unplugged adalah yang terkeren!!. Lagu the Corrs favoritku adalah: Everybody Hurts, Radio, No frontiers, Only when I sleep, e.t.c. Kemampuan Andrea memainkan seruling menurutku indah banget.. Siapa bilang seruling itu old school, buktinya Andrea dipuji-puji banyak penikmat musik karena bakatnya memainkan seruling. Coba deh main seruling di gubuk-gubuk tengah sawah, pasti tidur dengan damai yang dengar.. (hahahah... aku pengin bisa main seruling.. Is there anyone could teach me?.. :D)

Andrea lahir pada tanggal 17 May 1974 (sumber tanggal-tanggal lahir yang aku cantumin disini berasal dari mbah Wikipedia :D) dari pasangan Gerry dan Jean Corr. Bakat musik Andrea dan saudara-saudaranya itu didapat dari ortunya yang juga seorang musisi (mereka berdua punya band dulu). Mr and Mrs Corr mengajari anak-anak mereka memainkan alat musik. Kemampuan memainkan seruling dengan lihai juga berkat pelatihan dari ortunya. Woww asyik ya.. The Musician Family.. (Iriiiiiiiiii... T.T). Aku sebenarnya berasal dari keluarga 'dalang' (wayang kulit), tapi nggak ada bangga-bangganya thu... Dasar durhaka!!!

Selain karier entertainnya, Andrea tersohor karena profesi sampingannya sebagai aktivis. Dia tergabung dalam banyak yayasan kemanusiaan, melakukan kegiatan sosial disana sini begitu seringnya, menggalang konser amal dan kegiatan amal lainnya dan banyak lagi kegiatan mulia yang lain. Saking kerennya dia dalam berkontribusi baik di musik maupun charity, Kerajaan Inggris Raya menganugerahinya gelar MBE (notes: Not MBA but MBE, don't be missunderstanding! :P) singkatan dari Member of the British Empire. Suatu penghargaan tinggi bagi orang-orang istimewa yang memiliki peran yang istimewa bagi British Empire.

Andrea telah menikah dengan Milyuner Brett Desmond and she's became Mrs. Desmond. Yang menarik dalam pesta pernikahannya yang menurutku so sweet itu adalah penampilan saudarinya Caroline and Sharon yang menyanyikan No Frontiers: Heaven Knows, no frontiers.. and I've seen heaven in your eyes... (aku jadi berfikir kalau aku menikah siapa yang akan menyanyikan lagu 'Run Devil Run' untukku ya??? biar mempelai prianya Run.. 'cause he's actually the devil, hehehehe... :D).

5. Dian Sastrowardoyo

Nahh... Akhirnya Indonesia punya 'seseorang' yang dibanggain. Lupakan Gayus! lupakan Nazaruddin!, kita tunjukkan yang baik-baik dulu sebelum negara ini benar-benar menjadi negara yang krisis kebanggaan. Dian Sastrowardoyo adalah aktris kebanggaan kita. Dia adalah Icon wanita Indonesia. Tidak seperti kebanyakan selebriti Indonesia yang nggladrah dan kebarat-baratan. Dian sangat Indonesianis dan prestasinya menunjukkan kalau dia patut dijadikan salah satu tokoh panutan dan Icon wanita Indonesia masa kini.

Dian Paramitha Sastrowardoyo lahir pada tanggal 16 Maret 1982 dan merupakan keturunan bangsawan Jawa sekaligus seorang tokoh pergerakan nasional Prof. Mr. Sunario Sastrowardoyo. Kecintaannya terhadap seni semakin membuat dirinya dikagumi sebagai artis multitalenta (Dian pinter bikin puisi dan perform puisinya keren banget!!!). Film-film yang dibintangi Dian banyak yang membawanya mendapatkan penghargaan bergengsi tanah air maupun Internasional. Dian sempat dikagumi banyak insan perfilman Internasional dan bikin aku bangga sampai deg-degan saat di Busan International Film Festival pada tahun 2009 dimana ia maju ke panggung menerima award dengan kebaya kebanggaan kita. Dia cantik banget dan banyak yang memuji keanggunannya memakai kebaya. Kalau banyak yang begini kebaya akan benar-benar nge-trend di dunia. Aku bayangin Victoria Beckham and Gisele Bundchen wearing kebaya.. haha lucu! (truz pak Beckhamnya pake blangkon biar gak kepanasan saat tanding sepakbola sama Persebaya, hahahah.. Bonek - Viking 1 hati.. :D).

Ada Apa Dengan Cinta merupakan salah satu film yang dibintanginya dan menjadi fenomena karena disebut-sebut berperan besar dalam membangitkan dunia perfilman Indonesia yang sempat pingsan atau lebih cocok dibilang mati suri. Inilah juga yang menjadi salah satu pemicu meroketnya karier mbak Dian. Saking 'kelas atas' nya, Dian 'najis' main sinetron (eyalah.. wong kualitas sinetron Indonesia payah banget..) dan hanya sempat sekali main sinetron. Itu saja aku kok nggak pernah tahu ya sinetronnya bergenre apa? (paling-paling ngrebutin harta, siksaan mertua, dan film-film sadis lainnya..).

Dian sudah berkeluarga. Ia menikah dengan seorang pengusaha kaya dari keluarga konglomerat (kalau di Korea 'chaebol' namanya: kalau di Indonesia 'cebol' kali ya?? hahaha.. just kidding.. :P) Sutowo. Dian menikah dengan Indraguna Sutowo pada 18 Mei 2010 dan sudah dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Syailendra Sutowo (keren banget kan namanya, historical banget.. Aku juga ingin menamai anakku dengan nama historis seperti Ken Arok, gimana?? serem kan?? biar pinter ngrebut istri orang besok, hahaha.. kalau cewek Ken Dedes tentunya, biar jadi perebutan, HALAH!!!). Dian sekarang adalah aktris, seniman, dan juga wanita rumah tangga yang menjadi panutan seluruh wanita Indonesia. Dian punya Indonesia, Indonesia punya Dian!. We're proud of you Dian!!

Sekian ya..
akan berlanjut di Inspiring Women edisi ke-2
Kira-kira siapa aja nih di edisi ke-2??
RAHASIA
:P
Bye...